Rabu, Juli 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Fenomena Alih Tanam Petani Apel ke Sayur-Mayur di Kota Batu Semakin Meningkat

Redaksi by Redaksi
Juli 17, 2025 4:10 pm
in News
Ilustrasi petani di Kota Batu menebang pohon apel yang sudah mulai tak produktif, alih tanam jadi sayir mayur. Foto: Dok.

Ilustrasi petani di Kota Batu menebang pohon apel yang sudah mulai tak produktif, alih tanam jadi sayir mayur. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Fenomena alih tanam petani apel ke komoditas sayur-mayur di Kota Batu semakin meningkat. Situasi ini bertolak belakang dengan visi misi Pemkot Batu untuk merevitalisasi apel yang menjadi ikonik kota tersebut selama ini.

Fenomena alih tanam ini belakangan sudah mulai terlihat semakin meningkat di kawasan Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Sejumlah petani sudah mulai menebang pohon apel berusia tua yang sudah mulai tak produktif.

READ ALSO

Libur Sekolah 2026 Dongkrak Wisata Kota Batu, Kunjungan Tembus 340.600 Orang

Guru Besar UB: Heat Dome seperti di Eropa Sangat Sulit Terjadi di Indonesia

Dwi, salah satu petani di Desa Tulungrejo mengaku terpaksa membabat habis pohon apelnya karena sudah tidak kuat lagi menanggung biaya perawatan apel yang tinggi. Biaya perawatan itu tak sebanding dengan hasil produksi dan harga jualnya.

”Biaya perawatannya tinggi, obat-obatnya kalau terserang penyakit mahal. Harganya juga rendah. Mau gak mau, pohon kami yang sudah tidak produktif kami tebang. Rencana akan kami ganti dengan sayur-mayur,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Batu Dorong Petani Miliki Dokumen IG Agar Apel Kota Batu Berdaya Saing

Ilustrasi petani di Kota Batu menebang pohon apel yang sudah mulai tak produktif, alih tanam jadi sayir mayur. Foto: Dok.
Ilustrasi petani di Kota Batu menebang pohon apel yang sudah mulai tak produktif, alih tanam jadi sayir mayur. Foto: Dok.

Dwi menuturkan rata-rata pohon apel di desanya memang sudah berusia 40 hingga 50 tahun. Di usia tersebut, pohon semakin rentan terserang penyakit sehingga tidak mampu lagi menghasilkan buah yang berkualitas.

”Dalam situasi itu, kami dilema juga. Kalau dibiarkan, kerugian yang harus kami tanggung lebih besar. Kami kan juga butuh hidup,” kata dia.

Tak hanya faktor usia, cuaca yang sulit diprediksi juga menjadi penyebab menurunnya produktivitas. Cuaca ekstrem kerap mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko gagal panen.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, pada tahun 2022 luas lahan apel di Kota Batu tercatat mencapai 1.200 hektare. Namun hingga 2025, angka itu menyusut menjadi 1.092 hektare.

Baca Juga: Harga Apel Membaik Memasuki Musim Kemarau, Petani Optimis Hadapi Produk Impor

Penurunan ini disebabkan banyaknya petani yang beralih tanam ke komoditas lain seperti sayuran dan hortikultura yang dianggap lebih menguntungkan dan stabil.

Kendati begitu, dirinya juga memiliki kepedulian untuk tetap menjaga produktifitas apel sebagai ikon Kota Batu. Ia berharap ada dukungan nyata dari pemerintah. Seperti bantuan bibit unggul, subsidi pupuk dan pestisida, maupun pelatihan regenerasi tanaman agar tanaman apel.

“Kalau dibiarkan seperti ini terus, bukan tidak mungkin lahan apel di Batu akan terus berkurang,” tambah Dwi.

Situasi ini juga mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua I DPRD Kota Batu Ludi Tanarto yang turut mendorong Pemkot Batu membuat langkah strategis untuk mengembalikan apel sebagai ikon pertanian khas Kota Batu.

Menurut Ludi, kondisi ini terjadi karena lemahnya permintaan terhadap buah apel di pasaran sehingga tidak ada pilihan menguntungkan bagi petani untuk tetap bertahan di komoditas apel.

