Tugumalang.id – Memahami materi kuliah tidak selalu bergantung pada lamanya waktu belajar. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa cara belajar yang digunakan juga berperan penting dalam membantu mahasiswa menyerap dan mengingat informasi. Oleh karena itu, memilih metode belajar yang tepat dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan efektivitas proses belajar.
Banyak mahasiswa masih mengandalkan kebiasaan membaca ulang catatan atau belajar dalam waktu lama menjelang ujian. Padahal, ada beberapa teknik belajar yang lebih efektif dalam membantu pemahaman dan daya ingat jangka panjang. Berikut lima metode belajar yang dapat dicoba mahasiswa.
1. Active Recall
Metode Active Recall dilakukan dengan berusaha mengingat kembali materi tanpa melihat catatan. Setelah mempelajari suatu topik, mahasiswa dapat mencoba menjelaskan kembali isi materi menggunakan kata-kata sendiri, menjawab pertanyaan latihan, atau menuliskan poin-poin penting dari ingatan.
Baca Juga: 6 Aplikasi Gratis yang Bisa Membantu Mahasiswa Menyusun Skripsi
Menurut Learning Strategies Center Cornell University, proses mengingat kembali informasi secara aktif membantu memperkuat pemahaman sekaligus menunjukkan bagian materi yang masih perlu dipelajari lebih lanjut. Teknik ini dinilai lebih efektif dibanding hanya membaca ulang catatan secara berulang.
2. Spaced Repetition
Metode berikutnya adalah Spaced Repetition atau belajar dengan jeda waktu. Teknik ini dilakukan dengan mengulang materi secara berkala dalam beberapa hari atau minggu, bukan mempelajarinya sekaligus dalam satu malam sebelum ujian.
Pendekatan ini membantu otak mempertahankan informasi lebih lama karena materi terus diperkuat melalui pengulangan yang terjadwal. Berbagai penelitian di bidang psikologi pembelajaran juga menunjukkan bahwa belajar secara bertahap lebih efektif dibanding sistem kebut semalam (cramming).
3. Teknik Feynman
Teknik Feynman mengajak mahasiswa menjelaskan suatu konsep menggunakan bahasa yang sederhana, seolah-olah sedang mengajarkannya kepada orang lain. Jika masih kesulitan menjelaskan, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa materi tersebut belum dipahami sepenuhnya.
Baca Juga: Gaya Hidup Mahasiswa Dorong Investasi Rumah Kos Premium di Malang
Dengan menyederhanakan penjelasan, mahasiswa terdorong untuk memahami hubungan antar konsep, bukan sekadar menghafal definisi. Cara ini juga membantu menemukan bagian materi yang masih membingungkan sehingga dapat dipelajari kembali.
4. Teknik Pomodoro
Belajar dalam waktu lama tanpa jeda dapat membuat konsentrasi menurun. Salah satu teknik yang cukup populer adalah Pomodoro, yaitu membagi durasi belajar menjadi interval fokus selama sekitar 25 menit yang diselingi istirahat singkat selama 5 menit. Setelah beberapa sesi, istirahat dapat dilakukan lebih lama.
Teknik ini membantu menjaga fokus sekaligus mengurangi rasa lelah ketika belajar. Mahasiswa juga dapat menyesuaikan durasi belajar sesuai kebutuhan, misalnya 45 menit belajar dan 10 menit istirahat apabila merasa lebih nyaman dengan waktu yang lebih panjang.
5. Cornell Note-Taking
Cara mencatat juga dapat memengaruhi proses belajar. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah Cornell Note-Taking, yaitu membagi halaman catatan menjadi beberapa bagian untuk mencatat materi utama, kata kunci atau pertanyaan, serta ringkasan singkat.
Sistem ini membantu mahasiswa meninjau kembali materi dengan lebih terstruktur. Ketika akan belajar ulang, mahasiswa dapat menggunakan bagian pertanyaan untuk menguji pemahaman sebelum melihat jawaban yang terdapat pada catatan utama.
Hingga kini, Learning Strategies Center Cornell University masih menyediakan panduan resmi mengenai penggunaan metode tersebut untuk membantu mahasiswa menyusun dan meninjau kembali catatan kuliah.
Belajar secara efektif tidak selalu berarti menambah jam belajar. Menggunakan metode yang sesuai dapat membantu mahasiswa memahami materi dengan lebih baik sekaligus meningkatkan daya ingat dalam jangka panjang.
Setiap mahasiswa juga dapat mencoba beberapa metode tersebut untuk menemukan teknik yang paling sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan masing-masing. Yang terpenting adalah belajar secara aktif, konsisten, dan memberikan waktu bagi otak untuk memproses informasi secara bertahap.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maura Sampetoding/ Magang
Editor: Herlianto. A

























