Tugumalang.id – Gelaran acara Pesona Gondanglegi menyisakan permasalahan kebersihan yang cukup serius. Tumpukan sampah memenuhi jalur utama kegiatan. Mulai dari titik start di Kantor Pertanian Putat Lor hingga garis finish di Universitas Modern Al-Rifa’ie.
Kondisi tersebut memaksa petugas kebersihan bekerja ekstra untuk menormalkan kembali kebersihan lingkungan pascaacara.
Salah satu petugas kebersihan, Eko, mengungkapkan keterkejutannya saat pertama kali menyisir lokasi pembersihan. “Tentu saja terkejut, karena tidak seharusnya sampah sebanyak ini di sepanjang jalan,” ujarnya.
Menurutnya, volume sampah tahun ini tampak lebih besar dibanding kegiatan serupa sebelumnya.
Baca Juga: Kostum Legenda Garuda Wisnu Kencana Tampil Mencolok pada Gelaran Pesona Gondanglegi 2025
Proses pembersihan dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Kendati demikian, petugas tidak dapat bekerja optimal pada awalnya karena sejumlah peserta masih berada di area start.
Kepala UPT Kepanjen, Arie Yuwangga, menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat tim mengambil langkah alternatif. “Jam 8 sudah stand by, tetapi di start masih ada peserta yang belum berangkat. Akhirnya kami mulai menyisir dari arah pertigaan Pasar Gondanglegi,” ungkapnya.

Arie menambahkan bahwa sebaran sampah tidak hanya terpusat pada jalur karnaval, tetapi juga ditemukan di luar rute kegiatan meski dengan intensitas lebih rendah. “Di luar jalur karnaval juga terdapat sampah, namun tidak sebanyak dalam jalur utama,” ujarnya.
Dalam upaya percepatan penanganan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menurunkan 31 petugas yang terdiri dari penyapu dan sopir.
Penanganan lapangan turut diperkuat dengan dua unit dump truck serta satu unit compactor untuk mengangkut volume sampah yang besar. Keterlibatan alat berat menjadi langkah penting mengingat banyaknya titik penumpukan yang harus segera ditangani.
Baca Juga: Gagas Pesona Gondanglegi, Gunawan HS: Tahun Ini Saya Pinjamkan ke Sanusi
Lebih lanjut, Arie menjelaskan bahwa proses pembersihan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh pada satu waktu karena kegiatan masih berlangsung.
“Acaranya tidak langsung selesai, sehingga kami melakukan penyisiran dari belakang,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang turut membantu dengan mengumpulkan sampah di depan rumah masing-masing.
“Banyak ibu-ibu yang sudah mulai mengumpulkan sampah. Hal ini sangat membantu karena kami tinggal mengangkutnya,” tambahnya.
Pembersihan yang dilaksanakan DLH merupakan hasil koordinasi langsung dengan panitia acara. Meski demikian, target penyelesaian pembersihan tidak dapat ditetapkan secara pasti karena masih terdapat peserta yang baru mencapai garis akhir.
“Karena beberapa peserta masih dalam perjalanan menuju finish, kami belum bisa membersihkan seluruh area sekaligus. Sambil menunggu acara selesai, kami memulai penyisiran dari belakang,” tutur Arie.
Hingga siang hari, proses pembersihan masih terus berlangsung. DLH berharap tingkat kepedulian peserta dan masyarakat semakin meningkat pada penyelenggaraan acara berikutnya sehingga permasalahan sampah dapat diminimalkan dan penanganan kebersihan berjalan lebih efisien.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Muhammad Jazuli (magang)
Editor: Herlianto. A





























