Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Sejarah Perkembangan Pasar Besar Kota Malang Sejak Era Kolonial Belanda

Redaksi by Redaksi
Februari 1, 2025 4:19 pm
in News
Pasar Besar kota Malang

Pasar Besar Kota Malang tempo dulu (dok.)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Pasar Besar Kota Malang memiliki sejarah perkembangan yang erat kaitannya dengan masyarakat berbagai etnis di Malang. Pasar ini sudah menjadi pusat perdagangan sejak era kolonial Belanda.

Pemerhati Sejarah dan Budaya Kota Malang, Agung Buana mengatakan bahwa Pasar Besar Kota Malang dahulu merupakan pasar swasta atau pasar partikelir yang dikelola masyarakat etnis Tionghoa hingga tahun 1919.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Lalu sekitar tahun 1920an, Pemerintah Kota Praja Malang diminta membuat pasar sentra perdagangan tingkat kota. Rencananya, akan dibangun di sekitar Pasar Splendid. Karena ada perbedaan pendapat maka rencana lokasinya diganti. Pedagang Tionghoa dan pedagang Arab mengusulkan lokasi di Pasar Pecinan.

“Pedagang Tionghoa dan Arab menawarkan sumbangan pendanaan sekitar 20 ribu golden kepada Pemerintah Praja Malang. Namun saat itu pemerintah Belanda tidak mau menerimanya dan membangun Pasar Pecinan. Jadi dulu pertama namanya Pasar Pecinan,” jelasnya.Pasar Besar Kota Malang Era Kolonial Belanda.

Pasar itu mulai dibangun pada tahun 1920 dan selesai pada 1924. Anggaran pembangunan pasar ini sekitar 547 ribu golden. Saat itu, Pasar Besar masih 1 lantai. Pasar ini kemudian berkembang menjadi pasar umum dengan berbagai dagangan seperti sayuran, buah buahan, makanan, daging, ayam, pakaian dan lainnya.

Lalu pada 1938, pasar ini dikembangkan lagi dengan pembangunan berstruktur beton. Bahkan pemerintah Belanda juga membangun terminal angkutan orang dan barang di belakang pasar ini.

Setelah itu, pemerintah Belanda juga membangun sejumlah pasar lain. Seperti Pasar Bunul, Pasar Kebalen, Pasar Oro Oro Dowo, Pasar Embong Brantas dan Pasar Lowokwaru.

“Tentu pendapatan terbesar pemerintah ya dari Pasar Besar ini. Pertahun rata rata 100 ribu golden. Jadi memang pergerakan ekonominya paling kencang,” ucapnya.

Berkembangnya waktu, Pasar Besar Kota Malang ini kembali dibangun menjadi 2 lantai pada tahun 1973. Lalu tahun 1985 terbakar dan direnovasi menjadi 4 lantai pada 1989. Terakhir, pasar ini direvitalisasi pada 1991. Kemudian mengalami kebakaran lagi pada 2003, 2014 dan 2016.

Kini, Pemerintah Kota Malang kembali menggulirkan rencana revitalisasi Pasar Besar Kota Malang. Jika jadi direvitalitasi, Agung berharap pasar yang berusia lebih dari 100 tahun ini nantinya ada sentuhan heritage atau nuansa masa lalunya.

“Namun dari segi fungsi, tentu perlu memperhatikan perkembangan masa kini. Pasar tak hanya untuk berdagang atau jual beli lagi, tapi perlu ada sisi interaksi sosial atau ruang publik. Entah untuk pertunjukan seni budaya atau lainnya,” kata Agung.

“Pasar harus multi fungsi. Di era Belanda dulu biasa di pasar itu ada pertunjukan tayub, ledek sampai pertunjukan sulap,” sambungnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Malang juga harus bisa mendorong agar para pedagang pasar rakyat terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Sehingga, semua kalangan masyarakat mau dan tertarik untuk datang ke pasar.

“Penjualan tradisional harus tetap ada. Berikan sentuhan yang mampu menghidupkan pasar sampai 24 jam. Karena di Malang itu punya aktivitas ekonomi yang tak ada hentinya,” tuturnya.

“Jadi nanti anak anak muda mau datang ke pasar mesti tak beli sayuran. Karena pasarnya bersih, modern dan menarik,” tandasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko

Tags: Era Kolonial BelandaPasar Besar Kota MalangPasar Besar Kota Malang Tempo DuluSejarah Pasar Besar Kota Malang

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
ketahanan pangan

Dukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Malang, Kementerian Pertanian RI Akan Bantu Peralatan hingga Pupuk

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.