Kamis, Juni 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Taman Rekreasi Selecta Ditetapkan sebagai Living Museum Indonesia

Redaksi by Redaksi
November 9, 2025 9:35 am
in News
Peresmian Taman Rekreasi Selecta sebagai objek Living Museum di Indonesia. Foto: Azmy

Peresmian Taman Rekreasi Selecta sebagai objek Living Museum di Indonesia. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Taman Rekreasi Selecta di Kota Batu, Jawa Timur, resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 12 Living Museum di Indonesia. Penetapan ini diperkuat dengan kehadiran Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, pada Sabtu (8/11/2025).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 yang digelar di Malang Raya. Dalam agenda itu, kebudayaan menjadi sorotan utama sebagai ruh dari setiap aktivitas ekonomi kreatif.

READ ALSO

Pendaki Gunung Semeru Terjatuh Setelah Lewat Jalur Ilegal, Tim SAR Masih Evakuasi

Jadwal Layanan SIM Keliling Kabupaten Malang Tanggal 3-5 Juni 2026

Taman Rekreasi Selecta dinilai sebagai destinasi wisata yang konsisten menjaga prinsip tersebut. Selain memiliki arsitektur dan bangunan kolonial yang masih lestari, Selecta juga mempertahankan warisan budaya ekonomi kerakyatan seperti yang digaungkan oleh pendiri bangsa, Soekarno-Hatta.

Wamen Kebudayaan Giring Ganesha berkunjung ke Vila Bima Shakti di Selecta. Foto: Azmy

Menariknya, sistem kepemilikan saham Selecta tidak dimiliki perseorangan, melainkan oleh 1.110 orang pemegang saham. Selecta bahkan tercatat sebagai satu-satunya perusahaan berbentuk PT tertutup dengan jumlah pemilik lebih dari 100 orang di Indonesia.

Baca juga: Upaya Taman Rekreasi Selecta Ikut Dongkrak Angka Kunjungan Wisman ke Kota Batu

Jejak Sejarah Panjang Selecta

Sejarah Selecta berawal pada tahun 1928 di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, ketika dibangun oleh warga Belanda bernama De Reyter De Wildt. Setelah kemerdekaan, kawasan ini dihidupkan kembali oleh 47 tokoh masyarakat sekitar pada 1950.

Jika sebelumnya kawasan ini eksklusif untuk warga kulit putih, maka di tangan 47 pendiri tersebut, Selecta berkembang menjadi taman rekreasi terbuka untuk masyarakat umum. Dari merekalah sistem kepemilikan saham bersama lahir dan masih diterapkan hingga kini.

Narasi kebudayaan otentik inilah yang kemudian membuat Kementerian Kebudayaan berkolaborasi dengan komunitas ICCN dan pemerintah daerah untuk menjaga serta mempromosikan warisan budaya bangsa agar semakin mendunia.

Experience Sejarah Nyata di Vila Bima Shakti

Peresmian Taman Rekreasi Selecta sebagai objek Living Museum di Indonesia. Foto: Azmy

Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, mengaku kagum dengan artefak dan jejak sejarah yang masih terjaga di Selecta. Salah satu yang ia kunjungi adalah kamar di Vila Bima Shakti, yang menjadi saksi lahirnya keputusan penting para proklamator bangsa dalam merumuskan perjuangan kemerdekaan.

“Saya berkunjung ke kamar bersejarah tempat Bung Karno dan Bung Hatta menulis serta merumuskan pemikiran bangsa. Bahkan sistem pengelolaan wisata di sini masih mengadopsi semangat gotong royong dan ekonomi kerakyatan ala Bung Hatta. Luar biasa,” ujar Giring.

Menurutnya, pengalaman nyata seperti ini menjadikan Selecta bukan sekadar destinasi wisata, melainkan juga ruang pembelajaran sejarah yang menyenangkan.

“Ini yang disebut Living Museum, di mana museum tidak lagi hanya tempat menyimpan artefak, tetapi juga ruang aktivitas dan pengalaman. Experience inilah yang harus terus kita narasikan,” jelasnya.

Mantan vokalis grup band Nidji itu menegaskan, Kementerian Kebudayaan akan memberikan dukungan penuh bagi pengembangan Selecta sebagai Living Museum.

“Kami akan memperkuat jaringan dan kolaborasi untuk mengembangkan Selecta serta Living Museum lainnya di Indonesia,” tegas Giring.

Baca juga: Sensasi Bersepeda Sky Bike di Atas Hamparan Taman Bunga di Taman Rekreasi Selecta

Kongres Kebudayaan di Kota Batu

Wamen Kebudayaan
Wamen Kebudayaan Giring Ganesha berkunjung ke Vila Bima Shakti di Selecta. Foto: Azmy

Peresmian Selecta sebagai Living Museum turut dihadiri Wali Kota Batu Nurochman, Direktur Utama Selecta Sujud Hariadi, Direktur Selecta Pramono, serta para pegiat kebudayaan.

