MALANG, Tugumalang.id – Rumah makan Cobra Agung di Singosari terkenal akan menunya yang tidak biasa. Mereka menyediakan aneka olahan ular kobra yang dipercaya memiliki banyak manfaat.
Beberapa menu olahan ular kobra yang dijual di rumah makan ini di antaranya adalah krengsengan, ular saos inggris, ular asam manis, ular se zhuan, ular cah kangkung, ular goreng, hingga ular cap jay.
“Ular krengsengan yang paling banyak diminati, sama ular asam manis,” kata Theresia Titik Mispa, pemilik rumah makan Cobra Agung saat diwawancara wartawan Tugumalang.id.
Baca Juga: Rujak Cingur Mentawai, Kuliner Legendaris di Kota Malang Buka Sejak 1969

Daging ular memiliki rasa dan tekstur mirip daging ayam, namun lebih kesat. Saat sudah diolah menjadi krengsengan dan ular asam manis, nyaris tak ada perbedaan yang terlihat antara olahan ular dengan olahan daging lainnya. Aromanya pun mirip dengan olahan daging ayam.
Selain menu makanan di atas, Cobra Agung juga menyediakan aneka produk olahan ular seperti abon ular, tepung ular, minyak ular, hingga rambak ular. Abon dan tepung ular terbuat dari daging ular yang diolah sedemikian rupa.
Baca Juga: Hari Terakhir Gebyar Plaosan Timur Jadoel, Menikmati Aneka Kuliner Tempo Dulu

Titik mengklaim abon daging ular bisa mengobati kulit gatal-gatal. Abon bisa dimakan dengan menggunakan nasi karena sudah berbumbu.
Sementara tepung ular diklaim bisa menyembuhkan luka penderita diabetes dalam waktu cepat. “Minyak ular untuk oles (kulit) gatal,” ujarnya.
Sejarah Cobra Agung
Rumah makan Cobra Agung telah berdiri sejak tahun 1977. Usaha ini dirintis oleh mertua Titik yang bernama Jadi Hartanto. Cobra Agung awalnya dibuka di sebuah kontrakan di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Kini, rumah makan ini berada di Jalan Raya Randu Gembolo, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Pada saat itu, ia mencoba membuka bisnis yang belum ada di Indonesia. Kebetulan, ayah Jadi telah mempelajari tentang khasiat ular kobra.

Sebagai informasi, praktik pengobatan dengan menggunakan ular banyak dilakukan di Tiongkok. Akhirnya, tercetus ide untuk membuka rumah makan yang mengolah ular kobra.
“Ia mempelajari, banyak membaca buku, mencari tahu apa saja manfaat dari ular kobra dan untuk pengobatan apa saja,” jelas Titik.
Setelah memahami betul tentang manfaat ular kobra, Jadi membuka Cobra Agung. Awalnya ia hanya menjual lima ekor ular kobra yang ditaruh di dalam toples kerupuk.
Ada alasan rumah makan ini hanya menyajikan ular kobra dan bukan jenis ular lainnya. Menurut Titik, kobra memiliki bisa yang cukup tinggi. Semakin berbisa, maka ular tersebut memiliki khasiat yang lebih tinggi.
Empedu Ular Cobra Banyak Diminati
Secara umum, ular kobra dipercaya bisa menyembuhkan gatal-gatal, liver, asma, maag dan penyakit-penyakit organ dalam lainnya. Kebanyakan pelanggan mencari empedu ular yang dipercaya memiliki khasiat paling tinggi.
Empedu ular tersebut diracik dengan menggunakan arak dan madu untuk menghilangkan rasa pahit serta aroma anyir. Konsumsi empedu ular kobra disesuaikan dengan berat ringannya penyakit.
Apabila penyakitnya ringan, pelanggan hanya perlu meminum dua empedu. Namun, ada pula pasien yang mengonsumsi hingga 60 empedu.
“Ularnya khusus kobra karena racunnya lumayan tinggi. Semakin beracun, khasiat empedunya semakin bagus. Ular yang tidak beracun tidak ada khasiatnya,” tuturnya.
Kandang Ular Kobra
Di samping rumah makan, Titik menyimpan kandang yang digunakan untuk tempat tinggal ular kobra. Saat Tugumalang.id mendatangi lokasi tersebut, terdapat sekitar empat ekor ular kobra yang masih hidup.
Titik kemudian mengambil satu ekor ular kobra dan menyembelihnya untuk diolah menjadi berbagai menu makanan. Hidangan yang disajikan pun fresh karena ularnya baru disembelih sesaat sebelum diolah.
Titik mengatakan dirinya mengambil ular kobra dari pengepul yang memang spesialisasinya menangkap ular. Ia tidak beternak dan hanya mengambil ular kobra liar.
Selama mengelola Cobra Agung, Titik mengaku belum pernah sekali pun digigit ular. Meski demikian, ia memahami pertolongan pertama yang harus diberikan apabila ada yang tergigit.
Setelah diberi pertolongan pertama, orang yang digigit harus segera dibawa ke rumah sakit untuk diberi penawar.
“Penawarnya suntik di rumah sakit. Tapi harus tahu penanganan pertamanya. Dirobek bekas gigitan, lalu dikeluarkan darahnya,” terangnya.
Meski tergolong kuliner ekstrem, Cobra Agung tetap memiliki pelanggan hingga saat ini. Kebanyakan pelanggan datang untuk mengobati penyakit mereka secara tradisional.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























