Malang – Persoalan banjir masih menjadi perhatian serius. Usai pembangunan sistem drainase di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) melalui APBD Pemprov Jatim, Pemerintah Kota Malang mewacanakan pembangunan bozem atau penampung air skala besar di wilayah Kota Malang sebagai langkah lanjutan penanganan banjir.
Kepala DPUPR-PKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa rencana bozem tersebut akan dibangun di kawasan Jalan Bondowoso dengan skala mini. Namun demikian, detail ukuran maupun kapasitasnya masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut sebelum direalisasikan.
“Mini bozem di Jalan Bondowoso ini nanti akan menampung air sebelum masuk ke saluran baru. Untuk kapasitasnya kami lihat dulu kondisi teknisnya,” kata Dandung, Rabu (14/1/2026).

Baca juga: Pemkot Malang Janji Bangun Sudetan untuk Atasi 39 Titik Banjir
Menurutnya, pembangunan bozem ini menjadi bagian dari program National Urban Flood Resilience Project (NUREP) yang didukung pendanaan Bank Dunia senilai Rp 145 miliar untuk penanganan banjir di Kota Malang.
Dandung menjelaskan, proyek tersebut saat ini masih dalam proses lelang oleh pemerintah pusat guna menentukan pelaksana pembangunan. Ia memproyeksikan penentuan pemenang lelang dilakukan sekitar Maret 2026, dengan target penyelesaian pekerjaan pada awal 2027.
Bozem dan Penguatan Drainase Kawasan Bondowoso
Pembangunan mini bozem tersebut diproyeksikan mampu mengurai persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi di wilayah Galunggung, Bareng, IR Rais, Langsep, dan sekitarnya.
Selain pembangunan bozem, dana dari Bank Dunia itu juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat sistem saluran air di kawasan Jalan Bondowoso. Penguatan saluran ini diharapkan dapat mengalirkan luapan air secara optimal menuju Sungai Metro.
“Ini akan menggunakan lokasi yang sebelumnya dipakai jacking. Jackingnya nanti akan kami bongkar, ganti pakai box culvert,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























