Sabtu, Juli 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Mengenal Lebih Dekat Candi Badut, Tertua di Jawa Timur Sekaligus Destinasi Wisata Sejarah di Malang

Redaksi by Redaksi
Februari 18, 2024 2:02 pm
in Pariwisata
candi badut

Candi Badut sebagai candi tertua di Jawa Timur sekaligus destinasi wisata sejarah di Malang /Foto: Google Review Candi Badut/hartono dj

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Candi Badut merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang lokasinya berada tidak jauh dari Kota Malang. Lokasi candi tersebut berada di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang tidak jauh dari pusat kota.

Konon, Candi Badut diyakini sebagai candi tertua yang ada di Jawa Timur diperkirakan di bangun sekitar tahun 760 masehi atau tepatnya di abad ke-8 di era Kerajaan Kanjuruhan. Informasi berdirinya Candi Badut tertuang dalam Prasasti Dinoyo.

READ ALSO

Menjelajah Sambil Belajar: 5 Wisata Edukasi di Kabupaten Malang yang Cocok Mengisi Libur Sekolah

Cocok Buat Mengisi Libur Sekolah, 10 Wisata Edukasi di Kota Malang yang Menarik Dikunjungi

Candi Badut diduga merupakan peninggalan dari raja Kerajaan Kanjuruhan yakni Raja Gajayana. Seperti diketahui bahwa Kerajaan Kanjuruhan merupakan salah satu kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Malang Raya sebelum Kerajaan Singasari.

Dalam Prasasti Dinoyo menuliskan bahwa Raja Gajayana membangun Candi Badut sebagai kuil indah untuk pemujaan kepada Sang Resi Agung yang diresmikan dalam Arca Agastya baru yang terbuat dari batu hitam.

Baca Juga: Mengenal Situs Cagar Budaya Candi Badut Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan

Tujuan Raja Gajayana saat itu adalah bangunan candi diharapkan dapat membinasakan penyakit yang menghilangkan semanagat di kalangan masyarakat Kerajaan Kanjuruhan pada saat itu.

Nama Badut sendiri diambil dari nama kecil Raja Gajayana yakni Liswa yang memiliki makna anak komedi, tukang lawak, atau tukang penghibur. Kata tersebut bermakna sama dengan badut yakni seseorang yang menghibur atau berbuat lucu untuk menyenangkan hati orang lain.

Itulah alasan mengapa candi bercorak Hindu tersebut dinamai Candi Badut.

Berbeda dengan arsitektur candi yang berada di Jawa Tengah, Candi Badut dibangun dengan bentuk sedikit melebar atau tambun menghadap ke barat. Di depan candi induk terpadat sisa-sisa fondasi tiga candi pendamping atau perwara.

Baca Juga: 12 Candi Hindu dan Budha di Malang Raya

Lalu kaki Candi Badut berbentuk bujur sangkar tanpa ada hiasan yang berdiri di atas batur. Kemudian di sisi barata atau di depan pintu masuk candi terdapat penampil tangga naik dan pipi tangga berbentuk lengkungan dan berujung bentuk ukel dengan bagian atas berhias kepala naga.

Sementara di sisi utara dan selatan bagian pipi tangga berhias ornamen burung yang tengah berdiri di atas bunga teratai. Di bagian tangga naik menuju ke area dalam Candi Badut di kanan kiri terdapat hiasan berupa Makara yakni makhluk mitologi dalam agama Hindu.

Dinding luar candi di bagian relung-relung dihiasai motif kala (kepala raksasa) tanpa rahang bawah dan bingkai penampilannya dihias dengan sulur-suluran. Di bagian relung utara terdapat Arca Durga dan di selatan terdapat Arca Agastya.

Terdapat pula arca lingga-yoni sebagai perlambang kehidupan manusia di dalam bilik Candi Badut tetapi kondisinya tidak utuh.

Bagian atap candi juga diperkirakan telah runtuh sehingga yang ditemui adalah bentuk Candi Badut seperti saat ini.

Melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 203/M/2016 menetapkan Candi Badut sebagai bangunan cagar budaya sekaligus menjadi candi tertua di Jawa Timur.

Candi Badut ditemukan pada tahun 1921 oleh seorang pegawai pemerintahan kolonial Belanda bernama Maureen Brecher yang selanjutnya dilakukan pemugaran pada bangunan candi pada tahun 1923 sampai 1926.

Semula Candi Badut ditemukan dalam kondisi rusak dan sebagian bangunan candi tertutup tanah.

Demikian informasi mengenai Candi Badut sebagai candi tertua di Jawa Timur sekaligus destinasi wisata sejarah di Kota Malang. Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra
editor: jatmiko

Tags: Candi BadutCandi Tertua di Jawa TimurGajayanakabupaten malangKecamatan DauKerajaan kanjuruhanWisata Sejarah di Malang

Related Posts

Menjelajah Sambil Belajar: 5 Wisata Edukasi di Kabupaten Malang yang Cocok Mengisi Libur Sekolah
Pariwisata

Menjelajah Sambil Belajar: 5 Wisata Edukasi di Kabupaten Malang yang Cocok Mengisi Libur Sekolah

Jumat, 3 Jul 2026
10 wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi di momen libur sekolah kali ini. /Foto: Google Review Museum Mpu Purwa/Dedi Irfan.
Pariwisata

Cocok Buat Mengisi Libur Sekolah, 10 Wisata Edukasi di Kota Malang yang Menarik Dikunjungi

Kamis, 2 Jul 2026
Sensasi masuk ke dunia sihir di Magic House, The Legend Stars Park, Jatim Park 3, Kota Batu. Foto: Dok
Pariwisata

Sensasi Masuk ke Dunia Sihir, Liburan Sekolah ala Hogwarts di Magic House Jatim Park 3

Selasa, 30 Jun 2026
Kolam Renang
Pariwisata

10 Kolam Renang di Malang yang Cocok Buat Mengisi Libur Sekolah

Senin, 29 Jun 2026
Jatim Park 3
Advertorial

Keliling Dunia Tanpa Paspor di Zona Negara The Legend Stars Park Jatim Park 3

Minggu, 28 Jun 2026
SunThai Street Food Festival di JTP 3 Hadirkan 60 Lebih Kuliner Thailand
Advertorial

SunThai Street Food Festival di JTP 3 Hadirkan 60 Lebih Kuliner Thailand

Minggu, 28 Jun 2026
Next Post
Muara Rupa, Pameran Seni Tujubelasan yang Gambarkan Persoalan di Malang Raya

Muara Rupa, Pameran Seni Tujubelasan yang Gambarkan Persoalan di Malang Raya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.