Dalam kesempatan itu juga digelar Kongres Kebudayaan bertema “Kemajuan Kebudayaan dan Integrasi Wisata Budaya Kota Batu”. Forum tersebut membahas isu pemajuan kebudayaan dan upaya repatriasi situs prasejarah asli Kota Batu seperti Prasasti Sangguran dan Candi Songgoriti.

Giring menyampaikan apresiasi terhadap semangat pelestarian budaya di Kota Batu. Ia juga memuji visi kebudayaan Wali Kota Batu yang dinilainya sangat kuat dan progresif.

“Selalu menyenangkan datang ke daerah dengan komunitas budaya yang hidup. Tidak semua kepala daerah memiliki visi kebudayaan sekuat ini. Di sini semangat itu tumbuh mengakar,” ujarnya.

Komitmen Pelestarian Sejarah Semakin Kuat

Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan kebanggaannya atas penetapan Taman Rekreasi Selecta sebagai Living Museum.

“Selecta berdiri sejak 1920, jauh sebelum pariwisata modern berkembang. Ia adalah tonggak awal dan identitas pariwisata Batu yang terus hidup hingga kini,” katanya.

Menurutnya, Selecta bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga simbol kreativitas masyarakat yang mampu beradaptasi tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai kebersamaan.

“Ketika kita bicara jati diri, kita juga bicara tentang kepercayaan pada diri sendiri. Kreativitas tidak bisa dilahirkan oleh pemerintah, tetapi tumbuh dari lingkungan yang mendukung. Dari sini kita belajar bahwa kreativitas berbasis budaya mampu berdampak pada ekonomi,” tegasnya.

Selecta dan Konsep Living Museum

Direktur Utama Selecta, Sujud Hariadi, menyampaikan rasa bangganya atas pengakuan tersebut. Ia menilai penetapan Selecta sebagai Living Museum akan memperkuat upaya pelestarian sejarah sebagai warisan kebudayaan bangsa.

Jika sebelumnya pihak Selecta merasa berjuang sendiri menjaga aset bersejarah, kini dukungan dari pemerintah dan masyarakat semakin kuat. Jejak sejarah panjang yang tersimpan di setiap sudut Selecta kini dipetakan dan diangkat sebagai narasi resmi kebudayaan.

Sujud menjelaskan, konsep Living Museum berbeda dengan museum konvensional. Ia tidak hanya menampilkan artefak, tetapi menghadirkan pengalaman nyata yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa lalu.

“Sejak awal, Selecta lahir sebagai ruang tamasya bersama. Kami merawat semua itu agar tetap hidup — bangunan dan spiritnya. Spirit itu ada dalam tagline kami: Truly Picnic — piknik yang nyata, membawa ingatan akan kebersamaan, menikmati alam, dan merasakan sejarah tanpa paksaan,” ungkapnya.

Pengakuan dari Kementerian Kebudayaan ini melengkapi sejumlah penghargaan sebelumnya yang diterima Selecta, termasuk pengakuan sebagai destinasi wisata zero waste.

“Sebenarnya konsep Living Museum sudah kami jalankan sejak awal berdirinya Selecta. Bedanya, kini pengakuan itu sudah sah dan kolaborasinya semakin luas,” pungkas Sujud.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: Kementerian Kebudayaankota batuliving museum selectasejarah bung karno di selectaTaman Rekreasi Selectavila Bima Shaktiwakil menteri kebudayaan giring ganeshawali kota batu nurochmanwisata

Related Posts

Pendaki Gunung semeru
News

Pendaki Gunung Semeru Terjatuh Setelah Lewat Jalur Ilegal, Tim SAR Masih Evakuasi

Rabu, 3 Jun 2026
layanan SIM Keliling Kabupaten Malang
News

Jadwal Layanan SIM Keliling Kabupaten Malang Tanggal 3-5 Juni 2026

Rabu, 3 Jun 2026
Gempa bumi
News

772 Gempa Bumi Terjadi di Jawa Timur Selama Mei 2026, Empat Di Antaranya Dirasakan Masyarakat

Rabu, 3 Jun 2026
Prakiraan cuaca Kota Malang
News

Prakiraan Cuaca Kota Malang Rabu 3 Juni 2026: Merata Udara Kabur

Rabu, 3 Jun 2026
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi saat memberi keterangan pada media. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

Kasus Dugaan Penganiayaan dan Perusakan di Pantai Wediawu Malang Berakhir Damai

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi karhutla di Kota Batu. Foto: BPBD Kota Batu
News

Musim Kemarau Tiba, BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan

Selasa, 2 Jun 2026
Next Post
Prakiraan cuaca Malang

Sediakan Payung dan Jas Hujan, Prakiraan Cuaca Malang Minggu 9 November 2025 Dominan Hujan Ringan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.