Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Ketua DPRD Kota Malang Gagas Konektivitas DKM-Kayutangan Jadi Kawasan Wisata

Redaksi by Redaksi
Desember 27, 2025 2:48 pm
in Pemerintahan
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnaggani Sirraduhita menghadiri pertunjukan Wayang Topeng Panji Laras di DKM. (Foto/M Sholeh)

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnaggani Sirraduhita menghadiri pertunjukan Wayang Topeng Panji Laras di DKM. (Foto/M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraruhita menggagas pengembangan potensi seni budaya di Kota Malang.

Salah satunya dengan gagasan mengoneksikan gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) dan Kayutangan Heritage menjadi kawasan wisata terintegrasi.

READ ALSO

Bupati Malang Anggarkan Rp6 Miliar untuk Perluas Pasar Turen Usai Kebakaran

DPRD Kota Batu Setujui Raperda APBD 2025, Kebocoran PAD Jadi Sorotan

Integrasi DKM dan Kayutangan Heritage diproyeksikan bisa menjadi titik balik kebangkitan seni budaya di Kota Malang. Selain pelestarian seni budaya, integrasi itu diharapkan mampu memberikan dampak bagi kesejahteraan pelaku seni budaya di Kota Malang.

Baca Juga: DPRD Kota Malang Evaluasi Penanganan Banjir Kota Malang

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraruhita memandang bahwa kawasan Kayutangan Heritage telah menjadi destinasi yang kerap terjadi kepadatan bahkan membuat jenuh. Ia menyebut, icon wisata baru di jantung kota itu tak boleh kehilangan daya tariknya.

Pertunjukan seni budaya khas Malang di DKM. (Foto/M Sholeh)
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnaggani Sirraduhita menghadiri pertunjukan Wayang Topeng Panji Laras di DKM. (Foto/M Sholeh)

“Jangan sampai Kayutangan Heritage yang animonya baik itu menjadi titik jenuh. Lokasinya pendek dan memang crowded sekali.

Jangan sampai kemudian kehilangan daya tarik, orang tak tertarik untuk datang lagi karena nggak bisa menikmati apa sih yang sebetulnya bisa kita nikmati di Kayutangan Heritage,” ungkapnya.

Baca Juga: Tren Pendapatan Daerah Menurun, DPRD Kota Malang Minta Optimalisasi PAD Tak Bebani Masyarakat

Sementara di balik Kayutangan, Amithya melihat terdapat rumah para pelestari seni budaya yakni DKM yang terletak di Jalan Majapahit. Di sana, para seniman, budayawan hingga aktor sanggar sanggar budaya banyak melakukan aktivitas seni budaya.

Lokasi DKM sangat strategis dan tak jauh dari Kayutangan Heritage. Bahkan hanya perlu berjalan kaki untuk menuju DKM jika wisatawan ada di Kayutangan Heritage. Bagi Amithya, DKM adalah potensi besar untuk pengembangan pariwisata Kota Malang.

Pertunjukan seni budaya khas Malang di DKM. (Foto/M Sholeh)
Pertunjukan seni budaya khas Malang di DKM. (Foto/M Sholeh)

“Saya sudah sampaikan kepada Pak Wali Kota bahwa sebetulnya kita tuh punya banyak sekali potensi. DKM ini kan posisinya dekat sama Kayutangan Heritage, saya sempat sampaikan bahwa seharusnya ini bisa menjadi satu kesatuan dengan Kayutangan Heritage,” ucapnya.

Koneksi DKM yang terintegrasi dengan Kayutangan Heritage menurutnya bisa menjadi destinasi besar. Pertunjukan seni budaya di DKM harus punya jadwal reguler dan dikampanyekan masif. Kalau perlu, pihaknya siap mendukung pemugaran atau pembangunan gedung DKM agar bisa menampung banyak wisatawan.

Jika ini direalisasikan, DKM-Kayutangan akan menjadi kawasan destinasi wisata di jantung kota yang potensial dengan kekuatan pertunjukan kekayaan seni budaya Nusantara.

“Di beberapa kota di Indonesia sudah ada itu, punya satu daya tarik seni pertunjukan misalnya kayak di Bali, Yogyakarta itu juga malah sudah punya jadwal khusus. Jadi saya berharap Malang itu juga punya itu,” tuturnya.

Apalagi menurutnya, banyak kekayaan seni budaya di Kota Malang yang tak banyak diketahui masyarakat luas karena tak terekspos. Hal ini menurutnya perlu digali dan dikembangkan.

Gagasan integrasi kawasan wisata itu tak hanya menghubungkan Kayutangan dan DKM saja. Tetapi juga berpeluang mengoneksikan destinasi lain. Misalnya bangunan heritage di Wisma Tumapel, Alun Alun Tugu Kota Malang, Balai Kota Malang hingga Stasiun Kota Malang. “Ini kan juga bisa jadi daya tarik yang bagus,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: dkmDPRD Kota Malangkayutangan heritageseni budaya Malangwisata budaya Malang

Related Posts

Bupati Malang, Sanusi (topi hitam) meninjau lahan di sekitar Pasar Turen yang terdampak kebakaran. Foto: Pemkab Malang
Pemerintahan

Bupati Malang Anggarkan Rp6 Miliar untuk Perluas Pasar Turen Usai Kebakaran

Rabu, 15 Jul 2026
DPRD Kota Batu Setujui Raperda APBD 2025, Kebocoran PAD Jadi Sorotan
Pemerintahan

DPRD Kota Batu Setujui Raperda APBD 2025, Kebocoran PAD Jadi Sorotan

Senin, 13 Jul 2026
Bupati Sanusi Dampingi Wamen PPPA Bahas Penguatan Ekonomi Hijau Berbasis Bambu di Ngantang
Pemerintahan

Bupati Sanusi Dampingi Wamen PPPA Bahas Penguatan Ekonomi Hijau Berbasis Bambu di Ngantang

Senin, 13 Jul 2026
Bapenda Kota Malang Gencar Sosialisasi dan Jemput Bola, Tren Opsen PKB dan BBNKB Meningkat
Pemerintahan

Bapenda Kota Malang Gencar Sosialisasi, Tren Opsen PKB dan BBNKB Meningkat

Jumat, 10 Jul 2026
Realisasi PBB-P2 Kota Batu Turun, Baru Capai Rp6,6 Miliar
Pemerintahan

Realisasi PBB-P2 Kota Batu Turun, Baru Capai Rp6,6 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026
Ketua DPRD Kota Batu Dorong Pejabat Sekda Baru Akselerasi Pembangunan Terpadu
Pemerintahan

Ketua DPRD Kota Batu Dorong Pejabat Sekda Baru Akselerasi Pembangunan Terpadu

Kamis, 9 Jul 2026
Next Post
Petugas bersiaga untuk mengevakuasi buaya yang muncul di Pantai Pasir Panjang. Foto: Polres Malang

Petugas Siaga Evakuasi Buaya di Pantai Pasir Panjang, Wisatawan Diminta Tak Mendekati Bibir Pantai

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.