Tugumalang.id – Rekah senyum penuh semangat dari ratusan siswa baru SMKN 2 Malang mewarnai hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2025/2026.
Mereka menjalani rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan penuh antusias di Aula Student Center (SC) Pertamina, SMKN 2 Malang pada Senin (14/7/2025).
Sebanyak 678 siswa ini juga mengikuti apel pembukaan MPLS serentak se-Jawa Timur secara virtual dari Aula SC Pertamina SMKN 2 Malang.
Mereka juga tampak antusias terlibat dalam pemecahan rekor muri senam bersama yang melibatkan seluruh siswa baru SMA/SMK/SLB se-Jawa Timur.
Baca Juga: SMKN 2 Malang Gelar Simulasi Mitigasi Gempa Bumi

“Antusias anak-anak hari ini luar, mereka sudah bersiap sejak pukul 06.00 WIB dan alhamdulillah tidak ada yang terlambat. Jadi ini adalah awal yang baik,” kata Srirohatul Juma’idah, SST.Par, Wakil Kepala SMKN 2 Malang.
Dalam MPLS ini, Ida sapaan akrab Srirohatul Juma’idah mengatakan bahwa pihaknya memperkenalkan sarana prasarana lingkungan sekolah, karakter, kurikulum, ekstra kurikuler hingga 7 kebiasaan anak hebat Indonesia kepada para siswa baru.
Baca Juga: SMKN 2 Malang Gelar Expo Teaching Factory, Pamerkan Produk Karya Siswa

Pengenalan sekolah bertajuk “MPLS Ramah” ini pihaknya menekankan materi soal anti korupsi, anti kekerasan, anti bullying dan anti judi online di lingkungan sekolah.
Di lingkungan sekolah, para siswa diajarkan untuk tidak curang terhadap waktu sebagai edukasi anti korupsi sejak dini. Artinya, kedisiplinan benar-benar ditanamkan dengan ketat.
“Soal anti kekerasan, jelas kami di lingkungan sekolah harus menciptakan suasana yang nyaman. Lalu tidak boleh ada bullying baik verbal maupun non verbal di sekolah,” tuturnya.
“Untuk anti judi online, tentu untuk membekali anak-anak agar tak terjerat judi online (judol) maupun pinjaman online (pinjol),” urainya.

Selama ini, SMKN 2 Malang juga telah memiliki Tim Pencegahan dan Penaganan Kekerasan (TPPK) yang terdiri dari guru, orang tua untuk mengantisipasi kekerasan maupun bullying di lingkungan sekolah.
Bahkan pihaknya juga kerap melibatkan pihak TNI untuk sosialisasi anti kekerasan, bullying hingga anti narkoba.
“Semoga anak-anak lebih semangat untuk belajar karena cita-cita tak akan terwujud tanpa usaha dan doa,” ucapnya.
Salah satu siswa baru SMKN 2 Malang, Aulia Dwi Novitasari mengaku senang mengikuti MPLS di hari pertamanya masuk sekolah.
“Hari pertama masuk sekolah tentu senang, di sini suasananya seru, teman-teman baik dan ceria semua, termasuk kakak kelas,” ucapnya.
Ia mengaku membawa perlengkapan MPLS mulai dari kartu nama, poster anti bullying hingga bendera merah putih kecil. Semua ia persiapkan sendiri.
Sebagai informasi, MPLS SMKN 2 Malang diikuti oleh 678 siswa. Tujuh di antaranya merupakan siswa disabilitas. Hal ini tentu menjadi wujud implementasi penerapan sekolah inklusif di SMKN 2 Malang yang telah berlangsung sejak 2010 lalu.
Adapun rangkaian acara MPLS SMKN 2 Malang di hari pertama yaitu pengondisian siswa, zoom Pembukaan MPLS, materi pertama Motivasi Belajar Dan Kegiatan Belajar Mengajar Di SMKN 2 Malang.
Dilanjutkan materi kedua yaitu Wawasan Wiyata Mandala Lingkungan SMKN 2 Malang. Materi ketiga Peluang Kerja Dan Dunia Usaha, materi keempat Program Dan Kegiatan Kesiswaan. Lalu ditutup dengan pengerjaan project.
MPLS ini masih akan berlanjut hingga hari Kamis 17 Juli 2025, tentu dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan mencerdaskan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























