Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

OmUnity, Cinta dan Harmoni

Redaksi by Redaksi
April 23, 2025 7:43 am
in Ruang Cendekia
Kangidung bersama tim di Bali. Foto/dok Kangidung

Kangidung bersama tim di Bali. Foto/dok Kangidung

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Kangidung*

Tugumalang.id – “Bali has maintained most of its pristine purity. You don’t even have to meditate here; nature will meditate on your behalf.” – Sri Chinmoy

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Sudaji, OmUnity, dan Keselarasan

Di tengah perbukitan hijau dan sawah yang subur di Desa Sudaji, Buleleng, Bali Utara, berdiri sebuah penginapan etnik dan sangat unik bernama OmUnity. Tempat ini bukan sekadar tempat bermalam, melainkan sebuah perwujudan nyata dari filosofi cinta dan harmoni yang mendalam.

Didirikan oleh I Ketut Susana atau yang akrab disapa Zanzan, bersama istrinya Putu, OmUnity menjadi simbol dari upaya pelestarian budaya dan lingkungan melalui pendekatan yang berkelanjutan dan penuh kasih.

Kangidung bersama tim di Bali. Foto/dok Kangidung
Kangidung (dua dari kanan) bersama tim di Bali. Foto/dok Kangidung

OmUnity adalah sebuah ekolodge -fasilitas akomodasi pariwisata yang melindungi alam, budaya, dan pembangunannya berdampak minimal pada alam-, yang terletak di Banjar Dukuh, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Baca Juga: 111 Tahun Kota Malang: Kota Pendidikan yang Masih Diuji oleh Banjir

OmUnity menawarkan pengalaman menginap yang berbeda, di mana para tamu diajak untuk menyatu dengan alam dan kearifan lokal.

Dengan bangunan-bangunan yang terbuat dari bambu dan bahan alami lainnya, OmUnity menciptakan suasana yang hangat dan ramah lingkungan.

Kolam renang alami, taman organik, dan area meditasi yang berbentuk oktagonal (segi delapan) menjadi fasilitas yang mendukung kenyamanan dan ketenangan para tamu.

Area meditasi yang khas dengan spirit “jalan mulia berunsur delapan” (Noble Eightfold Path): pandangan benar, tekad benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar.

Karenanya, OmUnity menjadi pilihan tepat untuk melaksanakan “retret” atau refleksi, introspeksi, dan pemulihan spiritual.

Om Zanzan: Sosok di Balik OmUnity

Zanzan adalah pendiri OmUnity yang memiliki visi kuat tentang kehidupan yang berkelanjutan dan harmonis. Bersama keluarganya, Zanzan mengelola OmUnity dengan penuh dedikasi, menjadikannya sebagai tempat yang tidak hanya menawarkan akomodasi, tetapi juga edukasi dan pengalaman budaya.

Baca Juga: Tiga Masjid Bersejarah di Malang Raya, Perpaduan Spiritualitas dan Keindahan Arsitektur

OmUnity didirikan tahun 2010 dengan tujuan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip ekologi, budaya lokal, dan spiritualitas.

Kangidung makan bersama saat di Bali. Foto/dok Kangidung
Kangidung makan bersama saat di Bali. Foto/dok Kangidung

Zanzan terinspirasi oleh pengalaman meditasinya selama 33 hari di Pura Lempuyang dan bimbingan dari mentor seperti Peter Voss, yang mendorongnya untuk mengikuti panggilan hatinya dalam memberdayakan komunitas muda di Sudaji.

Sebagai sosok yang selalu bersemangat dengan ambisi dan kreativitasnya, Zanzan ingin membangun Sudaji sebagai desa dengan Daya Tarik Wisata (DTW) alam yang berkelanjutan, baik secara lokal hingga global. Melalui OmUnity, Zanzan ingin mengajak orang-orang untuk kembali ke nilai-nilai dasar kehidupan yang selaras dengan alam dan budaya.

OmUnity menjadi simbol bagaimana masa depan yang berkelanjutan bagi anak cucu menjadi perhatian serius: dunia tanpa plastik, bahan kimia berbahaya, dan pupuk beracun. Manusia dan alam berkembang dalam keselarasan dan simbiosis.

Zanzan, dalam obrolan santai saat menghidangkan makan malam menegaska , “untuk menciptakan masa depan yang panjang, kita harus berhubungan kembali dengan alam, memelihara komunitas, dan menumbuhkan kedamaian dalam batin.”

Aktivitas Etnik dan Budaya

Di OmUnity, para tamu dapat terlibat dalam berbagai aktivitas yang memperkenalkan mereka pada budaya Bali yang otentik. Mulai dari mengikuti upacara adat, belajar membuat canang sari (persembahan), hingga berpartisipasi dalam kegiatan pertanian organik.

Selain itu, OmUnity juga menyediakan program-program seperti meditasi, yoga, dan workshop tentang keberlanjutan yang semuanya bertujuan untuk memperkaya pengalaman spiritual dan budaya para tamu.

Zanzan menyebut nilai-nilai yang ditanamkan OmUnity berlandaskan pada filosofi Tri Hita Karana, yang berarti tiga penyebab kebahagiaan: harmoni dengan Tuhan, harmoni dengan sesama, dan harmoni dengan alam.

Filosofi ini tercermin dalam setiap aspek kehidupan di OmUnity, dari cara membangun dan mengelola tempat, hingga interaksi dengan tamu, dan komunitas lokal. Dengan menanamkan nilai-nilai ini, OmUnity berharap dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan bersama.

Ide dan Visi OmUnity

OmUnity menggabungkan pelestarian budaya, pendidikan, dan pariwisata berkelanjutan. OmUnity berupaya untuk memberdayakan komunitas lokal dan menginspirasi para tamu untuk hidup lebih selaras dengan alam.

Dengan menyediakan platform untuk pertukaran budaya dan pengetahuan, OmUnity menjadi contoh nyata dari bagaimana cinta dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.

OmUnity Bali bukan hanya sebuah tempat bermalam: penginapan atau homestay. Lebih dari itu, menjadi sebuah gerakan yang mengajak kita untuk hidup dengan lebih sadar dan penuh kasih.

Melalui pengalaman (experience) yang ditawarkan, OmUnity mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, budaya, dan alam. Saya, yang pertama kali ke sana, mendapatkan kesan mendalam bawah OmUnity benar-benar mewujudkan konsep “love in action” dalam setiap aspek operasionalnya.

 

*Penulis adalah editor Intrans Publishing dan aktivis kebudayaan Kota Malang

Editor: Herlianto. A

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Tags: BalicintaOmUnity

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Informasi beasiswa unggulan yang ada di UM sebagai referensi bagi mahasiswa dan calon mahasiswa. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Tak Perlu Khawatir Biaya, Ini Beasiswa Unggulan di Universitas Negeri Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.