Minggu, Agustus 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Memutus Rantai Toxic Parenting: Cara Mengatasi Luka Psikologis Anak

Redaksi by Redaksi
Agustus 19, 2025 11:29 am
in Tugu Sehat
toxic parenting

ilustrasi/vecteezy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id-Pernahkah kamu merasa cemas, rendah diri, atau sulit percaya pada orang lain akibat pola asuh orang tua? Banyak orang tidak menyadari bahwa luka psikologis itu sering kali berakar dari toxic parenting. Istilah ini mengacu pada pola asuh orang tua yang secara konsisten merugikan kesejahteraan emosional anak.

Apa Itu Toxic Parenting?

Menurut Dr. Susan Forward dalam bukunya Toxic Parents: Overcoming Their Hurtful Legacy and Reclaiming Your Life (1989), toxic parenting adalah pola pengasuhan ketika orang tua, sadar maupun tidak, menempatkan kebutuhan emosional mereka di atas kebutuhan anak.

READ ALSO

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Ciri-ciri toxic parenting antara lain:

  • Manipulasi emosional

  • Kritik berlebihan tanpa dukungan positif

  • Pengendalian yang ekstrem

  • Pengabaian terhadap kebutuhan emosional anak

Bukan sekadar “kemarahan sesaat”, toxic parenting adalah perilaku yang konsisten dan intens, sehingga dapat merusak harga diri serta kesehatan mental anak hingga dewasa.

toxic parenting
ilustrasi/pinterest

Mengapa Toxic Parenting Bisa Terjadi?

Penelitian Putnick di Developmental Psychology menunjukkan bahwa toxic parenting sering terbentuk dari transgenerational transmission, yakni pola asuh yang diwariskan lintas generasi. Beberapa faktor penyebabnya meliputi:

  1. Trauma masa kecil orang tua

    Orang tua yang dulu mengalami kekerasan, penelantaran, atau dibanding-bandingkan cenderung mengulang pola yang sama pada anaknya.

  2. Kesehatan mental yang terganggu

    Depresi, kecemasan, atau gangguan kepribadian membuat orang tua sulit merespons kebutuhan emosional anak.

  3. Tekanan sosial-ekonomi

    Stres karena keuangan, pekerjaan, atau kondisi hidup tidak stabil membuat orang tua lebih mudah melampiaskan frustrasi kepada anak.

Seperti ditegaskan Dr. Gabor Maté, orang tua yang belum sembuh dari luka batin sering kali tanpa sadar mewariskan luka itu kepada anak-anaknya.

Baca juga: Toxic Positivity: Ketika “Stay Positive” Justru Membuat Tertekan

Dampak Toxic Parenting pada Anak

Lingkungan keluarga yang penuh kritik, manipulasi, dan kontrol berlebihan bisa menimbulkan efek jangka panjang. Beberapa dampak yang paling sering muncul adalah:

  1. Harga diri rendah

    Anak merasa tidak pernah cukup baik meski berprestasi.

  2. Kesulitan mengatur emosi

    Lebih rentan mengalami emotional dysregulation atau ledakan emosi yang tidak terkendali.

  3. Relasi interpersonal tidak sehat

    Pola hubungan penuh syarat dan manipulatif terbawa hingga ke pertemanan, percintaan, bahkan dunia kerja.

Cara Mengatasi Dampak Toxic Parenting

Meski dampaknya berat, luka dari toxic parenting bisa dipulihkan. Berikut langkah yang bisa ditempuh:

  1. Menyadari dan memberi label pada pengalaman

    Mengakui bahwa pola asuh yang diterima bersifat toksik adalah langkah awal. Dengan begitu, kita bisa memisahkan identitas diri dari luka masa lalu.

  2. Membangun batas sehat (healthy boundaries)

    Menentukan jarak atau batas komunikasi dengan orang tua yang toksik adalah bentuk perlindungan diri. Batas ini tidak selalu berarti memutus hubungan, tapi menjaga diri agar lebih aman secara emosional.

  3. Mengikuti terapi atau konseling

    Terapi kognitif-perilaku (CBT) maupun terapi berbasis trauma efektif membantu mengubah pola pikir negatif, meningkatkan regulasi emosi, serta membangun harga diri yang lebih sehat.

Baca juga: Toxic Productivity: Ketika Produktivitas Menjadi Beban yang Tak Terlihat

Penutup

Toxic parenting bukan sekadar pola asuh yang salah, melainkan pola yang bisa meninggalkan luka psikologis mendalam. Namun, dengan kesadaran, batas yang sehat, dan dukungan profesional, rantai toxic parenting bisa diputus. Inilah investasi besar agar generasi berikutnya tumbuh di lingkungan yang lebih sehat secara emosional.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis : Risma Elina (Magang)
redaktur: jatmiko

Tags: cara mengatasi toxic parentingdampak toxic parentingemotional dysregulationharga diri rendahKesehatan Mentalkonseling keluargaluka psikologis anakpola asuh toksikrelasi tidak sehatterapi psikologitoxic parentingtrauma masa kecil

Related Posts

Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Tugu Sehat

Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Jumat, 31 Jul 2026
Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk, Ini Cara Sederhana Menguranginya
Tugu Sehat

Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk, Ini Cara Sederhana Menguranginya

Senin, 20 Jul 2026
Next Post
Proses pemberangkatan evakuasi pendaki hilang misterius di Gunung Buthak. Foto: Istimewa

Pendaki Asal Sidoarjo Hilang Misterius di Gunung Buthak

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.