Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Kabupaten Malang Kembangkan Padi Sukma, Potensi Produktivitas Naik 30 Persen

Redaksi by Redaksi
Mei 23, 2026 5:53 pm
in News
[17.36, 23/5/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Kabupaten Malang Kembangkan Padi Sukma, Potensi Produktivitas Naik 30 Persen MALANG, Tugumalang.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah menyiapkan benih padi unggul baru bernama padi sukma yang memiliki produktivitas 30 persen lebih tinggi. Saat ini, benih tersebut tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pelepasan dari Kementerian Pertanian sebelum dapat diedarkan dan didistribusikan kepada petani. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera mengatakan, padi sukma telah dinyatakan lolos sidang pelepasan dan rekomendasi. “Kami masih menunggu terbitnya SK pelepasan dari kementerian sebagai syarat pengurusan izin edar,” ujar Avi, belum lama ini. Ia berharap SK bisa segera diterbitkan dan padi sukma bisa dirilis tahun depan. Dengan padi ini, petani bisa merasakan hasil panen yang melimpah, yakni antara 12-15 ton per hektare. Selain padi sukma, DTPHP Kabupaten Malang juga tengah meneliti varietas lain bernama padi sukonandi. Varietas lokal tersebut berasal dari wilayah Singosari dan Karangploso. Padi sukonandi merupakan padi jawa dengan masa panen sekitar lima bulan. Avi mengatakan, pihaknya masih melakukan uji coba agar padi ini bisa memiliki masa panen empat bulan dengan pertumbuhan yang stabil. “Apabila bisa empat bulan dan performance pertumbuhannya stabil, (maka) akan kami usulkan menjadi padi unggulan. Sedang kami teliti sekarang,” jelasnya. Sementara itu, varietas lain bernama kasima yang sempat dikembangkan bersamaan dengan sukma disebut masih belum lolos tahapan evaluasi.Proses sidang pelepasan benih dilakukan secara ketat oleh 25 akademisi dan peneliti. Semuanya menyatakan padi sukma butuh perbaikan. “Semua laporannya (mengatakan padi kasima) harus ada perbaikan,” tuturnya. Reporter: Aisyah Nawangsari Putri Deskripsi: Kabupaten Malang kembangkan padi sukma, potensi produktivitas naik 30 persen Keyword: padi, padi sukma, padi malang, produktivitas padi [17.37, 23/5/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Panen raya padi sukma di Turen, beberapa waktu lalu. Foto: Pemkab Malang

[17.36, 23/5/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Kabupaten Malang Kembangkan Padi Sukma, Potensi Produktivitas Naik 30 Persen MALANG, Tugumalang.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah menyiapkan benih padi unggul baru bernama padi sukma yang memiliki produktivitas 30 persen lebih tinggi. Saat ini, benih tersebut tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pelepasan dari Kementerian Pertanian sebelum dapat diedarkan dan didistribusikan kepada petani. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera mengatakan, padi sukma telah dinyatakan lolos sidang pelepasan dan rekomendasi. “Kami masih menunggu terbitnya SK pelepasan dari kementerian sebagai syarat pengurusan izin edar,” ujar Avi, belum lama ini. Ia berharap SK bisa segera diterbitkan dan padi sukma bisa dirilis tahun depan. Dengan padi ini, petani bisa merasakan hasil panen yang melimpah, yakni antara 12-15 ton per hektare. Selain padi sukma, DTPHP Kabupaten Malang juga tengah meneliti varietas lain bernama padi sukonandi. Varietas lokal tersebut berasal dari wilayah Singosari dan Karangploso. Padi sukonandi merupakan padi jawa dengan masa panen sekitar lima bulan. Avi mengatakan, pihaknya masih melakukan uji coba agar padi ini bisa memiliki masa panen empat bulan dengan pertumbuhan yang stabil. “Apabila bisa empat bulan dan performance pertumbuhannya stabil, (maka) akan kami usulkan menjadi padi unggulan. Sedang kami teliti sekarang,” jelasnya. Sementara itu, varietas lain bernama kasima yang sempat dikembangkan bersamaan dengan sukma disebut masih belum lolos tahapan evaluasi.Proses sidang pelepasan benih dilakukan secara ketat oleh 25 akademisi dan peneliti. Semuanya menyatakan padi sukma butuh perbaikan. “Semua laporannya (mengatakan padi kasima) harus ada perbaikan,” tuturnya. Reporter: Aisyah Nawangsari Putri Deskripsi: Kabupaten Malang kembangkan padi sukma, potensi produktivitas naik 30 persen Keyword: padi, padi sukma, padi malang, produktivitas padi [17.37, 23/5/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Panen raya padi sukma di Turen, beberapa waktu lalu. Foto: Pemkab Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah menyiapkan benih padi unggul baru bernama padi sukma yang memiliki produktivitas 30 persen lebih tinggi.

Saat ini, benih tersebut tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pelepasan dari Kementerian Pertanian sebelum dapat diedarkan dan didistribusikan kepada petani.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera mengatakan, padi sukma telah dinyatakan lolos sidang pelepasan dan rekomendasi.

Baca Juga: Petani Kota Malang Panen 8 Ton Padi per Hektar, Wali Kota Malang: Ini Luar Biasa!

“Kami masih menunggu terbitnya SK pelepasan dari kementerian sebagai syarat pengurusan izin edar,” ujar Avi, belum lama ini.

Ia berharap SK bisa segera diterbitkan dan padi sukma bisa dirilis tahun depan. Dengan padi ini, petani bisa merasakan hasil panen yang melimpah, yakni antara 12-15 ton per hektare.

Selain padi sukma, DTPHP Kabupaten Malang juga tengah meneliti varietas lain bernama padi sukonandi. Varietas lokal tersebut berasal dari wilayah Singosari dan Karangploso.

Baca Juga: Panen Raya, Petani Clumprit Hasilkan 2 Ribu Ton Padi

Padi sukonandi merupakan padi jawa dengan masa panen sekitar lima bulan. Avi mengatakan, pihaknya masih melakukan uji coba agar padi ini bisa memiliki masa panen empat bulan dengan pertumbuhan yang stabil.

“Apabila bisa empat bulan dan performance pertumbuhannya stabil, (maka) akan kami usulkan menjadi padi unggulan. Sedang kami teliti sekarang,” jelasnya.

Sementara itu, varietas lain bernama kasima yang sempat dikembangkan bersamaan dengan sukma disebut masih belum lolos tahapan evaluasi.Proses sidang pelepasan benih dilakukan secara ketat oleh 25 akademisi dan peneliti. Semuanya menyatakan padi sukma butuh perbaikan.

“Semua laporannya (mengatakan padi kasima) harus ada perbaikan,” tuturnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: padipadi malangpadi sukmaproduktivitas padi

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Uji sertifikasi kompetensi bagi lulusan ITN Malang. Foto/dok. ITN Malang

Lulus 100 Persen, Lulusan ITN Malang Kantongi Sertifikat Kompetensi Konstruksi Jenjang 7

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.