Malang, Tugumalang.id – Sepanjang sejarah, berbagai rezim tumbang bukan hanya karena kekuatan militer atau elite politik, tetapi karena tekanan besar dari rakyat. Ketika ketidakadilan, kesenjangan sosial, dan penindasan memuncak, gerakan rakyat kerap menjadi katalis perubahan besar.
Berikut adalah lima contoh gerakan rakyat dari berbagai negara yang berhasil menggulingkan pemerintahan dan meninggalkan jejak mendalam di sejarah dunia.
5 Gerakan Rakyat
1. Revolusi Prancis (1789–1799)
Revolusi Prancis lahir dari kemarahan rakyat terhadap sistem feodal dan monarki absolut yang sangat timpang. Kaum bangsawan dan gereja menikmati kekayaan dan kekuasaan, sementara rakyat jelata terbebani pajak berat dan kelaparan.
Rangkaian aksi massa, seperti penyerbuan Penjara Bastille dan pembentukan Majelis Nasional, menjadi titik balik. Akhirnya, monarki runtuh, Raja Louis XVI dieksekusi, dan Prancis menjadi republik.
Baca juga: Jejak Herman Thomas Karsten dalam Sejarah Perencanaan Kota Malang
2. Revolusi Amerika (1775–1783)
Tiga belas koloni Inggris di Amerika Utara memberontak karena merasa tidak mendapatkan hak politik yang adil. Terutama setelah diberlakukan pajak tinggi oleh Kerajaan Inggris tanpa perwakilan di parlemen.
Gerakan ini berkembang menjadi perang kemerdekaan, yang didorong oleh semangat rakyat untuk menentukan nasib sendiri. Dengan dukungan luas dari masyarakat dan kemenangan di medan perang, koloni-koloni tersebut akhirnya merdeka dan membentuk negara baru, yakni Amerika Serikat.
3. Revolusi Rusia (1917)
Revolusi Rusia dimulai dari kekecewaan rakyat terhadap pemerintahan Tsar Nicholas II yang otoriter dan gagal merespons krisis ekonomi serta penderitaan akibat Perang Dunia I. Pemogokan buruh dan unjuk rasa besar melumpuhkan ibu kota Petrograd.
Revolusi Februari menjatuhkan Tsar, tetapi ketidakstabilan berlanjut hingga Revolusi Oktober yang dipimpin oleh kaum Bolshevik. Akibatnya, sistem monarki dihapus dan lahirlah negara komunis pertama di dunia, Uni Soviet.
4. Revolusi Iran (1979)
Revolusi ini muncul dari gabungan ketidakpuasan terhadap monarki Shah Mohammad Reza Pahlevi yang represif, pro-barat, dan penuh korupsi, serta gerakan keagamaan yang menginginkan sistem pemerintahan berbasis Islam. Selama berbulan-bulan, jutaan rakyat turun ke jalan dalam aksi protes damai maupun kerusuhan.
Setelah tekanan rakyat semakin kuat, Shah akhirnya melarikan diri dan rezimnya runtuh. Iran pun berubah menjadi Republik Islam di bawah kepemimpinan Ayatollah Khomeini.
5. Revolusi Mesir (2011)
Rakyat Mesir melakukan aksi besar-besaran menentang pemerintahan otoriter Hosni Mubarak. Tuntutan utama mereka adalah keadilan, transparansi, dan demokrasi setelah puluhan tahun hidup di bawah represi politik dan ekonomi.
Tahrir Square di Kairo menjadi titik fokus perlawanan dalam menggulingkan presiden yang berkuasa sejak 1981 ini. Dalam waktu kurang dari sebulan, tekanan rakyat berhasil memaksa Mubarak mundur setelah 30 tahun berkuasa.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























