Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

5 Satwa Indonesia yang Terancam Punah dan Populasinya Terus Menurun

Redaksi by Redaksi
Mei 19, 2026 1:39 pm
in News
Satwa Indonesia yang menurun

Keberadaan Badak Sumatera di Kalimantan. (Foto: WWF-Indonesia)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

READ ALSO

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Malang, Tugumalang.id – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Hutan tropis, pegunungan, hingga kawasan lautnya menjadi habitat bagi ribuan spesies satwa endemik yang tidak ditemukan di negara lain. Namun, di balik kekayaan alam tersebut, sejumlah satwa khas Indonesia kini berada di ambang kepunahan akibat perburuan liar, kerusakan habitat, hingga perubahan lingkungan yang terus terjadi.

Berdasarkan data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), beberapa satwa Indonesia masuk dalam kategori terancam punah hingga kritis. Kondisi ini menjadi pengingat penting bahwa keberadaan satwa liar membutuhkan perhatian serius serta upaya konservasi yang berkelanjutan.

Lima satwa Indonesia yang Populasinya Menurun

Badak Sumatera dan Harimau Sumatera Kian Terdesak

1. Badak Sumatera
Badak Sumatera merupakan salah satu mamalia paling langka di dunia. Satwa ini dikenal sebagai badak terkecil yang masih hidup dan menjadi satu-satunya badak Asia dengan dua cula. Dahulu, habitatnya tersebar luas di Asia Tenggara, namun kini populasinya hanya tersisa di beberapa wilayah Indonesia, terutama di Pulau Sumatra.

Menurut data konservasi, jumlah Badak Sumatera diperkirakan kurang dari 80 ekor. Ancaman terbesar bagi spesies ini berasal dari hilangnya habitat akibat pembukaan lahan serta fragmentasi hutan yang membuat populasi sulit berkembang biak. Upaya konservasi terus dilakukan melalui kawasan perlindungan dan program penangkaran.

Baca juga: Batu Secret Zoo Lahirkan Bayi Bekantan ke-8 di Hari Primata Indonesia 2026

2. Harimau Sumatera
Harimau Sumatera menjadi satu-satunya spesies harimau asli Indonesia yang masih bertahan setelah Harimau Bali dan Harimau Jawa dinyatakan punah. Satwa ini memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibanding jenis harimau lainnya dengan corak loreng yang lebih rapat.

Populasinya terus menurun akibat perburuan ilegal dan kerusakan habitat hutan. Konflik antara manusia dan harimau juga semakin sering terjadi seiring menyempitnya kawasan hutan alami. Saat ini, Harimau Sumatera masuk dalam kategori Critically Endangered atau kritis menurut IUCN.

3. Orangutan Sumatera
Orangutan Sumatera merupakan primata endemik yang hanya hidup di Pulau Sumatra. Satwa ini dikenal memiliki tingkat kecerdasan tinggi dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis.

Keberadaan Orangutan Sumatera semakin terancam akibat deforestasi, pembukaan lahan perkebunan, serta perdagangan satwa ilegal. Berkurangnya kawasan hutan membuat populasi orangutan terpecah dan sulit berkembang secara alami. Berbagai lembaga konservasi kini terus melakukan rehabilitasi dan pelepasliaran untuk menjaga kelangsungan spesies ini.

Jalak Bali dan Anoa Masuk Daftar Satwa Langka Indonesia

4. Anoa
Anoa merupakan satwa endemik Sulawesi yang sering disebut sebagai kerbau kerdil. Hewan ini hidup di kawasan hutan tropis dan dikenal memiliki sifat pemalu sehingga jarang terlihat di alam liar.

Populasi anoa terus mengalami penurunan akibat perburuan dan kerusakan habitat. Selain itu, pembukaan hutan membuat ruang hidup satwa ini semakin sempit. IUCN menetapkan anoa sebagai spesies Endangered atau terancam punah.

5. Jalak Bali
Jalak Bali menjadi salah satu burung endemik Indonesia yang paling langka. Burung berwarna putih dengan lingkar mata biru ini hanya dapat ditemukan secara alami di kawasan Bali Barat.

Perdagangan satwa ilegal menjadi ancaman terbesar bagi Jalak Bali. Keindahan bulunya membuat burung ini banyak diburu untuk dipelihara. Meski program penangkaran telah dilakukan, populasinya di alam liar masih sangat terbatas sehingga membutuhkan perlindungan ketat.

Keberadaan satwa liar tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ancaman kepunahan yang dialami berbagai spesies endemik menunjukkan pentingnya upaya perlindungan habitat, penegakan hukum terhadap perburuan liar, serta edukasi masyarakat mengenai konservasi satwa.

Melalui perhatian dan langkah pelestarian yang konsisten, keberadaan satwa-satwa langka Indonesia diharapkan tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Maura Sampetoding/Magang
redaktur: jatmiko

Tags: anoaBadak Sumateraharimau sumaterahewan langka Indonesiajalak balikonservasi satwa Indonesiaorangutan sumaterasatwa Indonesia terancam punah

Related Posts

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
SPBU Kota Malang Kosong dan Antre Panjang, Pertalite Langka?
News

SPBU Kota Malang Kosong dan Antre Panjang, Pertalite Langka?

Jumat, 9 Okt 2026
Next Post
mata minus

Apakah Mata Minus Bisa Sembuh Total? Ini Penjelasan dr. Basuki Rokhmad Sp.M

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.