Minggu, November 8, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Wacana Prodi Keguruan Dihapus Demi Industri, Ini Kata Akademisi UMM

Redaksi by Redaksi
April 30, 2026 4:56 pm
in Pendidikan
Ketua Prodi Pendidikan Bahasa UMM, Dr. M. Isnaini. Foto: Dok.

Ketua Prodi Pendidikan Bahasa UMM, Dr. M. Isnaini. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Dunia pendidikan tinggi Indonesia tengah dihangatkan perdebatan soal wacana penghapusan prodi keguruan. Usulan yang dikemukakan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Sekjen Kemdiktisaintek) RI ini didasarkan pada alasan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri.

Namun, kebijakan itu dinilai berisiko karena dinilai menyederhanakan makna pendidikan dan mengancam masa depan pembentukan karakter bangsa. Kritik tajam datang dari kalangan akademisi yang melihat kebijakan ini sebagai bentuk ‘tragedi kalkulator pendidikan’.

READ ALSO

Semangat Unisma Menuju World Class University Menggema di Dies Natalis ke-45

Menteri PPPA Dorong Perempuan Jadi Pemimpin Transformasi Global di UIN Malang

Baca Juga: Luluskan 346 Guru Profesional Angkatan Pertama, Prodi PPG FKIP Unisma Lahirkan Pendidik Inovatif dan Adaptif

Istilah ini merujuk pada cara pandang pragmatis yang menilai keberhasilan lembaga pendidikan hanya melalui angka statistik dan tingkat serapan kerja semata. Jika logika ini terus digunakan, peran perguruan tinggi dikhawatirkan akan tereduksi menjadi sekadar ‘pabrik’ pemasok tenaga kerja bagi industri.

Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. M. Isnaini, M.Pd., menerangkan bahwa wacana tersebut menunjukkan ketidaksiapan pemerintah dalam memetakan arah pendidikan nasional secara komprehensif. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab strategis yang jauh lebih besar daripada sekadar mengikuti tren pasar kerja.

“Pemerintah melalui pendidikan tinggi tidak selalu harus mengekor pada tren industri. Kampus adalah ruang inkubasi pemikiran kritis. Ketika kebijakan hanya berorientasi pada pasar kerja, fungsi intelektual itu akan tergerus. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi melemahkan posisi pendidikan tinggi sebagai penggerak intelektualitas kritis masyarakat,” paparnya.

Baca Juga: Profil IKIP Budi Utomo, Kampus Keguruan yang Jadi Jujugan Atlet Nasional di Malang

Ia menambahkan bahwa pendidikan sejatinya adalah proses untuk memanusiakan manusia, sebagaimana filosofi yang diusung oleh bapak pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara. Pendidikan tidak hanya membekali lulusan dengan keterampilan teknis agar siap bekerja, tetapi juga membangun cara berpikir, sikap, estetika, dan tanggung jawab sosial.

“Jika guru atau lulusan kependidikan hanya diukur dari serapan kerja, itu sangat tidak ideal. Kalau logikanya hanya soal keterampilan teknis, lebih baik kita cukup membangun Balai Latihan Kerja (BLK) saja, tidak perlu ada perguruan tinggi. Lulusan yang hanya cakap teknis tanpa bekal nilai estetika dan moral berisiko menjadi pekerja yang kehilangan arah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Isnaini sapaan akrabnya menekankan bahwa sarjana pendidikan memiliki fleksibilitas karier yang luas. Mereka tidak harus selalu menjadi guru formal di kelas.

Banyak lulusan prodi kependidikan yang berkontribusi di berbagai sektor industri dengan membawa perspektif humanistik yang tidak dimiliki oleh lulusan non-kependidikan.

”Sentuhan etika dan moral inilah yang sering kali tidak masuk dalam hitungan statistik serapan kerja, namun sangat krusial dalam dunia profesional,” ungkapnya.

Mengenai isu surplus atau ketidaksesuaian jumlah lulusan, ia menilai persoalan utama bukan pada keberadaan prodinya, melainkan pada sistem distribusi dan rekrutmen tenaga pendidik yang belum optimal secara nasional. Ketimpangan jumlah guru antar wilayah menunjukkan adanya hambatan struktural yang seharusnya dibenahi pemerintah.

Sebagai solusi, ia menyarankan agar pemerintah memperketat regulasi melalui sistem on/off program studi berdasarkan akreditasi dan evaluasi kualitas, bukan dengan menutupnya secara menyeluruh.

Pengutamaan prodi dengan akreditasi “Unggul” dinilai lebih bijak untuk menjamin kualitas lulusan tanpa menghancurkan ekosistem keilmuan kependidikan.

“Yang harus dibenahi adalah sistemnya. Regulasi bisa diperketat dan kualitas dievaluasi secara berkala. Persoalan pendidikan adalah persoalan masa depan peradaban, sehingga tidak bisa hanya dilihat dari kacamata statistik angka semata,” pungkasnya.

Jika kebijakan ini terus dipaksakan hanya demi mengejar angka serapan industri, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar keberlanjutan sebuah program studi, melainkan kualitas manusia Indonesia di masa depan.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: Kemendiktisaintekmalangpendidikanprodi keguruanumm

Related Posts

Semangat Unisma Menuju World Class University Menggema di Dies Natalis ke-45
Pendidikan

Semangat Unisma Menuju World Class University Menggema di Dies Natalis ke-45

Minggu, 8 Nov 2026
Women Conference di UIN Malang, Menteri PPPA Dorong Perempuan Pimpin Transformasi Global
Advertorial

Menteri PPPA Dorong Perempuan Jadi Pemimpin Transformasi Global di UIN Malang

Sabtu, 7 Nov 2026
154 Siswi Al-Izzah Batu Kunjungi 6 Kampus Negeri Lewat Learning Visit
Pendidikan

154 Siswi Al-Izzah Batu Kunjungi 6 Kampus Negeri Lewat Learning Visit

Sabtu, 7 Nov 2026
UIN Maliki Malang Hadirkan Teknologi AI untuk Persiapan Kerja Mahasiswa
Advertorial

UIN Maliki Malang Hadirkan Teknologi AI untuk Persiapan Kerja Mahasiswa

Jumat, 6 Nov 2026
Tim Robotik UIN Malang Raih Posisi Ketiga Eco Robotic Challenge OASE 2026
Advertorial

Tim Robotik UIN Malang Raih Posisi Ketiga Eco Robotic Challenge OASE 2026

Jumat, 6 Nov 2026
4 Profesor Baru UB Malang Hadirkan Inovasi Pertanian, Energi Hidrogen, dan Ketahanan Pangan
Pendidikan

4 Profesor Baru UB Malang Hadirkan Inovasi Pertanian, Energi Hidrogen, dan Ketahanan Pangan

Jumat, 6 Nov 2026
Next Post
Kapolresta Malang Kota dalam dalam Apel Besar Sabuk Kamtimbas 2026. (Foto/dok. Humas Polresta Malang Kota)

Polresta Malang Kota Siagakan 500 Personel Jelang Aksi Hari Buruh

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.