Malang, Tugumalang.id-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merumuskan langkah baru pengabdian masyarakat melalui kegiatan Penyusunan Modul Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Berdampak pada 13–14 November 2025 di Literacy Room Perpustakaan UIN Malang.
Selama dua hari, sebanyak 15 dosen lintas fakultas menyusun modul pembekalan KKM yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memuat kerangka substansial agar pengabdian benar-benar berakar pada kebutuhan warga.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Isroqunnajah, M.Ag., menegaskan bahwa KKM perlu bergerak dari rutinitas administratif menuju model yang terintegrasi dengan riset, berdampak, dan dapat dihilirisasi.
Ia menekankan pentingnya membangun siklus penelitian–perencanaan–evaluasi, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kapasitas dosen pembimbing agar KKM mampu menjadi standar nasional bagi PTKIN.
Inovasi pembekalan tahun ini tercermin dalam tema-tema modul yang disusun. Modul mencakup enam ruang substantif, yakni KKM Berdampak dalam perspektif pengorganisasian aset; pendekatan ABCD dan pemetaan wilayah; psikologi komunikasi dan literasi digital; pembangunan agensi melalui tim dan jejaring; penulisan policy brief; serta penyusunan SOP dan pelaporan.
Baca juga: Upaya Halal Center UIN Malang Perkuat Wawasan JPH Mahasiswa KKM Unggulan
Seluruh tema tersebut menjadi tulang punggung kurikulum pembekalan KKM agar mahasiswa dapat bekerja dengan pengetahuan, bukan sekadar menjalankan kegiatan simbolik.
Pada sesi Service Learning, Prof. Dr. Hj. Mufidah Cholil, M.Ag., menekankan bahwa keberhasilan KKM dimulai dari membangun kepercayaan. Ia menjelaskan bahwa service learning menuntut kesalingan belajar antara mahasiswa dan masyarakat, dilandasi data keluarga yang jelas, refleksi akademik, dan luaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Pengabdian yang berdampak, menurutnya, adalah pengabdian yang mampu mengubah komunitas, bukan hanya menghasilkan laporan.
Sesi ABCD yang disampaikan Nadhir Shalahuddin turut memperkuat arah tersebut. Pendekatan ABCD mengajak pengabdi menemukan kembali aset sosial yang kerap terpinggirkan, termasuk pengetahuan lokal, bahasa masyarakat, dan praktik hidup yang bernilai.
Baca juga: UIN Malang Gelar FGD KKM Tematik Konvergensi, Rumuskan Roadmap Riset dan Pengabdian Masyarakat
Pengabdian, dalam pendekatan ini, dimulai dari potensi yang paling terjangkau dan dapat digerakkan oleh warga sendiri.
Dengan tersusunnya modul berbasis filosofi, prinsip, dan data ini, UIN Malang meneguhkan komitmennya menghadirkan KKM yang lebih relevan, inklusif, dan berkelanjutan.
KKM Berdampak kini diarahkan sebagai model nasional pengabdian perguruan tinggi, berangkat dari satu hal yang sederhana tetapi fundamental: mendengarkan masyarakat terlebih dahulu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis UIN Malang
redaktur: jatmiko
























