Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Pengabdian Tanpa Akhir Pesantren untuk NKRI

Redaksi by Redaksi
Oktober 22, 2025 9:43 pm
in Catatan
Prof. Dr. HM. Zainuddin, MA. Foto/dok TM

Prof. Dr. HM. Zainuddin, MA. Foto/dok TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Prof. Dr. HM. Zainuddin, MA*

Tugumalang.id – Santri berperan besar dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam peran sosial-kemasyarakatan, lembaga pendidikan pesantren membimbing masyarakat dengan mempertimbangkan maqashid syariah, yakni mashlahah (kebaikan dan harmoni hidup bersama).

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Dalam peran kenegaraan, santri membebaskan negeri dari segala bentuk penjajahan dan penindasan dengan kokoh memegang komitmen demi perkembangan dunia yang terus berubah.

Dalam peran reformasi, santri turut serta mengawal pemerintahan, melalui lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif (tauhid al-ummah dan tauhid al-hukumah).

Peran lain yang tak kalah pentingnya dari masa ke masa adalah: Pertama, pada era Pra Kemerdekaan, yaitu fase embrio lahirnya pesantren dimulai zaman Wali Songo, sekitar abad 15-16.

Baca Juga: Pesantren Hijau, Jalan Baru Peradaban Santri

Kehidupan para santri sejak Pra Kemerdekaan selalu berhadapan dengan masalah eksistensi bangsa. Di antaranya adalah perlawanan santri menghadapi penjajah di Sumatera Barat (1821-1828), Perang Jawa (1825-1830), Perlawanan di Barat Laut Jawa pada 1840 dan 1880, serta Perang Aceh pada 1873-1903.

Sementara di Jawa Barat, ada Perang Kedongdong (1808-1819). Perang yang terjadi di Cirebon ini melibatkan ribuan santri dalam pertempurannya.

Kedua, era Kemerdekaan, di mana para ulama dan santri berperan untuk menggalang kekuatan dalam rangka merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

Paling tidak sejarah “Resolusi Jihad” pada Oktober 1945 menjadi bukti kontribusi nyata kaum santri dalam merebut kemerdekaan.

Kita juga diingatkan sejarah bagaimana dahulu Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah di bawah komando dan barisan KH Zainul Arifin, KH Masjkur dan KH. Wahab Hasbullah telah menjadi kekuatan juang kemerdekaan saat itu, dan yang hari ini telah bertransformasi menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Baca Juga: Wali Kota Batu Nurochman Dorong Santri Jadi Pelopor Kemajuan Peradaban Dunia

Bersama KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah (1888-1971) juga berkontribusi besar dalam memperjuangkan bangsa Indonesia dengan mempelopori semangat nasionalisme melalui pendirian Nahdlatul Ulama (NU) dan Lembaga Pendidikan Pesantren (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) serta pelopor perjuangan fisik melawan penjajah melalui Laskar Hizbullah.

Beliau juga merupakan penggagas konsep Halal Bihalal sebagai sarana rekonsiliasi politik, serta mempromosikan kebebasan berpikir dan dialog melalui kelompok diskusi Tashwirul Afkar, yang semuanya berkontribusi pada pembentukan identitas dan kemerdekaan Indonesia (M. Zainuddin, 2024: 65).

Bersama KH. Hasyim Asy’ari dan Mas Mansoer, K.H. Wahab Hasbullah juga mendirikan koperasi sebagai badan usaha yang menggerakkan ekonomi rakyat, jauh sebelum koperasi menjadi salah satu bentuk Badan Usaha Mandiri Nasional (BUMN era itu).

Dengan demikian, koperasi yang menjadi soko guru perekonomian nasional yang tercantum dalam UUD1945 bukanlah cita-cita yang lepas dari akar sejarahnya (a historis).

Namun secara empirik pernah dilakukan oleh para santri sebelumnya, yang dikomandani langsung oleh dua tokoh legendaris (guru dan murid) yaitu, KH Hasyim Asy’ari (pendiri pesantren Tebuireng) dan KH Wahab Hasbullah pendiri pesantren Bahrul Ulum Tambakberas (keduanya di Jombang) yang sangat terkenal di tanah air.

Bahrul Ulum adalah pondok pesantren yang sudah berusia dua abad menjelang tiga abad ini sudah berkembang sedemikian pesat dengan jenjang pendidikannya yang komplet, mulai dari dasar, menengah hingga perguruan tinggi, dan sudah menghasilkan para kader pejuang dan alumni yang tersebar di seluruh tanah air mengikuti para pendahulunya.

