Malang, Tugumalang.id – SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen terus memperkuat pembelajaran berbasis industri. Upaya itu diwujudkan melalui peresmian bengkel POS AHASS Teaching Factory (TEFA), Senin (21/9/2026).
Bengkel yang berada di Jalan Penarukan Nomor 22, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, tersebut diresmikan langsung General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM) Ahmad Muhibbuddin.
POS AHASS TEFA diharapkan memberikan pengalaman kerja nyata kepada siswa, khususnya mereka yang menempuh Konsentrasi Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM).
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Moch Aarief Luqman Hakim mengatakan, keberadaan POS AHASS TEFA menjadi jembatan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan dunia industri. Siswa juga bisa mempelajari budaya industri melalui pelayanan pemeliharaan dan perbaikan sepeda motor Honda kepada konsumen.
“Kepercayaan ini merupakan kehormatan luar biasa sekaligus bukti nyata sinergi yang kokoh antara dunia pendidikan vokasi dan dunia industri. Melalui POS AHASS TEFA ini dapat menjadi jembatan yang kokoh dan menghubungkan sekolah dengan dunia industri secara erat,” ungkap Aarief.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh siswa di bengkel tersebut tidak hanya berkaitan dengan penguasaan keterampilan teknis. Siswa juga mendapatkan pengalaman lapangan, kemampuan bekerja, serta pembentukan karakter yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.
Baca juga: Bawa Kecap Ikan dan Alat Lab Kampus, HMTK ITN Malang Sukses Bikin Siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Penasaran
POS AHASS TEFA SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen telah beroperasi sejak November 2019 dengan konsep Bengkel Mitra AHASS. Pada Oktober 2024, statusnya berkembang menjadi POS AHASS TEFA berdasarkan petunjuk teknis PT AHM.
Setelah melalui proses pengembangan dan pendampingan, fasilitas tersebut kemudian diresmikan secara langsung oleh PT AHM pada September 2026.
Dalam operasionalnya, siswa TSM tidak hanya berlatih di dalam bengkel sekolah. Mereka juga terlibat dalam pelayanan konsumen, termasuk sebagai front desk dan mekanik. Tiga siswa yang bertugas sebagai mekanik telah mengantongi sertifikasi Honda.
Sementara itu, MPM Basuki Rahmat Malang menjadi pendamping POS AHASS TEFA. Mekanik dari pihak MPM bertugas sebagai PIC, Service Advisor, sekaligus Final Inspection dengan sertifikasi mekanik tingkat 3.
Technical Service Division Head PT MPM M Bondan Priyoadi mengatakan, pengalaman menghadapi konsumen menjadi salah satu pembelajaran penting yang diperoleh siswa melalui fasilitas tersebut.
“Yang akan dihadapi murid bukan masalah teknis, tetapi penerapan bisnis bengkel. Yang lebih menarik adalah pengalaman dalam melayani keluhan konsumen dan memberikan kepuasan kepada masyarakat,” kata Bondan.
Baca juga: SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Juara 2 Virtual Safety Riding Camp 2021
Ahmad Muhibbuddin mengatakan, keberadaan POS AHASS TEFA di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen juga menjadi sarana transfer pengetahuan dari industri kepada sekolah.
“Tujuan kami datang ini tidak hanya sekadar meresmikan, tetapi sarana untuk memotivasi sekolah dalam memperoleh transfer knowledge dari industri dalam mewujudkan lulusan yang siap masuk dunia kerja melalui pembiasaan belajar nyata di Bengkel POS AHASS TEFA,” ujarnya.
Selain penguatan pembelajaran, perjalanan POS AHASS TEFA juga menjadi bagian dari pengembangan sarana pendidikan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Gedung bengkel yang sebelumnya berstatus sewa kini telah dibeli dan menjadi aset tetap Persyarikatan Muhammadiyah.
Dengan fasilitas tersebut, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen memperkuat pembelajaran Teaching Factory yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman kerja dengan standar industri sekaligus mengembangkan keterampilan teknis dan pelayanan konsumen sebelum memasuki dunia kerja.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































