MALANG, Tugumalang.id – Sebagian besar wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang termasuk wilayah yang memasuki musim kemarau pada April 2026 minggu ketiga. Puncak musim kemarau di Kabupaten Malang diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus dan September 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno mengatakan wilayah Jawa Timur, termasuk Malang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena adanya potensi penguatan fenomena El Nino yang dapat menyebabkan kondisi cuaca jauh lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Informasi ini merupakan peringatan dini atau early warning agar para pemangku kepentingan dan masyarakat dapat melakukan aksi dini guna meminimalkan risiko bencana kekeringan,” ujar Anung, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Pemkot Batu Optimistis Perolehan Pajak hingga Retribusi Parkir Melonjak hingga 30 Persen
Karakteristik kemarau tahun 2026 ini lebih kering, sifat hujan selama musim kemarau diprediksi masuk kategori bawah normal. Hal ini dipicu oleh peluang penguatan El Nino sebesar 50-60 persen pada pertengahan hingga akhir tahun.
Durasi kemarau pun diperkirakan cukup lama, dengan rentang waktu berkisar antara 16 hingga 24 dasarian atau sekitar lima hingga delapan bulan di berbagai zona. Wilayah Malang termasuk dalam 53 ZOM di Jawa Timur yang mengalami puncak kekeringan paling intens.
Beberapa kecamatan yang diprakirakan memasuki awal musim kemarau pada Bulan April yakni Kecamatan Bantur, Donomulyo, Kalipare dan Pagak. Pada Bulan Mei yakni Kecamatan Bululawang, Dampit, Dau, Gedangan, Gondanglegi, Jabung, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Ngantang, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Singosari, Sumbermanjing, Sumberpucung, Tajinan, Tirtoyudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak dan Wonosari. Sedangkan pada Bulan Juni yakni Kecamatan Ampelgading.
Berdasarkan hasil kajian risiko bencana, terdapat 22 Kecamatan di Kabupaten Malang yang termasuk dalam daerah risiko Kekeringan. Lalu terdapat 26 kecamatan yang masuk dalam daerah risiko kebakaran hutan dan lahan.
Baca Juga: Wajib Simpan! Daftar Nomor Penting Kabupaten Malang Selama Momen Mudik Lebaran 2026
BMKG merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk menghadapi potensi kemarau kering di Kabupaten Malang yakni pada sektor pertanian dan pangan agar segera menyesuaikan kalender tanam dan beralih ke varietas tanaman yang tahan kekeringan atau berumur pendek seperti palawija untuk menghindari risiko gagal panen.
“Optimalkan pemanfaatan lahan dengan diversifikasi tanaman hortikultura,” kata Anung.
Langkah lain yang bisa diambil adalah “panen air hujan” di sisa periode musim hujan untuk mengisi waduk, embung, atau tandon air sebagai cadangan konsumsi dan irigasi. Masyarakat juga diimbau agar menggunakan air secara bijak dan efisien untuk keperluan sehari-hari.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