Bahrul Ulum sendiri merupakan nama besar dan penuh optimisme yang berarti “lautan ilmu”. Dengan harapan pesantren ini menjadi lautan yang luas dan dalam bagi orang-orang yang haus mencari ilmu yang tiada habisnya, sebagaimana motto dalam logonya:

قُلْ لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمٰتِ رَبِّيْ لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ اَنْ تَنْفَدَ كَلِمٰتُ رَبِّيْ وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهٖ مَدَدًا (الكهف ١.٩)

Transformasi Pesantren

Kini upaya transformasi sistem pendidikan pesantren (pengembangan dan pembaharuannya) sudah banyak dilakukan. Upaya pembenahan tidaklah mudah, sebab seperti yang dikatakan oleh A. Mukti Ali, pesantren adalah milik pribadi kiai.

Oleh karena itu, wajarlah jika masih ada pesantren yang tetap bertahan dengan tradisi lamanya dan tidak mau menerima pembaruan. Mukti Ali juga mengapresiasi model “madrasah dalam pesantren”, yang dinilainya sebagai sistem pendidikan yang paling baik.

Oleh karena itu pesantren seharusnya dilengkapi dengan pendidikan ketrampilan, pertanian, pertukangan, kepramukaan, seni dan olahraga. Dengan demikian dalam pendidikan madrasah pesantren akan terhimpun tiga komponen: seni, ilmu, dan agama (Pesantren, 2/1987).

Dewasa ini pesantren sudah banyak yang memiliki sekolah atau madrasah negeri. MTsN, dan MAN, SMP, SMA dan SMK. Begitu pula sudah bermunculan perguruan tinggi.

Statistik Pendidikan Islam Kementerian Agama 2020/2021 melaporkan, bahwa jumlah madrasah di Indonesia saat ini sekitar 83.391 lembaga, terdiri dari jenjang madrasah terbanyak berada pada jenjang Raudlatul Athfal (RA) yakni sebanyak 30.148 RA atau setara dengan 36.08%.

Berikutnya, jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 25.840 MI (30,92%), Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 18.380 MTs (21,99%) dan sisanya Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 9.150 MA (11,01%). Jika ditambah pondok pesantren menjadi 113.886 lembaga.

Jika dipersentasekan, jumlah pondok pesantren dengan pendidikan keagamaan menjadi 26,77%. Persebaran pesantren di Jawa Timur sebanyak 5,121 lembaga dengan jumlah santri mencapai 970.541 santri.

Sementara itu jumlah ustadz yang mengabdi di pesantren seluruh Jawa Timur mencapai 95,681 orang. Inilah kekuatan besar santri sebagai modal dan prisai NKRI.

Pesantren memang perlu sistem pendidikan yang terbuka, memenuhi tuntutan zaman, namun tidak boleh kehilangan eksistensi dan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan agama.

Orientasi keilmuannya pun jangan terpaku pada PTKIN. Modal yang sudah mapan di pesantren tidak perlu terkikis oleh arus modernisasi dan globalisasi.

Suatu optimisme dalam dunia pesantren, namun di sisi lain pesantren juga perlu melihat kelemahan-kelemahannya. Kelemahan pesantren memang bukan tidak ada, misalnya soal manajemen, kepedulian terhadap eko-sistem dan proses kaderisasi yang lamban.

Beberapa kelebihan pendidikan di pesantren antara lain adalah, terbentuknya karakter yang tidak dapat diragukan lagi. Melalui role model para kiai, mereka diajarkan bagaimana menjadi manusia yang berakhlak mulia.

Kompetensi bahasa Arab dan dan khazanah kita turats juga diakui, dengan tradisi baca kitab kuning dan penguasaan ilmu alat seperti Nahwu dan Sharaf, Balaghah dan seterusnya.

Hanya yang perlu ditambahkan di era digital ini adalah perlunya pengelolaan lembaga secara managerial dan professional, serta kompetensi bahasa Inggris dan ICT pada setiap jenjang pendidikan formalnya.

Jika tiga hal ini dapat dipenuhi, maka pendidikan peantren menjadi pola pendidikan yang menjanjikan masa depan dan tetap menjadi kiblat pendidikan di era modern dan global.

 

*Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rektor Periode 2021-2025 dan alumni MAN PPBU tahun 1980

Editor: Herlianto. A

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Tags: Hari Santri NasionalNKRIPesantrenSatri

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
Disperindag Kabupaten Malang Gelar Pelatihan Grading dan Blending Tembakau untuk Ciptakan Cita Rasa Rokok Khas

Unisma Teguhkan Komitmen Kawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia di Hari Santri Nasional 2025

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.