Tugumalang.id – Program 1.000 sarjana yang dicanangkan Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto mulai berprogres. Sejauh ini, informasinya sudah ada 218 calon mahasiswa yang sudah lolos seleksi adminiatrasi.
Wali Kota Batu Nurochman menerangkan jika jumlah pendaftar yang lolos seleksi administrasi sebanyak 218 calon mahasiswa dari 284 pendaftar pada tahun 2025 ini. ”Iya, sudah ada 218 calon telah lolos seleksi,” ungkap Nurochman, Senin (11/8/2025).
Baca Juga: Gelar Monev, Wali Kota Batu Minta ASN Disiplin dan Hindari Konflik Kepentingan
Cak Nur, sapaan akrabnya, menerangkan jika dalam program itu dipastikan berasal dari alokasi APBD dan juga anggaran khusus dari Forum CSR. Mereka akan mendapat tunjangan pendanaan uang kuliah tunggal (UKT) 100 persen.
”Pendanaan full mulai semester 1 hingga selesai kuliah. Mereka akan berkuliah di sejumlah perguruan tinggi yang telah bekerja sama,” terang politisi PKB itu.
Suksesi program itu kata Cak Nur menghabiskan dana anggaran mencapai Rp1,8 miliar. Anggaran itu tak hanya untuk sarjana, tapi juga pembiayaan siswa berprestasi termasuk penghafal Alquran, mahasiswa kurang mampu, dan rekognisi. Seperti rekognisi dari perangkat desa, pelaku UMKM, atau OPD.
Baca Juga: Wali Kota Batu Siapkan Pembangunan Mal UMKM, Alun-Alun Jadi Lokasi Prioritas
”Pemerintah juga akan meningkatkan insentif bagi tenaga pendidikan keagamaan dan hibah keagamaan,” imbuhnya.
Nantinya, para peserta program 1.000 sarjana ini diharapkan dapat mengisi dan memajukan sektor pertanian di Kota Batu yang sudah seharusnya memiliki potensi perekonomian tinggi dibanding wisata.
Hal itulah yang kini menjadi fokus perhatian Pemkot Batu di bawah kepemimpinannya. Ia memiliki visi misi untuk mengembalikan sektor pertanian menjadi leading sector perekonomian di Kota Batu.
Sebab itu, ia meminta kepada perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama program 1.000 sarjana ini, seperti di antaranya Unisma, untuk disertakan keikutsertaan profesor, doktor, dan mahasiswa dalam merekomendasikan riset tentang pertanian.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Chori menerangkan program 1.000 sarjana selain untuk meningkatkan SDM Kota Batu, juga bertujuan untuk meningkatkan angka lama rata-rata sekolah. Sebelumnya, angka lama rata-rata sekolah di Kota Batu hanya di angka 9,87.
Chori membeberkan penerima program tersebut dibagi menjadi beberapa kategori masyarakat. Pertama, kategori prestasi dengan minimal memiliki prestasi akademik dengan nilai IPK 3,25.
Kategori berikutnya adalah prestasi non akademik dengan persyaratan berprestasi dalam bidang olahraga, budaya, science dan prestasi lainnya dengan kejuaraan minimal tingkat provinsi hingga internasional.
Ketiga, kategori warga tidak mampu, warga disabilitas, Hafiz Quran dengan persyaratan minimal 10 juz dan afirmasi bagi guru non-ASN dan perangkat desa yang belum sarjana. ”Untuk tahun pertama ini program 1.000 sarjana dibuka sebanyak 200 kuota,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























