MALANG, Tugumalang.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat sebanyak 435 bencana terjadi di wilayah Kabupaten Malang sepanjang tahun 2025. Bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan angin kencang mendominasi bencana yang terjadi di tahun tersebut.
Berikut jumlah bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang sepanjang tahun 2025:
– Longsor sebanyak 98 kejadian
– Angin kencang sebanyak 74 kejadian
– Pohon tumbang sebanyak 53 kejadian
– Banjir sebanyak 23 kejadian
Baca Juga: Bantu Korban Bencana Sumatera, UB Malang Kirim Alat Penjernih Air Portabel
Bencana lain yang tercatat adalah gempa bumi sebanyak 187 kejadian. Namun, tak semua gempa bumi bisa dirasakan. Sementara itu, tidak ada bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2025.
“Dampak erupsi gunung api juga tidak dirasakan di Kabupaten Malang,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Selasa (6/1/2025).
Puncak kejadian tanah longsor terjadi pada Januari dengan 26 kejadian, disusul Desember sebanyak 18 kejadian. Poncokusumo tercatat sebagai kecamatan paling rawan tanah longsor dengan 13 kejadian, diikuti Lawang, Ngantang, dan Pujon yang masing-masing mengalami 10 kejadian.
“Daerah-daerah tersebut memang rawan longsor karena secara geografis berada di lereng atau perbukitan,” kata Sadono.
Baca Juga: Peduli Bencana Sumatera, PJT I Kirim Bantuan Kemanusiaan hingga Terjunkan Relawan
Bencana yang terjadi di tahun 2025 ini menyebabkan kerugian materiil hingga Rp729, 1 juta. Kerugian dihitung berdasarkan kerusakan rumah warga serta fasilitas umum yang diakibatkan bencana alam.
Sadono merinci, sebanyak 433 rumah dan bangunan mengalami kerusakan ringan. Kemudian sebanyak 80 rumah mengalami kerusangan sedang dan 33 rumah mengalami rusak berat.
“Kerusakan paling banyak terjadi di Kecamatan Dau,” imbuh Sadono.
Bencana alam ini juga menelan korban, terutama di bulan Januari saat banyak terjadi tanah longsor dan banjir. BPBD Kabupaten Malang mencatat dua orang korban meninggal dunia, satu hilang, dan 17 orang mengalami luka-luka.
Di tahun sebelumnya, angin kencang dan tanah longsor juga mendominasi kejadian bencana di Kabupaten Malang. Pada tahun 2024, terjadi 72 kejadian angin kencang dan 67 kejadian tanah longsor.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























