Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Kebiasaan Sederhana untuk Melatih Rasa Ingin Tahu dan Mengurangi Ketergantungan pada Gadget

Redaksi by Redaksi
April 10, 2026 7:29 am
in Tips
Ilustrasi anak yang sedang berfikir tanpa menggunakan gadget sebagai jawab instan. (Foto: Pinterest @Josie Paman)

Ilustrasi anak yang sedang berfikir tanpa menggunakan gadget sebagai jawab instan. (Foto: Pinterest @Josie Paman)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Di era digital saat ini, handphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang mengandalkan gadget untuk mencari informasi, berkomunikasi, bahkan mengisi waktu luang.

Namun, jurnalis sekaligus pembuat film Nayeema Raza melihat adanya fenomena yang cukup mengkhawatirkan. Dalam bincang singkatnya di panggung TED berjudul 3 Habits to Practice Curiosity — and Escape Your Phone, Raza menyoroti sebuah kejadian yang mungkin sering dialami banyak otang.

READ ALSO

Tanda-Tanda Burnout pada Mahasiswa, Jangan Anggap Sekadar Lelah Biasa

5 Rekomendasi Buket Kawat Bulu di Malang, Cocok untuk Hadiah Wisuda hingga Ulang Tahun

Terkadang ada orang yang merasa sangat terhubung di dunia maya, namun justru merasa asing dan terdistraksi saat berada di dunia nyata.

Baca Juga: Upgrade Kompetensi Guru, Dinas Pendidikan Kota Batu Perluas Digitalisasi Pendidikan di Jenjang SD

Raza mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada gawai secara perlahan-lahan mengikis kemampuan manusia untuk fokus dan berempati di dunia nyata. Yang lebih penting lagi, orang cenderung menjadi malas berpikir karena segala jawaban seolah sudah tersedia di depan mata.

Untuk itu Raza memaparkan tiga langkah kecil untuk melatih curiosity atau rasa ingin tau dan mengurangi penggunaan gedget yang bisa dipraktikkan setiap hari:

1. Berhenti Sejenak (The Power of Pause)

Kebiasaan pertama adalah melatih jeda. Seringkali, orang membuka ponsel bukan karena butuh, melainkan karena refleks otomatis. Raza menyarankan untuk memberikan waktu atau jeda setidaknya satu detik sebelum memutuskan untuk menyalakan layar.

Satu detik mungkin terdengar sepele, namun jeda singkat ini memberi ruang bagi otak untuk sadar sepenuhnya. Jeda ini akan membantu kita bertanya pada diri sendiri “Apakah aku benar-benar perlu mengecek notifikasi sekarang, atau hanya sedang merasa bosan?” Latihan ini akan perlahan mengambil alih kendali atas perhatian kita sendiri.

2. Rasa Penasaran (Wonder)

Di zaman serba instan, manusia cenderung takut terhadap ketidaktahuan. Saat lupa nama aktor dalam sebuah film atau penasaran tentang suatu fakta sejarah, jempol seketika akan bergerak di mesin pencari. Raza memberikan tantangan untuk melakukan hal sebaliknya yakni dengan menikmati rasa tidak tahu.

Baca Juga: Kuliah Tamu Internasional ITN Malang Bahas Masa Depan AI dan Teknologi Digital

‘Cobalah untuk tidak langsung mencari jawaban di Google’ kata Raza. Biarkan pertanyaan itu menggantung di kepala. Proses menebak-nebak dan membiarkan imajinasi bekerja justru merupakan cara terbaik untuk mengasah kreativitas. Dengan menikmati proses berpikir, seseorang bisa membangun kembali ketajaman mental yang sering tumpul akibat informasi instan.

3. Keberanian untuk Bertanya Langsung (Ask)

Langkah terakhir, kembalilah pada interaksi yang paling dasar yakni bertanya kepada orang lain secara langsung di dunia nyata.

Alih-alih mengandalkan ulasan internet, cobalah untuk berdiskusi langsung. Bertanya kepada teman atau bahkan orang asing bukan hanya soal mendapatkan informasi, tetapi soal membangun koneksi.

Raza menekankan bahwa kehadiran secara utuh dalam sebuah percakapan jauh lebih berharga daripada sekadar data yang akurat. Dengan bertanya langsung akan membuka peluang untuk melihat sudut pandang yang berbeda, merasakan nada bicara, dan memahami emosi lawan bicara. Dan hal ini merupakan sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh layar ponsel manapun.

Melalui tiga langkah sederhana ini, Raza mengingatkan bahwa menjadi manusia berarti berani untuk hadir sepenuhnya, berani untuk merasa penasaran, dan berani untuk terhubung secara langung.

Karena kebahagiaan sejati tidak ditemukan di dalam aplikasi, melainkan dalam momen-momen saat seseorang benar-benar hadir di dunia nyata.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: CuriosityGadgetliterasi digitalNayeema Razaself developmentTED

Related Posts

Tanda-Tanda Burnout pada Mahasiswa, Jangan Anggap Sekadar Lelah Biasa
Tips

Tanda-Tanda Burnout pada Mahasiswa, Jangan Anggap Sekadar Lelah Biasa

Sabtu, 18 Jul 2026
5 Rekomendasi Buket Kawat Bulu di Malang, Cocok untuk Hadiah Wisuda hingga Ulang Tahun
Tips

5 Rekomendasi Buket Kawat Bulu di Malang, Cocok untuk Hadiah Wisuda hingga Ulang Tahun

Sabtu, 18 Jul 2026
Promosi dari Mulut ke Mulut Tetap Efektif bagi UMKM
Tips

Promosi dari Mulut ke Mulut Tetap Efektif bagi UMKM

Jumat, 17 Jul 2026
Jalur Angkot ke Kawasan Kampus di Kota Malang, Ini Trayek yang Melayani UB, UM, Polinema, dan UIN
Tips

Jalur Angkot ke Kawasan Kampus di Kota Malang, Ini Trayek yang Melayani UB, UM, Polinema, dan UIN

Jumat, 17 Jul 2026
Ilustrasi edukasi finansial, menghitung pengeluaran harian. (Foto: Pinterest)
Tips

Sering Diabaikan, 7 Kebiasaan Kecil Berdampak pada Kondisi Finansial Anda

Jumat, 17 Jul 2026
Mengenal Impulse Buying, Saat Keinginan Mengalahkan Kebutuhan
Tips

Mengenal Impulse Buying, Saat Keinginan Mengalahkan Kebutuhan

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Illustrasi madu lokal Indonesia. (Foto: Pinterest)

7 Jenis Madu Lokal Indonesia yang Kaya Manfaat, Wajib Tahu!

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.