MALANG, Tugumalang.id – Hasil penangkapan ikan di Kabupaten Malang selama semester pertama tahun 2025 mencapai sekitar 14 ribu ton. Jumlah ini lebih dari 50 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar 24 ribu ton.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring mengatakan pihaknya merasa optimistis penangkapan ikan di tahun ini bisa mencapai target meskipun ada tren penurunan ikan di Sendangbiru.
Pasalnya, tren penangkapan ikan di wilayah lain menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
Baca Juga: ASN Kabupaten Malang Bacakan Pakta Integritas, Tekankan Anti Korupsi
“Walaupun ada tren penurunan penangkapan di kawasan Sendangbiru, wilayah penangkapan lainnya seperti Pujiharjo justru menunjukkan peningkatan signifikan,” kata Victor, belum lama ini.
Victor menyebut, penangkapan ikan layur di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang naik lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pada semester ini, penangkapan ikan layur tercatat mencapai 5 ribu ton, sementara di periode yang sama tahun sebelumnya hanya 1.500 ton.
“Memang untuk jenis ikan seperti tuna dan sejenisnya mengalami penurunan. Tapi ternyata ada lonjakan dari jenis ikan lainnya, yang turut menyumbang total tangkapan,” tambahnya.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Karnaval Kabupaten Malang 1-27 Agustus 2025: Parade Pesta Budaya yang Meriah
Wilayah penangkapan di Kabupaten Malang tersebar di enam kecamatan, dengan sejumlah titik pendaratan ikan. Nelayan biasanya mendarat di Lebakharjo, Pujiharjo, Wediawu, Lenggoksono, Sidoasri, Tamban, Sendangbiru, Ungapan, Kondangmerak, Bantol, Ngliyep, hingga Nglurung.
“Jadi cukup banyak titik pendaratan ikan di Kabupaten Malang,” kata Victor.
Untuk mendorong produktivitas nelayan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah meluncurkan berbagai program bantuan.
Mulai dari penyediaan sarana dan prasarana penangkapan seperti kapal dan alat tangkap, program rekondisi kapal yang sudah usang, hingga penyediaan peralatan penyimpanan seperti cool box.
Pemkab Malang juga memfasilitasi akses nelayan terhadap pembiayaan, baik melalui pemodal maupun lembaga keuangan. Termasuk mempermudah mereka mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan skema pembiayaan lainnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























