Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Jangan Paksa Anak Berbagi, Pahami Konsep Kepemilikan Balita agar Anak Tidak Kehilangan Batasan Diri

Redaksi by Redaksi
April 14, 2026 5:09 pm
in Tips
Ilustrasi anak-anak yang berebut mainan. (Foto: Pinterest)

Ilustrasi anak-anak yang berebut mainan. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Menyaksikan balita yang menangis kencang saat mainannya diambil oleh teman sebaya sering kali membuat orang tua merasa malu atau tidak enak hati.

Respons spontan yang biasanya muncul adalah menyuruh anak untuk segera berbagi. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa memaksa anak berbagi sebelum anak siap secara sosial justru dapat menghambat perkembangan psikologis mereka.

READ ALSO

Promosi dari Mulut ke Mulut Tetap Efektif bagi UMKM

Jalur Angkot ke Kawasan Kampus di Kota Malang, Ini Trayek yang Melayani UB, UM, Polinema, dan UIN

Berdasarkan studi yang dimuat dalam PubMed Central, anak usia 2 hingga 3 tahun sebenarnya sedang berada dalam fase penting perkembangan kognitif, yaitu memahami konsep kepemilikan (ownership).

Baca Juga: Laka Maut di Embong Kembar Kota Batu Renggut Nyawa Ibu, Balitanya Selamat

Pada fase ini, anak baru saja menyadari bahwa ada batasan antara dirinya, orang lain, dan benda-benda di sekitarnya.

Memahami Batasan Sebelum Berbagi

Menurut artikel dari Great Kids Inc, berbagi bukanlah sekadar perilaku sosial, melainkan sebuah tonggak perkembangan (developmental milestone). Sebelum seorang anak bisa berbagi secara ikhlas, ia harus merasa aman dengan apa yang ia miliki.

Penelitian dalam jurnal PubMed Central juga menyoroti bahwa anak-anak mulai memahami keadilan seiring bertambahnya usia. Namun, di usia balita, dunia mereka masih bersifat egosentris.

Memaksa mereka melepaskan mainan secara mendadak dapat mengirimkan pesan yang keliru. Anak akan belajar bahwa kebutuhan orang lain selalu lebih penting daripada kebutuhannya sendiri, atau lebih buruk lagi, mereka merasa orang tua tidak berada di pihak mereka untuk melindungi haknya.

Lalu, Bagaimana Seharusnya Orang Tua Bersikap?

Daripada memaksa, para ahli menyarankan pendekatan yang lebih edukatif untuk membangun empati dan batasan yang sehat (boundaries). Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Validasi Perasaan Anak

Langkah pertama bukan langsung menyelesaikan masalah, melainkan mengenali emosi anak. Gunakan kalimat seperti, “Kamu merasa kesal ya mainannya diambil?”. Dengan menamai perasaan tersebut, anak merasa didengar dan dipahami bahwa perasaan mereka valid.

Baca Juga: MBG untuk Ibu Hamil dan Balita di Kota Malang Masih Minim, Dinsos Tunggu Juknis Pusat

2. Menjadi Penengah yang Objektif

Daripada menghakimi, orang tua bisa membantu menyampaikan situasi secara tenang kepada anak lain yang ingin meminjam. Misalnya, dengan mengatakan, “Ini mainan dia.

kalau kamu mau pinjam, kamu bisa minta izin dulu ya.” Langkah ini mengajarkan konsep konsen (consent) dan rasa hormat terhadap hak orang lain secara objektif.

3.Mengajarkan Self-Advocacy

Gunakan momen konflik sebagai sarana latihan berbicara. Ajari anak untuk merangkai kata agar mereka bisa membela dirinya sendiri. Contohnya, “Coba bilang ke temanmu: ‘Itu milikku, tolong kembalikan ya’.”

Ini membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang berani menyatakan batasan tanpa harus merasa bersalah.

Dukungan Orang Tua adalah Kunci

Membela hak anak atas mainannya bukan bentuk memanjakan anak. Sebaliknya, ini adalah cara orang tua memberikan dukungan moral dan mengajarkan bahwa setiap orang berhak memiliki batasan.

Ketika anak merasa hak miliknya dihormati dan didukung oleh orang tuanya, mereka justru akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih aman secara emosional.

Pada akhirnya, rasa aman inilah yang akan membuat mereka lebih mudah untuk berbagi secara sukarela di masa depan, tanpa rasa takut kehilangan.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Maura Sampetoding/ Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: Balitaedukasi anakParentingPerkembangan AnakPsikologi Anaktips orang tua

Related Posts

Promosi dari Mulut ke Mulut Tetap Efektif bagi UMKM
Tips

Promosi dari Mulut ke Mulut Tetap Efektif bagi UMKM

Jumat, 17 Jul 2026
Jalur Angkot ke Kawasan Kampus di Kota Malang, Ini Trayek yang Melayani UB, UM, Polinema, dan UIN
Tips

Jalur Angkot ke Kawasan Kampus di Kota Malang, Ini Trayek yang Melayani UB, UM, Polinema, dan UIN

Jumat, 17 Jul 2026
Ilustrasi edukasi finansial, menghitung pengeluaran harian. (Foto: Pinterest)
Tips

Sering Diabaikan, 7 Kebiasaan Kecil Berdampak pada Kondisi Finansial Anda

Jumat, 17 Jul 2026
Mengenal Impulse Buying, Saat Keinginan Mengalahkan Kebutuhan
Tips

Mengenal Impulse Buying, Saat Keinginan Mengalahkan Kebutuhan

Kamis, 16 Jul 2026
Jangan Cuma Cek Kedaluwarsa, Ini Cara Membaca Label Gizi pada Makanan Kemasan
Tips

Jangan Cuma Cek Kedaluwarsa, Ini Cara Membaca Label Gizi pada Makanan Kemasan

Rabu, 15 Jul 2026
Ilustrasi perilaku konsumen, yaitu membandingkan suatu produk dengan produk lain berdasarkan kondisi ekonomi dan pengalaman. (Foto: Pinterest)
Tips

Mengapa Pelaku Usaha Perlu Memahami Perilaku Konsumen, Bukan Sekadar Menjual Produk?

Rabu, 15 Jul 2026
Next Post
Illustrasi perbedaan dari toner essence dan serum. (Foto: Pinterest)

Masih Bingung Toner, Essence, dan Serum? Ini Fungsi dan Urutan yang Tepat

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.