Sabtu, Juli 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Menelisik Candi Badut Sebagai Saksi Bisu Kejayaan Kerajaan Kanjuruhan

Redaksi by Redaksi
Juni 30, 2024 5:18 pm
in Budaya
candi badut

Candi Badut sebagai saksi bisu kejayaan Kerajaan Kanjuruhan yang pernah berdiri di wilayah Malang Raya /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Candi Badut menjadi saksi bisu dari kejayaan sebuah kerajaan bercorak Hindu-Buddha yakni Kerajaan Kanjuruhan yang pernah berdiri di wilayah Malang Raya. Tidak jauh dari Kota Malang, Candi Badut yang diperkirakan dibangun di abad ke-8 Masehi dapat menjadi destinasi wisata edukasi sejarah.

Candi yang ditemukan seorang kontrolir dari Kantor Pamong Praja yang ada di Malang, Maureen Brecher pada tahun 1921 itu terletak di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Candi Badut konon disebut-sebut berhubungan erat dengan Prasasti Dinoyo sebagai bukti kejayaan Kerajaan Kanjuruhan di bawah kepemimpinan Raja Gajayana saat pertama kali ditemukan dalam keadaan rusak.

READ ALSO

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Dalam prasasti tersebut diceritakan bahwa Raja Gajayana membangun candi yang begitu indah untuk Sang Resi Agung (Maharsibhawana) dengan simbol Arca Agastya untuk membinasakan penyakit yang menghilangkan semangat.

Arca nandi
Arca Nandi yang ada di area Candi Badut/Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Kemudian di tahun 1923-1926 Dinas Purbakala Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda melakukan pemugaran candi di bawah komando F.D.K Bosch dan B. De Haan. Usaha pertama yang dilakukan adalah melakukan penggalian untuk menemukan dasar bangunan candi.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Candi Badut, Tertua di Jawa Timur Sekaligus Destinasi Wisata Sejarah di Malang

Hasil dari penggalian tersebut bahwa Candi Badut telah runtuh dan hanya menyisakan beberapa bagian yang masih dapat dilihat susunannya yakni bangunan candi yang bisa kita lihat sampai saat ini.

Sedangkan nama Badut sendiri merupakan tafsir dari kata Liswa yang bersumber pada baris kedua Prasasti Dinoyo. Nama Liswa merupakan nama lain dari Raha Gajayana, tetapi pembacaan aksara yang ada di prasasti tersebut menimbulkan beragam interpretasi.

Awal mula arkeolog Belanda, Dr. Brandes menyebutnya sebagai Limwa kemudian Dr. Bosch menyebut dengan kata Liswa. Setelah dibaca seksama bacaan yang benar adalah Liswa karena hurufnya lebih dekat dengan –swa daripada –mwa. Menurut penafsiran aksara Sansekerta, kata Liswa mengandung makna Anak Kemidi atau Tukang Tari yang jika ditafsirkan dalam Bahasa Jawa padanannya adalah kata ‘Badut’.

Benda Purbakala
Benda purbakala yang ada di area Candi Badut./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Kondisi saat ini, Candi Badut dalam keadaan tidak utuh. Memiliki pagar keliling dari batu porus dan halamannya berbentuk persegi panjang berukuran 47 meter x 49 meter. Halaman ini merupakan halaman pusat, sedangkan halaman tengah dan luar belum diketahui.

Dahulu di depan candi diperkirakan terdapat tiga buah bangunan kecil tetapi saat ini tinggal fondasi saja. Candi Badut sebenarnya memiliki bagian yang cukup lengkap terdiri dari lapik, kaki, tubuh, dan atap. Bagian tubuh dan atap sudah tidak lengkap lagi.

Baca Juga: Situs Candi Karang Besuki Malang, Sisa Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan yang Diyakini Tempat Menghilangkan Penyakit dan Malapetaka

Di lingkungan Candi Badut juga dapat ditemukan benda purbakala lainnya yakni fragmen Arca Durga, satu lingga, dua yoni, dua altar, satu fragmen arca, dan satu fragmen Arca Nandi (abdi setia Dewa Siwa).

Upaya pelestarian yang dilakukan terhadap Candi Badut adalah dengan melakukan kegiatan pemugaran, pencatatan melalui kegiatan inventarisasi, melakukan konservasi secara berkala, dan menempatkan juru pelihara.

Upaya perlindungan hukum juga sudah dilaksanakan dengan menetapkan Candi Badut sebagai cagar budaya sejak tahun 1998.

Demikian informasi mengenai Candi Badut sebagai saksi bisu kejayaan Kerajaan Kanjuruhan yang pernah berdiri di wilayah Malang Raya. Semoga informasi ini bermanfaat!.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra
editor: jatmiko

Tags: candiCandi Badutkabupaten malangKerajaan kanjuruhanPrasasti DinoyoRaja Gajayana

Related Posts

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Minggu, 31 Mei 2026
Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Kamis, 28 Mei 2026
Next Post
Porprov IX Jatim

Persiapkan Porprov IX Jatim 2025, KONI Kabupaten Malang Target Posisi Runner Up

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.