Tugumalang.id – Rencana revitalisasi Pasar Besar Kota Malang dipastikan batal terlaksana di tahun 2026 ini. Kementerian PU RI belum menyetujui rencana revitalisasi pasar itu lewat APBN lantaran masih ada penolakan dari sebagian pedagang.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan bahwa pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Kementerian PU di Jakarta.
Baca Juga: Diskopindag Sebut Pembangunan Pasar Besar Kota Malang Sekaligus Untuk Penertiban
Secara administrasi, seluruh persyaratan revitalisasi Pasar Besar yang ditetapkan Kementerian PU, menurutnya telah terpenuhi semua. Namun soal penolakan pedagang, menjadi pertimbangan besar Kementerian PU.

“Masih ada hal yang perlu diselesaikan, yaitu ada beberapa pedagang yang masih belum sepakat pasar dibangun,” ungkapnya, Jumat (16/1/2026).
Eko belum bisa memastikan berapa persen pedagang yang belum sepakat atau menolak revitalisasi Pasar Besar. Yang pasti, ia menyebut adanya penolakan pedagang itu berdampak pada belum bisa terlaksananya revitalisasi di tahun 2026 ini.
Baca Juga: Sejarah Perkembangan Pasar Besar Kota Malang Sejak Era Kolonial Belanda
“Bisa dikatakan itu (penolakan pedagang) sebagai salah satu faktornya. Jadi tahun ini belum bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan para pedagang yang tak sepakat revitalisasi Pasar Besar juga menjadi instruksi sekaligus PR Pemkot Malang
Ia menargetkan di tahun 2026 ini, masyarakat luas termasuk pedagang benar benar bisa memahami bahwa rencana revitalisasi Pasar Besar Kota Malang benar benar untuk tujuan perbaikan agar lebih layak dan nyaman bagi pengunjung.
“Kita harus memahami semua bahwa kondisi Pasar Besar sudah memprihatinkan, apalagi saat hujan dan lain sebagainya. Ini kepentingan masyarakat luas” kata dia.
Meski Pasar Besar merupakan aset milik Pemkot Malang, Eko memastikan tak akan melakukan tindakan agresif terhadap pedagang yang tak sepakat revitalisasi. Ia menekankan, pendekatan humanis lebih penting untuk dilakukan.
“Mari buka hati dan pikiran untuk melihat kepentingan masyarakat Kota Malang,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























