Malang, Tugumalang.id – Mata minus atau rabun jauh merupakan salah satu masalah penglihatan yang tidak bisa dihindari. Ketika seseorang didiagnosis memiliki mata minus, tak sedikit yang bertanya-tanya apakah kondisi ini bisa disembuhkan secara total.
Melalui kanal YouTube pribadinya, dr. Basuki RH, seorang dokter spesialis mata, dr. Basuki Rokhmad Sp.M memberikan penjelasan medis yang akan menjawab teka-teki terkait kesehatan mata ini. Simak pemaparan beliau yang akan membahas fakta-fakta terkait mata minus.
1. Bisakah Makan Wortel Menyembuhkan Mata Minus?
Sejak kecil, kita sering mendengar nasihat untuk rajin makan wortel agar mata tidak minus atau nilai minusnya tidak bertambah. Namun, dr. Basuki Rokhmad menegaskan bahwa secara ilmiah, kandungan zat pada wortel tidak dapat mengobati atau menyembuhkan gangguan mata minus.
Menurut dr. Basuki Rokhmad, wortel memang sangat kaya akan beta karoten (provitamin A) dan lutein yang berfungsi sebagai antioksidan. Manfaatnya luar biasa untuk menjaga sel retina tetap sehat dan mencegah rabun senja. Namun, mata minus terjadi karena kelainan anatomi, di mana bola mata berbentuk lebih panjang dari ukuran normal. Akibatnya, bayangan benda jatuh di depan retina, bukan tepat di atasnya.
“Seberapa pun Anda konsumsi wortel setiap harinya, bentuk bola mata tidak akan kembali menjadi normal,” jelas dr. Basuki Rokhmad. Jadi, fungsi wortel adalah untuk menjaga kesehatan mata, bukan mengubah struktur bola mata yang minus.
Baca juga: 6 Tips Mengurangi Mata Lelah akibat Terlalu Lama Menatap Layar
2. Apakah Suplemen Mata Bisa Mengurangi Minus?
Di pasaran juga banyak beredar suplemen yang diklaim bisa mengurangi mata minus. Menanggapi hal ini, dr. Basuki Rokhmad menjelaskan bahwa suplemen mata umumnya mengandung beta karoten, lutein, dan zeaxanthin.
Beliau memaparkan bahwa kandungan-kandungan ini sangat baik untuk mengurangi risiko katarak, mencegah kerusakan retina akibat diabetes, dan memperlambat penuaan pada mata (degenerasi makula). Dr. Basuki Rokhmad juga menambahkan bahwa nutrisi ini sebenarnya bisa kita dapatkan langsung dari makanan sehari-hari seperti bayam, brokoli, jagung, dan tomat. Namun, sama halnya dengan wortel, suplemen ini tetap tidak bisa mengurangi ukuran minus pada mata.
3. Lalu, Bagaimana Cara Mengatasi Mata Minus?
Menurut dr. Basuki Rokhmad, ada dua cara untuk mengatasi mata minus.
1. Cara Non-Operatif
Cara pertama yang bisa dilakukan adalan dengan memakai kaca mata atau softlens. Dr. Basuki Rokhmad mengingatkan bahwa kacamata atau lensa kontak (softlens) hanyalah alat bantu penglihatan, bukan alat terapi. Alat ini berfungsi untuk membantu memfokuskan cahaya agar jatuh tepat di retina sehingga pandangan menjadi jelas, mengurangi mata lelah, dan mencegah mata malas. Namun, penggunaannya tidak akan menambah atau mengurangi ukuran minus Anda.
2. Cara Operatif
Bagi yang ingin terbebas sepenuhnya dari kacamata, dr. Basuki Rokhmad menyarankan untuk mengikuti prosedur operasi Lasik (Laser In-Situ Keratomileusis). Dalam prosedur Lasik, dokter spesialis mata akan menggunakan sinar laser khusus untuk memperbaiki kelengkungan kornea mata. Dengan meratakan atau menyesuaikan kornea, cahaya yang masuk bisa dibiaskan tepat pada retina. Setelah menjalani operasi Lasik, penderita mata minus tidak perlu lagi menggunakan kacamata atau softlens.
Hal yang perlu diingat adalah mata minus tidak bisa disembuhkan hanya dengan makanan atau suplemen karena kondisi ini berkaitan dengan bentuk fisik bola mata. Langkah terbaik untuk melihat dengan normal kembali adalah dengan menggunakan alat bantu atau melakukan prosedur Lasik seperti yang telah dipaparkan oleh dr. Basuki Rokhmad Sp.M.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
redaktur: jatmiko


