Politisi PKS itu mengusulkan sejumlah upaya dan langkah strategis kepeda pemerintah daerah dengan mengintegrasikan apel ke dalam sektor pariwisata dan perhotelan. Dalam hal ini, hotel di Kota Batu bisa menyajikan apel sebagai ‘welcome fruit’ bagi tamu.

Sementara, di sejumlah destinasi wisata, setiap pengunjung dapat diberikan buah apel sebagai bagian dari pengalaman wisata khas Kota Batu. “Ini bukan hanya soal meningkatkan permintaan apel, tapi juga memperkuat branding Kota Batu sebagai ‘Kota Apel’,” terang Ludi.

Di sisi lain, untuk membangkitkan motivasi petani apel, seyogyanya Pemerintah Daerah juga patut untuk memberikan penghargaan resmi kepada para petani apel. Selain kemudian juga menjalin kerja sama strategia dengan daerah lain untuk kembali memperluas pasar.

”Contoh seperti Bali itu kan kerap menggunakan apel dalam upacara adat. Ini bisa jadi peluang perluasan pasar,” ujarnya.

Dalam aspek lain, Pemerintah juga perlu mendorong gerakan simbolis seperti menanam apel di halaman kantor pemerintahan dan swasta sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempertahankan identitas kota.

Dari sisi ekonomi, Ludi mengusulkan agar Pemkot Batu memberikan keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi para petani apel. Kebijakan ini diharapkan bisa menjadi motivasi agar petani bertahan membudidayakan apel.

Dia juga menggagas penyelenggaraan ‘Hari Apel Kota Batu’ sebagai agenda tahunan. Event ini diharapkan dapat menjadi momentum promosi, edukasi, sekaligus penguatan citra apel Batu di mata masyarakat dan wisatawan.

“Petani kita sudah sangat ahli dalam teknik budidaya apel. Tantangan kita saat ini bukan pada teknis, tapi bagaimana menciptakan pasar yang stabil dan menguntungkan,” urainya.

Dengan sinergi antara pemerintah, petani dan sektor swasta, kata Ludi, kejayaan apel Batu bisa kembali diraih. Sehingga apel tak hanya menjadi komoditas unggulan, tetapi juga simbol kebanggaan dan warisan budaya Kota Batu.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: apel kota batuDPRD Kota Batufenomena alih tanamHeadlinepemkot batupertanianPetani Apelpetik apel

Related Posts

Libur Sekolah 2026 Dongkrak Wisata Kota Batu, Kunjungan Tembus 340.600 Orang
News

Libur Sekolah 2026 Dongkrak Wisata Kota Batu, Kunjungan Tembus 340.600 Orang

Rabu, 15 Jul 2026
Guru Besar UB: Heat Dome seperti di Eropa Sangat Sulit Terjadi di Indonesia
News

Guru Besar UB: Heat Dome seperti di Eropa Sangat Sulit Terjadi di Indonesia

Rabu, 15 Jul 2026
Wali Kota Batu Sidak MPLS, Pastikan Hari Ketiga Berjalan Aman dan Bebas Bullying
News

Wali Kota Batu Sidak MPLS, Pastikan Hari Ketiga Berjalan Aman dan Bebas Bullying

Rabu, 15 Jul 2026
Prakiraan Cuaca Malang Rabu 15 Juli 2026: Didominasi Cerah Berawan, Lowokwaru dalam Kondisi Udara Kabur
News

Prakiraan Cuaca Malang Rabu 15 Juli 2026: Didominasi Cerah Berawan, Lowokwaru dalam Kondisi Udara Kabur

Rabu, 15 Jul 2026
29 SD Negeri di Kota Malang Kekurangan Siswa
News

29 SD Negeri di Kota Malang Kekurangan Siswa

Selasa, 14 Jul 2026
Getok Parkir hingga Karcis Bekas, Aksi Jukir Problematik Kembali Coreng Wisata Kota Batu
News

Getok Parkir hingga Karcis Bekas, Aksi Jukir Problematik Kembali Coreng Wisata Kota Batu

Selasa, 14 Jul 2026
Next Post
Ketua PC GP Ansor Kota Malang, Sugiyanto mendesak Wali Kota Malang dan penegak hukum bertindak tegas. (Foto/dok.)

Promosi Toko Miras King Abdi Tuai Kecaman

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.