Malang, Tugumalang.id – CEO Alkademi, Puja Pramudya, membagikan strategi praktis dalam membangun startup digital di era kecerdasan artifisial (AI). Hal itu ia sampaikan dalam seminar interaktif bertajuk “TirAI Inovasi: Menyingkap Masa Depan Startup di Era Kecerdasan Artifisial” yang digelar di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, pada Kamis (9/10/2025).
Di hadapan ratusan peserta, Puja mengisahkan perjalanan awalnya membangun startup dari nol hingga berhasil. Ia mengaku mulai merasakan hasil perjuangannya setelah dua tahun berproses.
“Dulu saat lulus kuliah tahun 2011, saya bikin software, website, aplikasi. Susah-susah gampang. Berbulan-bulan gak pernah gajian, alhamdulillah tahun kedua sudah bisa gajian dan punya karyawan,” ungkap Puja.
Ia juga mencontohkan kisah inspiratif pendiri Bukalapak yang berjuang selama 10 tahun sebelum sukses. Menurutnya, tak semua orang bisa langsung berhasil mendirikan startup, namun setiap orang memiliki peluang untuk mencobanya.
Baca juga: TirAI Inovasi 2025, CEO SIRCLO Kupas Perjalanan Membangun Startup dari Olimpiade Sains Nasional
Kunci Membangun Startup: Konsisten, Belajar, dan Beradaptasi
Puja menekankan pentingnya belajar terus-menerus, mengasah kemampuan, bekerja keras, dan konsisten sejak awal membangun usaha digital.
“Pelanggan pertama kami di Alkademi adalah teman sendiri, lalu temannya teman, dan seterusnya,” ujarnya.
Kini, Alkademi telah memiliki ekosistem bisnis digital yang kuat, terutama dalam penyediaan pelatihan dan workshop aplikasi bagi pelaku UMKM agar lebih mudah menjangkau pelanggan. Hingga kini, program pelatihannya telah menjangkau lebih dari 37 ribu peserta di berbagai daerah.
CEO Alkademi: AI dan Masa Depan Startup Digital
Dalam paparannya, Puja juga membahas potensi besar dunia usaha digital seiring pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI).
“Evolusi AI dibandingkan evolusi manusia, percepatannya luar biasa cepat,” katanya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa teknologi AI tidak akan menggantikan peran fundamental manusia.
“AI tidak akan menggantikan manusia. AI diciptakan sebagai mesin inteligen untuk berpikir seperti manusia, dan yang menciptakan adalah manusia sendiri,” tegas Puja.
Langkah Praktis Membangun Startup
Puja kemudian membagikan langkah-langkah sederhana dalam memulai bisnis startup.
“Langkah pertama bikin startup adalah amati, tiru, dan lakukan atau bikin,” jelasnya.
Menurutnya, membaca potensi lokal juga sangat penting. Misalnya, Kota Malang memiliki potensi besar di bidang pendidikan dan pariwisata yang dapat dikembangkan dalam model bisnis digital.
Selain itu, ia juga memperkenalkan program dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, yakni Garuda Spark Innovation Hub (GSIH), yang mendukung generasi muda untuk membangun startup secara gratis.
“Rencananya tahun depan Malang akan dijadikan hub juga dengan mendatangkan mentor-mentor profesional dari Jakarta,” ujarnya.
TirAI Inovasi 2025: Dorong Ekosistem Startup Nasional
Seminar TirAI Inovasi 2025 diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, guru, pelaku UMKM, startup, profesional teknologi, hingga masyarakat umum.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Komdigi RI, Garuda Spark Innovation Hub, Radyalabs, dan Alkademi. Event tersebut menjadi ajang penting untuk mengeksplorasi penerapan teknologi AI dalam mempercepat pertumbuhan bisnis digital di Indonesia.
Selain menekankan pemahaman teknis, seminar ini juga mendorong lahirnya inovasi dan strategi bisnis yang relevan dengan perkembangan zaman. Momentum ini diharapkan dapat menyiapkan generasi startup yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital masa depan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























