Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Terdampak Pandemi Covid-19, Petani Apel di Poncokusumo Tersisa 10 Persen

Redaksi by Redaksi
September 17, 2022 4:21 pm
in News
Ilustrasi pohon apel. Foto/Aisyah Nawangsari

Ilustrasi pohon apel. Foto/Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Apel merupakan ikon dari Malang Raya. Namun saat ini, jumlah petani di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang hanya tersisa beberapa orang saja.

Dari semua petani yang ada di Poncokusumo, hanya 10 persen saja yang bertahan mengelola kebun apel. Padahal di tahun 1990an, ada petani apel mendominasi hingga 90 persen dari total petani yang ada di Poncokusumo.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Jumlah terus perlahan menurun hingga 70 persen pada masa sebelum pandemi Covid-19. Selama dua tahun pandemi Covid-19, jumlah tersebut langsung merosot tajam hingga 10 persen saja.

Hal ini diungkapkan oleh Harianto, petani apel sekaligus Wakil Ketua Unit Pertanian Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

“Pas pandemi kan nggak ada kegiatan apa-apa dan pariwisata banyak yang tutup. Apel mulai nggak laku. Kebanyakan yang beli apel kan wisatawan,” kata Harianto.

Petani apel dan Wakil Ketua Unit Pertanian Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Harianto. Foto/Aisyah Nawangsari

Penurunan penjualan tersebut mengakibatkan para petani apel mengalami kerugian karena pendapatan mereka tidak bisa menutupi biaya operasional.

“Perawatan apel itu susah dan barangnya nggak laku dijual karena tempat wisata tutup. Pendapatannya tidak cukup untuk menutupi operasionalnya,” imbuh Harianto.

Oleh karena itu, Harianto menambahkan, para petani apel beralih ke sayur karena sayur merupakan kebutuhan sehari-hari sehingga produknya selalu laku.

Saat ini, meskipun pandemi Covid-19 telah mereda, Harianto melihat belum ada petani yang ingin beralih kembali ke apel. Petani-petani pemula pun tidak ada yang berminat untuk mengelola kebun apel.

“Sekarang belum ada gregetnya. Biasanya menjelang musim hujan seperti ini, para petani pemula atau yang baru mau menaman membutuhkan bibit apel. Tapi sampai saat ini belum ada orang yang mencari bibit apel,” kata Harianto yang juga mengembangkan pembibitan apel ini.

Ia berharap pemerintah turun tangan agar petani apel di Poncokusumo tidak terbebani modal yang tinggi.

“Pemerintah juga perlu untuk turun tangan dalam mengembangkan apel di Poncokusumo karena apel ini kan ikonnya Malang,” kata Harianto.

Ia sendiri mengaku akan tetap menjadi petani apel karena ia merasa apel masih cukup menguntungkan. Selain dijual dalam bentuk apel segar, apel-apel yang bentuknya tidak bagus bisa diolah menjadi keripik apel.

“Kalau menurut saya, apel itu cukup menguntungkan. Tapi mungkin karena masalah permodalan, para petani apel lari ke sayur,” tutupnya.

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Herlianto. A

Tags: Apelkabupaten malangmalangPetani Apel Malang

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Seto Sutrioko (baju merah) bersama rekannya membuat berbagai produk media tanaman hias dari sabut kelapa.

Seto Sutrioko Sulam Limbah Sabut Kelapa untuk Menyambung Hidup di Kota Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.