Malang – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang mencatat realisasi penerimaan pajak daerah hingga pertengahan Agustus 2025 telah mencapai Rp437 miliar atau setara 59,86 persen dari target tahunan sebesar Rp730 miliar.
Beberapa sektor pajak bahkan menunjukkan progres yang cukup signifikan. Berikut rincian capaian pajak daerah per sektor:
-
PBJT Jasa Perhotelan: 67,34%
-
PBJT Makanan/Minuman: 75,51%
-
PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan: 75,09%
-
Pajak Reklame: 78,62%
-
PBJT Tenaga Listrik: 54,26%
-
Pajak Mineral Bukan Logam dan Bantuan (MBLB): 64,17%
-
PBJT Jasa Parkir: 57,7%
-
Pajak Air Tanah: 69,78%
-
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB): 62,27%
-
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB): 55,41%
-
Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB): 62,05%
-
Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB): 66,85%
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, menyampaikan optimisme terhadap pencapaian target pendapatan pajak daerah hingga akhir tahun 2025. Hingga pertengahan Agustus 2025, hanya tiga sektor pajak yang belum mencapai angka 60 persen.
Baca juga: Andalkan BPHTB, Target Pajak Daerah Kabupaten Malang di Tahun 2024 Naik Jadi Rp 484 Miliar
“Saya optimis bisa mencapai target di akhir tahun,” ujarnya saat dihubungi Tugu Malang ID, Jumat (15/8/2025).
Tiga sektor pajak tersebut adalah PBJT tenaga listrik, PBJT jasa parkir, dan BPHTB. Ada sejumlah tantangan yang mempengaruhi capaian di sektor tersebut.
Salah satu di antaranya kebijakan pembebasan BPHTB bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta pemberian diskon pembayaran listrik oleh pemerintah pusat pada awal tahun.
Baca juga: Bayar Pajak Pakai QRIS, 10 Warga Desa Jeru Tumpang Dapat Hadiah Gula dari Bapenda Kabupaten Malang
Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, serta mendorong kepatuhan wajib pajak agar target pendapatan daerah dapat tercapai secara maksimal.
“Kami terus berupaya memaksimalkan pencapaian pajak daerah, salah satunya adalah dengan terus menggencarkan program Bapenda Menyapa Warga di desa-desa,” tutup Made.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























