Tugumalang.id – Tahun 2025 menjadi tonggak pencapaian luar biasa bagi SMKN 2 Malang. Sekolah ini berhasil memperoleh bantuan pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi yang ditujukan untuk siswa kelas XII melalui program Ujian Kompetensi Keahlian (UKK).
Biasanya UKK dilaksanakan di akhir kelas XII, namun karena adanya bantuan ini, pelaksanaan dimajukan ke semester 5 kelas XII.
Ketua LSP Ratna Hari S, SPd, MKes, mengatakan, SMKN 2 Malang menerapkan dua model sertifikasi kompetensi yakni Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSPP 1) yang berada di bawah naungan sekolah dan sertifikasi berbasis industri, di mana pelaksanaan ujian dilakukan langsung di dunia kerja.
Baca Juga: 64 Anggota Paskibra SMKN 2 Malang Resmi Dikukuhkan untuk Upacara HUT RI ke-80
Salah satu contohnya, siswa dari Program Keahlian Perawatan Sosial, yang mengikuti ujian kompetensi langsung di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang, di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

“Mereka menjalani ujian mulai 22 September hingga 24 September 2025.
Sementara itu, untuk program keahlian lainnya, asesor profesional didatangkan langsung ke sekolah,” kata dia.
Total peserta yang mengikuti UKK tahun ini sekitar 630 siswa, yang berasal dari 6 jurusan, yaitu Perawatan Sosial (PS), Perhotelan (PHT), Kuliner, Usaha Layanan dan Wisata, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), dan Layanan Penunjang Kesehatan dan Caregiving (LPKC).
Baca Juga: Ratusan Siswa SMKN 2 Malang Antusias Jalani MPLS di Hari Pertama Masuk Sekolah
“Dengan jumlah peserta yang besar, pelaksanaan UKK dilakukan secara bergilir. Dalam satu hari, beberapa siswa melakukan ujian, sementara yang lain menjadi peraga, seperti menjadi pasien dalam program kesehatan atau pelanggan dalam program layanan,” tambahnya.
Model ujian ini dilakukan oleh LSPP 1 SMKN 2 Malang, dengan konsep siswa sebagai objek uji, dibantu oleh asesor dan penyelia.

Penilaian mengikuti standar LSP, yaitu hanya dua kategori: Kompeten (K) dan Tidak Kompeten (TK). Namun, karena ini juga merupakan bagian dari UKK nasional, nilai tersebut dikonversi menjadi nilai angka agar dapat masuk dalam sistem penilaian akhir siswa.
Pelaksanaan UKK ini tidak serta-merta dilakukan. Persiapan dimulai sejak Agustus 2025, dimulai dengan Penyusunan proposal bantuan melalui aplikasi Takola.
Sosialisasi ke berbagai institusi terkait Cabang Dinas, Industri Mitra, dan Instansi Atasan. Verifikasi teknis hingga 19 September 2025, termasuk kecocokan alat, tempat, dan kompetensi yang diuji.
“Peran penyelia sangat penting dalam mengawasi pelaksanaan agar sesuai dengan standar industri dan perangkat yang digunakan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Ratna Hari.
Melalui aplikasi Takola dan program Prabimtek, SMKN 2 Malang berhasil memperoleh kuota sertifikasi untuk 600 siswa yang merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah sekolah.
“Ujian itu untuk mengukur seberapa menguasai kompetensi siswa, harapannya dari ujian ini, ujian bisa setajam mungkin untuk melihat kemampuan anak. Kita mempunyai perangkat untuk menggambarkan kemampuan anak. Kemudian setelah kami memastikan kemampuan anak-anak. Mereka mendapatkan sertifikat yang bisa di percaya sama pengguna jasa, produk kami di masa mendatang,” paparnya lagi.
UKK dilaksanakan mulai 22 September dan ditargetkan selesai paling lambat 2 Oktober 2025 nanti. Namun, durasi tiap program bervariasi tergantung jumlah siswa dan kompleksitas kompetensi yang diuji.
Beberapa jurusan menyelesaikan UKK dalam waktu singkat, seperti dari 22 hingga 25 September. UKK tidak dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu.
Bagi para guru, pelaksanaan UKK ini adalah representasi kompetensi diri siswa, yang kelak akan menjadi bekal untuk Bekerja, Melanjutkan pendidikan, atau Berwirausaha (BMW) tiga pilar utama lulusan SMK.
“Ujian ini penting banget untuk kedepannya untuk masuk Perguruan tinggi bersama dengan TKA, semoga mendapatkan yang terbaik pas kelulusan nanti,” Ujar Nina Fernanda Siswa Kelas XII SMKN 2 Malang.
Bagi dia, UKK diharapkan tidak hanya menjadi tolak ukur akademik, tetapi juga bukti kesiapan dirinya untuk memasuki dunia kerja. Sekolah juga memberikan dukungan penuh bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang keahlian mereka.
Asesor juga menyampaikan harapan mereka terhadap siswa untuk kedepannya ujian kompetensi ini berguna bagi mereka di masa mendatang. Salah satunya Salimatun yang menjadi asesor pada bidang tata boga menyampaikan harapannya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Siti Nur Fadia (Magang)
Editor: Herlianto. A





























