Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Puluhan Ribu Ton Gula Lokal di Kabupaten Malang Terancam Tak Laku

Redaksi by Redaksi
Januari 26, 2021 6:20 pm
in Berita
Ketua DPD APTRI PG Kebon Agung, Dwi Irianto

Ketua DPD APTRI PG Kebon Agung, Dwi Irianto. (foto: Rizal Adi Pratama).

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Puluhan ribu ton gula hasil tebu petani di Kabupaten Malang terancam tak laku di pasaran. Pasalnya akan muncul Gula Kristal Rafinasi (GKR) yang harganya lebih murah daripada gula lokal.

Setidaknya ada 65 ribu ton gula lokal masih mengendap di gudang Pabrik Gula (PG) Kebon Agung dan PG Krebet. Puluhan ribu ton gula itu  hingga kini belum terjual lantaran tidak ada pengepul yang mau membeli.

READ ALSO

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Untuk mengatasinya, Pemkab Malang, bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Malang, akan menyurati Presiden Joko Widodo.

“Kami akan bantu petani tebu dengan menyurati Presiden Joko Widodo langsung,” terang Bupati Malang, Muhammad Sanusi, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (26/01/2021).

Surat tersebut bertujuan meminta Presiden Joko Widodo untuk menekan investor, agar membeli gula-gula lokal yang terancam tak laku.

“Kemarin kan sudah menekan kontrak (untuk membeli gula lokal), tapi ada pembatalan. Oleh karena itu kami meminta bantuan presiden agar para investor menepati janjinya,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPD APTRI PG Kebon Agung, Dwi Irianto, menjelaskan alasan menyurati presiden tersebut, karena peluang menjual gula pada pengepul makin kecil.

Para pengepul tidak berminat membeli gula lokal. Pasalnya gula GKR dan gula mentah hasil impor akan beredar.

Menurut Dwi Irianto, gula lokal itu harganya lebih mahal daripada gula GKR dan gula mentah impor. Kalau gula lokal Rp 10.800,- per Kg dan gula impor itu sekitar Rp 7.000,- per Kg.

“Kalau sama-sama sudah terjual dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) sekitar Rp 12.000,- maka masyarakat akan lebih memilih gula impor,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Dwi mengatakan hanya ada satu cara agar puluhan ribu ton gula tersebut bisa terjual. Yaitu dengan memaksa investor membeli gula-gula tersebut.

“Hanya lewat presiden itu agar investor mau membeli, kalau tidak maka petani lokal akan tekor. Mereka sudah keluar biaya produksi, tapi hingga kini belum terima bayaran,” pungkasnya.

Tags: Bupati Malanggula lokalGula petanigula rafinasiMoh SanusiPabrik Gula (PG) Kebon AgungPG KrebetPresiden Joko Widodo

Related Posts

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, jelaskan soal parkir di Kota Malang. (M Sholeh)
Berita

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Kamis, 8 Okt 2026
Forum pertemuan warga Perum Griya Shanta di Kantor Dishub Kota Malang dalam pembahasan upaya pembukaan blokade jalan alternatif. (Foto/M Sholeh)
Berita

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Kamis, 8 Okt 2026
Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai
Berita

Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai

Kamis, 1 Okt 2026
Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan
Berita

Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Okt 2026
Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!
Berita

Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!

Kamis, 1 Okt 2026
Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik
Berita

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
Wali Kota Malang, Sutiaji.

Vaksinasi Tahap Awal Kota Malang 28 Januari 2021

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.