Malang, Tugumalang.id – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang berlangsung semarak di halaman Balai Kota Malang pada Rabu (1/4/2026). Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengobarkan semangat seluruh elemen masyarakat untuk bergerak maju bersama menuju Kota Malang Mbois Berkelas.
Upacara peringatan HUT Kota Malang yang berlangsung kidmat tersebut turut dihadiri pimpinan Forkopimda Malang Raya dan jajaran, komunitas masyarakat hingga para mantan Wali Kota Malang periode sebelumnya.
Dalam kesempatannya, Wahyu Hidayat menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Kota Malang yang telah memasuki usia lebih dari satu abad sejak resmi berdiri pada 1 April 1914. Kota Malang telah bergerak menjadi kota yang berkarakter tangguh, adaptif dan penuh daya cipta.
Baca juga: Logo HUT Kota Malang ke-112, Visualkan Sejarah dan Arah Pembangunan
Mengusung tema “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas”, Wahyu menegaskan bahwa peringatan HUT bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan komitmen untuk terus bergerak maju. Tema ini mencerminkan semangat menembus batas, menuntaskan program pembangunan dan memperkuat identitas Kota Malang sebagai kota yang kreatif dan berdaya saing.
Menurutnya, tantangan ke depan akan semakin kompleks. Mulai dari dinamika global hingga perkembangan perkotaan. Untuk itu, dibutuhkan langkah cepat, tepat dan terukur dalam menghadapi berbagai perubahan.
“Semangat melintas adalah keberanian menembus batas inovasi dan teknologi. Bergerak tuntas berarti komitmen menyelesaikan program secara akuntabel,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wahyu juga menyoroti upaya penguatan identitas daerah melalui perancangan busana khas Kota Malang. Busana tersebut mengangkat unsur lokal seperti Tugu Malang, bunga teratai hingga motif batik kawung dari biji kopi, yang dipadukan dengan sentuhan estetika klasik.
“Ini menjadi simbol harmoni antara budaya lokal dan sejarah, sekaligus memperkuat citra Kota Malang sebagai kota heritage yang mbois dan berkelas,” jelasnya.
Dari sisi pembangunan, Wahyu memaparkan sejumlah capaian positif Kota Malang sepanjang 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat mencapai 85,55, angka kemiskinan turun menjadi 3,85 persen, tingkat pengangguran berada di angka 5,69 persen dan pertumbuhan ekonomi tumbuh 5,92 persen.
Tak hanya itu, Kota Malang juga menorehkan berbagai prestasi, mulai dari tingkat internasional hingga regional. Di antaranya sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO bidang Media Arts dan penghargaan di bidang kualitas udara dan pariwisata.
Baca juga: Komitmen Penanganan Sampah Berkelanjutan, Wali Kota Malang Tandatangani PKS PSEL Malang Raya
Meski demikian, Wahyu menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Justru, hal itu harus menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Hasil pembangunan harus benar benar dirasakan masyarakat, tidak hanya tercermin dari angka dan penghargaan,” katanya.
Wahyu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat rasa memiliki terhadap Kota Malang dan bersama sama mewujudkan kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga unggul dalam karakter dan budaya.
“Dengan semangat Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas, mari kita lanjutkan karya terbaik untuk Kota Malang tercinta,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko:





























