MALANG, Tugumalang.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat sebanyak 163 suspek campak selama periode Januari hingga Maret 2026. Untuk mencegah penyebaran lebih luas, Dinkes Kabupaten Malang mempercepat pelaksanaan imunisasi Measles (campak) dan Rubella (campak Jerman) atau imunisasi MR, baik dosis pertama maupun dosis kedua.
Administrator Kesehatan Ahli Madya Dinkes Kabupaten Malang, Suyatno, mengatakan pihaknya menargetkan sebanyak 87.279 balita mendapatkan imunisasi MR pada tahun ini. Namun hingga Maret 2026, capaian imunisasi baru menyentuh 16,7 persen dari total target.
“Kami menggandeng Tempat Mandiri Praktik Bidan dan RS swasta dalam percepatan ini,” ujar Suyatno, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Kasus Campak Meningkat, Warga Diimbau Jaga Kontak Fisik Anak Selama Lebaran 2026
Capaian Imunisasi MR Masih 16,7 Persen
Dalam tiga bulan pertama tahun ini, tercatat sebanyak 7.231 anak telah menerima dosis pertama imunisasi MR 1. Sementara itu, sebanyak 7.343 anak telah memperoleh dosis kedua.
Total balita yang sudah mendapatkan imunisasi, baik dosis pertama maupun dosis kedua, mencapai 14.574 anak atau 16,7 persen dari target tahunan. Sebagai perbandingan, sebanyak 63.106 balita telah mendapatkan imunisasi MR sepanjang tahun 2025.
Fokus Anak Zero Dose dan Drop Out
Suyatno menegaskan, pihaknya saat ini memprioritaskan anak zero dose, yakni anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali.
Selain itu, Dinkes Kabupaten Malang juga memberi perhatian khusus kepada anak drop out, yaitu anak yang tidak melanjutkan rangkaian imunisasi dasar lengkap.
“Kami melakukan sweeping by name by address dan mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran imunisasi,” kata Suyatno.
Baca juga: Balita Suspek Campak Bermunculan, Pemkot Malang Masifkan Imunisasi
Penyelidikan Epidemiologi Tiap Kasus Suspek
Apabila seorang anak dinyatakan sebagai suspek campak, Dinkes Kabupaten Malang akan langsung melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) pada setiap kasus yang ditemukan.
Petugas juga mengambil spesimen dari setiap suspek untuk dilakukan konfirmasi laboratorium guna memastikan apakah pasien benar menderita campak.
Agar penularan tidak meluas, petugas melakukan pelacakan kontak serta pemeriksaan kasus di sekitar suspek. Balita yang diduga menderita campak juga diminta menjalani isolasi agar virus tidak menular kepada orang lain.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























