Tugumalang.id – Sebanyak 450 wisudawan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) secara resmi telah dikukuhkan dalam prosesi Wisuda Semester Ganjil 2025/2026 pada Sabtu (23/5/2026). Rektor Unikama memberikan pesan penting kepada lulusan untuk berkontribusi membangun negeri melalui profesi masing masing.
Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji M.Si menekankan bahwa wisuda ini bukan akhir dari perjalanan para lulusan. Tetapi menjadi awal perjalanan panjang untuk berkarya dan mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Baca Juga: Raih Gelar Profesor, Rektor Unikama: Membumikan Ilmu Pengetahuan dan Dampak bagi Masyarakat
“Bangunlah negeri ini melalui profesi masing masing. Jadilah guru yang menginspirasi, pemimpin yang melayani, entrepreneur yang menciptakan lapangan kerja, peneliti yang melahirkan inovasi dan warga bangsa yang menjaga persatuan,” tuturnya.

Baginya, prosesi wisuda ini juga merupakan pertemuan antara perjuangan, harapan dan masa depan. Dimana, didalamnya terdapat banyak kisah kerja keras, doa dan pengorbanan orang tua, kesungguhan dosen dan ketekunan mahasiswa.
“Hari ini adalah tonggak penting dalam perjalanan hidup lulusan Unikama. Terpenting bukan selembar ijazah, tapi nilai nilai integritas, ketangguhan, semangat belajar, adaptif dan kepedulian sesama,” ucapnya.
Menurutnya, dunia telah menanti kontribusi generasi muda yang cerdas berintelektual, berkarakter dan peka terhadap permasalahan sosial. Ia juga mendorong lulusan Unikama terus berkembang dan belajar sepanjang hayat.
Baca Juga: Raih Gelar Profesor, Rektor Unikama: Membumikan Ilmu Pengetahuan dan Dampak bagi Masyarakat
Selama ini, Unikama berkomitmen besar untuk menciptakan generasi cerdas. Berbagai ilmu pengetahuan, keterampilan hingga nilai nilai kepedulian terhadap kearifan lokal telah ditanamkan kepada mahasiswa.

Ia menyebut tantangan dunia kerja semakin kompleks dan kompetitif. Mengingat, perkembangan teknologi digital kian masif, distrupsi ekonomi hingga perubahan sosial bahkan gejolak situasi global. Namun dia juga optimis lulusan Unikama mampu bersaing dengan bekal karakter dan kemanusiaan.
“Pesan saya, jangan pernah berhenti belajar, jangan takut menghadapi perubahan, jangan kecil hati saat gagal dan jangan lupa asal usul,” ujarnya.
Ia yakin lulusan Unikama memiliki daya juang tinggi setelah ditempa di kampus untuk mendalami ilmu pengetahuan, pengalaman hidup, ketekunan, kolaborasi, pengabdian dan semangat gotong royong.
“Tetap bergerak, tetap belajar dan menjaga integritas. Sebab orang yang terus bertumbuh pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri menuju keberhasilan,” kata dia.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jatim, Prof Dyah Sawitri yang turut hadir dalam wisuda itu menyampaikan harapan agar para lulusan Unikama tahun tersebut benar benar dapat memberikan berdampak nyata terhadap masyarakat, bangsa dan negara.
“Kami harap para lulusan ini mampu mengoptimalkan peluang dan memandang positif segal hal, tak boleh ngeluh. Optimalkan pengetahuan dan skill untuk kepentingan bangsa dan negara,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa pemerintah terus mendorong perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satunya melalui peningkatan kualitas pendidikan hingga peningkatan daya saing generasi.
“Selamat Unikama yang telah menunjukkan kinerja nyata dengan menghasilkan lulusan berkualitas ini. Insyaallah Unikama betul betul mencetak generasi yang karakter dan menjunjung mutu pendidikan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A







![[17.36, 23/5/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Kabupaten Malang Kembangkan Padi Sukma, Potensi Produktivitas Naik 30 Persen MALANG, Tugumalang.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah menyiapkan benih padi unggul baru bernama padi sukma yang memiliki produktivitas 30 persen lebih tinggi. Saat ini, benih tersebut tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pelepasan dari Kementerian Pertanian sebelum dapat diedarkan dan didistribusikan kepada petani. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera mengatakan, padi sukma telah dinyatakan lolos sidang pelepasan dan rekomendasi. “Kami masih menunggu terbitnya SK pelepasan dari kementerian sebagai syarat pengurusan izin edar,” ujar Avi, belum lama ini. Ia berharap SK bisa segera diterbitkan dan padi sukma bisa dirilis tahun depan. Dengan padi ini, petani bisa merasakan hasil panen yang melimpah, yakni antara 12-15 ton per hektare. Selain padi sukma, DTPHP Kabupaten Malang juga tengah meneliti varietas lain bernama padi sukonandi. Varietas lokal tersebut berasal dari wilayah Singosari dan Karangploso. Padi sukonandi merupakan padi jawa dengan masa panen sekitar lima bulan. Avi mengatakan, pihaknya masih melakukan uji coba agar padi ini bisa memiliki masa panen empat bulan dengan pertumbuhan yang stabil. “Apabila bisa empat bulan dan performance pertumbuhannya stabil, (maka) akan kami usulkan menjadi padi unggulan. Sedang kami teliti sekarang,” jelasnya. Sementara itu, varietas lain bernama kasima yang sempat dikembangkan bersamaan dengan sukma disebut masih belum lolos tahapan evaluasi.Proses sidang pelepasan benih dilakukan secara ketat oleh 25 akademisi dan peneliti. Semuanya menyatakan padi sukma butuh perbaikan. “Semua laporannya (mengatakan padi kasima) harus ada perbaikan,” tuturnya. Reporter: Aisyah Nawangsari Putri Deskripsi: Kabupaten Malang kembangkan padi sukma, potensi produktivitas naik 30 persen Keyword: padi, padi sukma, padi malang, produktivitas padi [17.37, 23/5/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Panen raya padi sukma di Turen, beberapa waktu lalu. Foto: Pemkab Malang](https://tugumalang.id/wp-content/uploads/2026/05/8869bcd8-5bb4-441c-935a-add363b93f26-75x75.webp)
















