BATU, Tugumalang.id – Obah Nggedrug Bumi #5, sebuah ajang perayaan seniman multikultural se-Indonesia kembali dihelat di Kota Batu, Jawa Timur. Event skala nasional itu digelar selama 10 hari mulai 1-10 Juli 2024 di Latar Seni Winarto Ekram Ngopet, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.
Pembukaan Obah Nggedrug Bumi #5 digelar pada Senin (1/7/2024) malam dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq. Event tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari 33 daerah dari seluruh Indonesia.
Mulai dari Aceh, Pekanbaru, Riau, Jakarta, Tangerang, Bandung, Cirebon, Indramayu, Subang, Majalengka, Temanggung, Magelang, Jogjakarta, Surakarta, Nganjuk, Sidoarjo, Lumajang, Surabaya, Tuban, Bojonegoro, Pasuruan, Probolinggo, Isdtubondo, Jembar, Banyuwangi, Badung, Bali, Blitar, Bangkalan.
Tak ketinggalan dari Malang Raya dari Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang ini semua akan menampilkan ragam macam pagelaran seni tari, seni teater, baca puisi, musik dan kesenian lainnya.

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi Winarto, seorang ASN Kota Batu yang merupakan penggagas event yang sudah berlangsung selama 5 tahun terakhir.
Pimpinan Malang Dance tersebut mamly mempertemukan ribuanpelaku seni budaya dari Aceh hingga NTT di satu tempat.
”Sebagai tokoh pemersatu multikulturalisme di bidang budaya. Kami atas nama Pemkot Batu mengapresiasi pelaku dan penonton seni budaya sebagai suguhan wisata di Kota Batu,” ujarnya.
Obah Nggedrug Bumi #5 ini diselenggarakan selama 10 hari berturut turut dari 1-10 Juli 2024 mulai pukul 15.00 hingga 23.00 WIB. Selain pagelaran seni, acara juga dilengkapi dengan pameran seni, kirab dan bura’an tumpeng, parade sanggar tari, parade seni sekolah, gebyak seni kerakyatan dan di lengkapi dengan bazar rakyat, workshop seni dan sarasehan.
Acara dibuka dengan kegiatan ritual doa yang dipimpin oleh Ki Soleh Adi Pramono Dalang Wayang Topeng Winarto Ekram dan Tri Broto Wibisono sebagai pengiring doa dn mantra.
Selanjutnya di meriahkan kelompok sanduk dari 3 kecamatan di Kota Batu dari Junrejo, Batu dan Bumiaji yang masing masing kelompok kurang lebih berjumlah 50 orang menggoyang Latar seni Winarto Ekram.
Tak ketinggalan penampilan dari Sanggar Pelangi Jingga Kota Katu yang menarikan Jaran Monel karya winarto.
Tari Topeng Grebeg Sabrang juga di gelar dari Padepokan Seni Mangun Dharma tempat sanggar pertama Winarto belajar menari ke kepada Ki Soleh Adi Pramono sebagai bapak dan guru pertama bagi Winarto.
Tak kalah menarik seniman tari senior dari Surabaya tri Brotyo wibisono dan Dr Tri wahyuningtyas Dosen seni tari UM masing-masing juga memperagakan tari happening art yang menyuguhkan gerak tari jiwa yang menyentuh sukma.
Sebuah gerak tari yang sarat makna mengekspresikan kehidupan dan manusia agar mampu menyatu dengan alam dan sekitarnya.
Penampilan ditutup Winarto bersama Ishanta Rahmawati dan Fima Wijaya sebagai tokoh utama keliling pentas Rahwana Mencari Cinta pentas yang ke 45. Sebuah pementasan adaptasi kumpulan puisi Kemelut Cinta Rahwana Karya Prof. Djoko Saryono Dosen Sastra UM.
Untuk pemampilan hari kedua di sore hari dari SDN Punten 01 Kota Batu, SMAN 2 Kota Batu, Sanggar Prameswari Kota Batu, Malang Dance, Kelompok Mlebu Metu Kota Malang, Teater Turah Hananto Solo,, Sekolah Teater Indramayu, Komunitas Sastra Satu Ruang Kota Batu dan teater Asa Jakarta.
Winarto menjelaskan tujuan dari Obah Nggedrug Bumi #5 Selain memfasilitasi para pelaku seni budaya ini bisa menjadi ajang temu karya seni dan menjadi tempat untuk menggerakkan UMKM dan pemberdayaan masyarakat sekitarnya.
Ia berharap ajang ini bisa digelar oleh siapa saja demi pelestarian seni dan budaya. Tidak pandang bulu anak-anak maupun dewasa.
”Semua orang yang “ngedrug bumi” menginjakkan kaki di tanah dan obah atau bergerak entah menari, joget bersama atau memainkan apa saja yang penting bisa mengekspresikan dirinya sebagai manusia dan bumi sebagai pijakannya,” harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























