Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Puluhan Ribu Ton Gula Lokal di Kabupaten Malang Terancam Tak Laku

Redaksi by Redaksi
Januari 26, 2021 6:20 pm
in Berita
Ketua DPD APTRI PG Kebon Agung, Dwi Irianto

Ketua DPD APTRI PG Kebon Agung, Dwi Irianto. (foto: Rizal Adi Pratama).

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Puluhan ribu ton gula hasil tebu petani di Kabupaten Malang terancam tak laku di pasaran. Pasalnya akan muncul Gula Kristal Rafinasi (GKR) yang harganya lebih murah daripada gula lokal.

Setidaknya ada 65 ribu ton gula lokal masih mengendap di gudang Pabrik Gula (PG) Kebon Agung dan PG Krebet. Puluhan ribu ton gula itu  hingga kini belum terjual lantaran tidak ada pengepul yang mau membeli.

READ ALSO

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Untuk mengatasinya, Pemkab Malang, bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Malang, akan menyurati Presiden Joko Widodo.

“Kami akan bantu petani tebu dengan menyurati Presiden Joko Widodo langsung,” terang Bupati Malang, Muhammad Sanusi, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (26/01/2021).

Surat tersebut bertujuan meminta Presiden Joko Widodo untuk menekan investor, agar membeli gula-gula lokal yang terancam tak laku.

“Kemarin kan sudah menekan kontrak (untuk membeli gula lokal), tapi ada pembatalan. Oleh karena itu kami meminta bantuan presiden agar para investor menepati janjinya,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPD APTRI PG Kebon Agung, Dwi Irianto, menjelaskan alasan menyurati presiden tersebut, karena peluang menjual gula pada pengepul makin kecil.

Para pengepul tidak berminat membeli gula lokal. Pasalnya gula GKR dan gula mentah hasil impor akan beredar.

Menurut Dwi Irianto, gula lokal itu harganya lebih mahal daripada gula GKR dan gula mentah impor. Kalau gula lokal Rp 10.800,- per Kg dan gula impor itu sekitar Rp 7.000,- per Kg.

“Kalau sama-sama sudah terjual dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) sekitar Rp 12.000,- maka masyarakat akan lebih memilih gula impor,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Dwi mengatakan hanya ada satu cara agar puluhan ribu ton gula tersebut bisa terjual. Yaitu dengan memaksa investor membeli gula-gula tersebut.

“Hanya lewat presiden itu agar investor mau membeli, kalau tidak maka petani lokal akan tekor. Mereka sudah keluar biaya produksi, tapi hingga kini belum terima bayaran,” pungkasnya.

Tags: Bupati Malanggula lokalGula petanigula rafinasiMoh SanusiPabrik Gula (PG) Kebon AgungPG KrebetPresiden Joko Widodo

Related Posts

Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Jemaah haji asal Kepanjen, Sukardi dilaporkan hilang di Makkah. Foto: dok. Keluarga
Berita

Jemaah Haji Asal Kabupaten Malang Dilaporkan Hilang di Makkah

Selasa, 24 Jun 2025
Next Post
Wali Kota Malang, Sutiaji.

Vaksinasi Tahap Awal Kota Malang 28 Januari 2021

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.