MALANG, Tugumalang.id – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi Cakra (18), pendaki Gunung Semeru yang melewati jalur ilegal. Ia terjatuh ke jurang sedalam 375 meter pada Senin (1/6/2026) dan berhasil dievakuasi pada Jumat (5/6/2026) malam.
Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit mengatakan seluruh tim SAR bersama Cakra dan dua pendaki lainnya telah tiba dengan selamat di posko evakuasi pada pukul 19.26 WIB.
“Survivor dibawa secara estafet oleh tim SAR gabungan dengan melewati jalur pendakian yang curam dan melintasi beberapa lokasi yang longsor,” ujar Nanang.
Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru 19 November 2025: Catatan Penting dan Riwayat Letusan
Ia menjelaskan, evakuasi dilakukan dengan metode slope rescue karena survivor terperosok di jurang dan tidak ada pijakan aman yang dapat digunakan sebagai anchor (tempat untuk menambatkan tali). Metode ini sering digunakan untuk proses evakuasi pada medan miring seperti di gunung.

Saat terperosok ke jurang, survivor mengalami dislokasi di bagian pergelangan kaki kanan. Tim SAR gabungan telah melakukan pertolongan pertama agar bagian yang sakit tidak banyak bergerak saat dilakukan evakuasi.
“Pembiadaian kami lakukan untuk meminimalisir pergerakan agar tidak semakin bengkak,” kata Nanang.
Dalam metode slope rescue, survivor diposisikan dalam keadaan telentang di flexible stretcher, kemudian diamankan dengan sistem tali. Evakuasi dengan metode slope rescue dirasa lebih efisien dengan mempertimbangkan keselamatan survivor maupun tim SAR gabungan.
“Kemiringan medan juga dirasa lebih cocok untuk evakuasi dengan metode slope rescue dan dengan metode ini evakuasi bisa dilakukan secara bertahap” imbuh Nanang.
Baca Juga: Polisi Tutup Total Jalur Ampelgading–Lumajang Akibat Erupsi Gunung Semeru
Setelah survivor diposisikan di atas flexible stretcher, proses evakuasi dilakukan dengan menarik survivor yang dikawal di sisi kanan dan kirinya. Proses penarikan dilakukan secara bergantian karena medannya terjal dan curam.
“Dari jurang, survivor dievakuasi dengan slope rescue menuju titik kumpul tim SAR Gabungan yang ada di atas, baru kemudian ditandu untuk turun menuju ke posko” jelas Nanang.
Ia menambahkan, kondisi permukaan tanah di lapangan tertutup debu vulkanik. Di sore hari, tim SAR gabungan harus lebih berhati-hati karena kabut menutup pandangan.
Pada Jumat (5/6/2026), tim SAR gabungan sempat meminta waktu untuk istirahat pada pukul 14.30 karena jalur pendakian yang sulit. Posko kemudian memberangkatkan empat personel tambahan untuk membantu membawa logistik dan membantu evakuasi.
Setibanya di posko, tim paramedis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang langsung melakukan penanganan pada survivor. Pemuda tersebut lalu diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya diberitakan, survivor bersama kedua orang temannya melakukan pendakian melewati jalur ilegal yang berlokasi di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, pada Sabtu (30/5/2026). Dua hari kemudian, survivor menghubungi keluarganya untuk memberi kabar bahwa ia terjatuh.
Ia sempat mengirimkan titik koordinat sebelum akhirnya tidak bisa dihubungi. Pihak keluarga kemudian mencoba melakukan penyelamatan, sementara warga melaporkan kejadian ini ke Polsek Ampelgading.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























