Tugumalang.id – Konten video pendek di TikTok, Instagram, dan YouTube kini semakin memengaruhi kebiasaan masyarakat dalam menghabiskan waktu.
Penelitian dari jurnal NPJ Science of Learning tahun 2026 menyebut kebiasaan menonton video singkat dapat memengaruhi cara otak memproses serta mengingat informasi. Hal ini dipengaruhi oleh sistem platform yang terus memberikan stimulasi cepat dan hiburan instan kepada pengguna.
Fenomena ini semakin berkembang seiring berubahnya kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi media digital. Data Statista menunjukkan rata-rata rentang perhatian manusia kini hanya sekitar delapan detik, sehingga banyak orang lebih tertarik pada konten singkat yang cepat, padat, dan mudah dipahami.
Otak Lebih Menyukai Informasi Cepat
Penelitian dari Nature Communications menunjukkan bahwa sistem dopamin di otak berperan dalam mengatur harapan dan rasa senang.
Baca Juga: 5 Cara Mendapatkan Uang dari Snack Video 2023, Mudah Banget!
Otak jadi lebih aktif ketika menerima rangsangan yang cepat dan tidak terduga, seperti konten video pendek di media sosial. Kondisi ini membuat otak lebih mudah merespons informasi instan dibandingkan informasi yang panjang dan butuh fokus lebih lama.
Akibatnya, otak cenderung memperkuat kebiasaan yang memberikan rasa senang secara berulang, sehingga terbentuk pola konsumsi yang dilakukan terus-menerus tanpa disadari, karena otak terbiasa mencari stimulus serupa.
Kebiasaan Scroll yang Terbentuk dari Sistem Otak
Studi dari Harvard Medical School menjelaskan bahwa kebiasaan yang memberikan kesenangan cepat dan berulang akan lebih mudah menjadi rutinitas karena otak memperkuat jalur kebiasaan tersebut setiap kali rasa senang muncul.
Akhirnya, orang cenderung mengulang aktivitas yang sebenarnya itu-itu saja, termasuk membuka media sosial dan menonton video secara terus-menerus.
Baca Juga: Veo 3: Teknologi AI Video Terbaru dari Google DeepMind yang Bikin Dunia Terkesima
Sejalan dengan itu, penelitian yang dilakukan Yuhan Chen bersama tim dari Northeastern University menyebutkan orang lebih menyukai video pendek karena kontennya mampu memberikan hiburan instan dan memicu sistem dopamin di otak lebih cepat dibanding konten panjang. Kondisi tersebut mendorong pengguna untuk terus scrolling dan menonton video berikutnya secara berulang.
Peran Desain dan Algoritma Platform
Desain platform video pendek memang dibuat agar pengguna betah berlama-lama. Fitur seperti video autoplay, scroll tanpa batas, dan transisi antar video yang sangat cepat membuat pengguna tidak punya jeda alami untuk berhenti.
Akibatnya, aktivitas menonton bisa terus berlanjut tanpa disadari. Hal ini menunjukkan bahwa desain seperti ini memang dirancang untuk menjaga pengguna tetap aktif dan berada di dalam aplikasi selama mungkin.
Penelitian dalam jurnal Computers in Human Behavior juga menjelaskan bahwa algoritma platform bekerja dengan membaca perilaku pengguna seperti durasi tontonan, like, dan pola swipe.
Hasilnya, pengguna lebih sering disuguhi konten yang sesuai minat sehingga pengalaman terasa lebih personal dan relevan.
Kebiasaan menonton video pendek tidak hanya dipengaruhi oleh kontennya, tetapi juga cara kerja otak manusia dan desain platform digital. Kombinasi antara respons psikologis, sistem reward otak, dan algoritma membuat video pendek menjadi format yang sangat mudah dinikmati sekaligus sulit untuk dihentikan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A


















