Malang, Tugumalang.id – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Hutan tropis, pegunungan, hingga kawasan lautnya menjadi habitat bagi ribuan spesies satwa endemik yang tidak ditemukan di negara lain. Namun, di balik kekayaan alam tersebut, sejumlah satwa khas Indonesia kini berada di ambang kepunahan akibat perburuan liar, kerusakan habitat, hingga perubahan lingkungan yang terus terjadi.
Berdasarkan data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), beberapa satwa Indonesia masuk dalam kategori terancam punah hingga kritis. Kondisi ini menjadi pengingat penting bahwa keberadaan satwa liar membutuhkan perhatian serius serta upaya konservasi yang berkelanjutan.
Lima satwa Indonesia yang Populasinya Menurun
Badak Sumatera dan Harimau Sumatera Kian Terdesak
1. Badak Sumatera
Badak Sumatera merupakan salah satu mamalia paling langka di dunia. Satwa ini dikenal sebagai badak terkecil yang masih hidup dan menjadi satu-satunya badak Asia dengan dua cula. Dahulu, habitatnya tersebar luas di Asia Tenggara, namun kini populasinya hanya tersisa di beberapa wilayah Indonesia, terutama di Pulau Sumatra.
Menurut data konservasi, jumlah Badak Sumatera diperkirakan kurang dari 80 ekor. Ancaman terbesar bagi spesies ini berasal dari hilangnya habitat akibat pembukaan lahan serta fragmentasi hutan yang membuat populasi sulit berkembang biak. Upaya konservasi terus dilakukan melalui kawasan perlindungan dan program penangkaran.
Baca juga: Batu Secret Zoo Lahirkan Bayi Bekantan ke-8 di Hari Primata Indonesia 2026
2. Harimau Sumatera
Harimau Sumatera menjadi satu-satunya spesies harimau asli Indonesia yang masih bertahan setelah Harimau Bali dan Harimau Jawa dinyatakan punah. Satwa ini memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibanding jenis harimau lainnya dengan corak loreng yang lebih rapat.
Populasinya terus menurun akibat perburuan ilegal dan kerusakan habitat hutan. Konflik antara manusia dan harimau juga semakin sering terjadi seiring menyempitnya kawasan hutan alami. Saat ini, Harimau Sumatera masuk dalam kategori Critically Endangered atau kritis menurut IUCN.
3. Orangutan Sumatera
Orangutan Sumatera merupakan primata endemik yang hanya hidup di Pulau Sumatra. Satwa ini dikenal memiliki tingkat kecerdasan tinggi dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis.
Keberadaan Orangutan Sumatera semakin terancam akibat deforestasi, pembukaan lahan perkebunan, serta perdagangan satwa ilegal. Berkurangnya kawasan hutan membuat populasi orangutan terpecah dan sulit berkembang secara alami. Berbagai lembaga konservasi kini terus melakukan rehabilitasi dan pelepasliaran untuk menjaga kelangsungan spesies ini.
Jalak Bali dan Anoa Masuk Daftar Satwa Langka Indonesia
4. Anoa
Anoa merupakan satwa endemik Sulawesi yang sering disebut sebagai kerbau kerdil. Hewan ini hidup di kawasan hutan tropis dan dikenal memiliki sifat pemalu sehingga jarang terlihat di alam liar.
Populasi anoa terus mengalami penurunan akibat perburuan dan kerusakan habitat. Selain itu, pembukaan hutan membuat ruang hidup satwa ini semakin sempit. IUCN menetapkan anoa sebagai spesies Endangered atau terancam punah.
5. Jalak Bali
Jalak Bali menjadi salah satu burung endemik Indonesia yang paling langka. Burung berwarna putih dengan lingkar mata biru ini hanya dapat ditemukan secara alami di kawasan Bali Barat.
Perdagangan satwa ilegal menjadi ancaman terbesar bagi Jalak Bali. Keindahan bulunya membuat burung ini banyak diburu untuk dipelihara. Meski program penangkaran telah dilakukan, populasinya di alam liar masih sangat terbatas sehingga membutuhkan perlindungan ketat.
Keberadaan satwa liar tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ancaman kepunahan yang dialami berbagai spesies endemik menunjukkan pentingnya upaya perlindungan habitat, penegakan hukum terhadap perburuan liar, serta edukasi masyarakat mengenai konservasi satwa.
Melalui perhatian dan langkah pelestarian yang konsisten, keberadaan satwa-satwa langka Indonesia diharapkan tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maura Sampetoding/Magang
redaktur: jatmiko
























