Tugumalang.id – Perum Jasa Tirta I (PJTI) bersama mitra BUMN lain berkolaborasi bersama untuk membangun ketahanan air. Salah satunya dengan menyebar atau membangun 95 sumur resapan di 6 desa di Kabupaten Wonogiri, Solo.
Peresmian pembangunan sumur resapan tersebut dilakukan di Embung Waleng, Desa Waleng, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Rabu (3/12/2025) lalu. Selain itu mereka juga menanam 1.350 bibit pohon berbagai jenis di wilayah hulu Sungai Bengawan Solo.
Baca Juga: Ada Program Mudik Gratis Malang-Jakarta dari PJT I, Berikut Cara Daftarnya
Peresmian upaya konservasi tersebut dihadiri oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Vice Presiden Regional 1 PJT I Ganindra Adi Cahyono dan jajaran mitra BUMN lain.

Adapun, mitra BUMM yang turut andil dalam kolaborasi ini seperti Perum Perhutani, PT Angkasa Pura Indonesia, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, dan Cabang Dinas Kehutanan XI.
Vice Presiden Regional 1 PJT I Ganindra Adi Cahyono menerangkan upaya pembangunan sumur resapan ini memiliki manfaat keberlanjutan yang panjang. Utamanya dapat menghidupkan kembali mata air yang telah menyusut.
Baca Juga: Dekan FEB UNISMA Tekankan Pentingnya Inklusi dan Literasi Pasar Modal Bagi Investor Millenial
Menurutnya, upaya ini dapat membawa manfaat kesejahteraan ekonomi masyarakat dan bahkan juga bisa mengurangi debit banjir hingga keseimbangan ekosistem dan ketahanan sumber daya air.

Ia merinci jika air hujan akan semakin banyak yang meresap ke dalam tanah sehingga debit air banjir yang lewat di atas permukaan tanah bisa berkurang. ”Semakin banyak sumur resapan, semakin minim pula debit air yang lewat di permukaan tanah,” kata dia.
Dampak keberlanjutannya, lanjut dia, tentu akan membuat kualitas tanah menjadi subur, pohon-pohon tumbuh lebat, potensi erosi tanah menurun, hingga aspek ekonomi dari buah-buah yang dipanen masyarakat dari pohon yang ditanam.
”Upaya ini menjadi bagian implementasi kami dalam merealisasikan program Asta Cita Pemerintah yang kini konsen terhadap lingkungan. Saat ini memang masih hanya 5 BUMN saja, tapi ini adalah awal dari kolaborasi baik untuk masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menuturkan apresiasi atas inisiatif baik ini, terutama membawa dampak krusial terhadap lingkungan di Wonogiri masa depan. Terutama kata dia soal ketersediaan sumber daya air.
”Manfaat paling krusiall ketersediaan air kita jadi semakin tinggi yang mana ini penting bagi sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi utama masyarakat kita. Diilustrasikan, 1 pohon apukat itu dalam satu panen menghasilkan 30 kg, kalau ada sumur resapan bisa jadi 3 kali lipat,” ujarnya.
Tentu, harap dia, upaya ini dapat mendongkrak ekonomi masyarakat. Sebab itu, pihaknya akan merencanakan perluasan pembangunan sumur resapan di RPJMD tahun mendatang. Kemungkinan juga bisa diintegrasikan dengan program sumur pantai yang juga ditelurkan Pemkab Wonogiri.
”Ke depan kami akan terus mengkampanyekan program sumur resapan ini. Karena ini penting juga buat kita semua. Saya yakin program ini bukan untuk kepentingan siapa-siapa, tapi manfaatnya akan dirasakan juga oleh masyarakat,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























