Tugumalang.id – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengganjar penghargaan Kota Batu atas kontribusinya mewujudkan ketahanan pangan di Jawa Timur. Penghargaan itu diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto.
Penghargaan itu diberikan dalam sesi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Jawa Timur yang dipimpin Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bertempat di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Kamis (26/2/2025).
Baca Juga: Gubernur Jatim Sebut Lonjakan Harga Beras Terjadi Akibat HET Beras Medium Naik dan Distribusi SPHP Minim
Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi secara khusus kepada Kota Batu sebagai salah satu daerah yang mendukung suksesnya program ketahanan pangan Presiden Prabowo.
Kota Batu dinilai memiliki lumbung pangan yang luas dan berkontribusi dalam menjaga ketersediaan stok beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Kanwil Jawa Timur yang tercatat sebanyak 822.854 ton per Februari 2026.
Khofifah juga meminta seluruh Bupati/Wali Kota bersama Satgas Pangan untuk memantau secara ketat pergerakan harga bahan pokok penting (bapokting) di wilayah masing-masing, khususnya komoditas beras, guna menghindari lonjakan harga yang signifikan.
Selain itu, forum ini diharapkan menjadi ajang koordinasi efektif dalam mempermudah distribusi bahan pokok di lapangan agar pasokan tetap terjaga dan stabil.
Sementara itu, berdasarkan paparan peta sebaran surplus–defisit komoditas strategis tahun 2025, Kota Batu tercatat surplus pada bawang merah dan cabai merah, yang menjadi kekuatan daerah dalam mendukung ketahanan pangan regional.
Baca Juga: Gubernur Jatim Sebut Lonjakan Harga Beras Terjadi Akibat HET Beras Medium Naik dan Distribusi SPHP Minim
Meski demikian, terdapat beberapa komoditas seperti cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras yang masih perlu mendapat perhatian, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Sementara, Wawali Heli Suyanto menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu untuk terus mengoptimalkan peran TPID dalam menjaga stabilitas harga melalui pemantauan stok dan distribusi, serta memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna memastikan ketersediaan pasokan tetap aman.
Dalam sesi TP2DD, turut disampaikan bahwa Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kota Batu per Semester II Tahun 2025 mencapai 99,3 persen.
Capaian ini mencerminkan komitmen kuat Pemkot Batu dalam mendorong digitalisasi transaksi daerah, meningkatkan transparansi, serta memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel dan efisien.
Melalui sinergi TPID dan TP2DD, Pemerintah Kota Batu optimistis mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung transformasi digital demi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























