Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

4 Tradisi Tahunan Warga Malang yang Masih Lestari

Redaksi by Redaksi
Agustus 19, 2024 12:26 pm
in Asli Malang
Tradisi budaya warga Malang yang sampai saat ini masih dilestarikan. Foto/Pinterest

Tradisi budaya warga Malang yang sampai saat ini masih dilestarikan. Foto/Pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Setidaknya ada empat tradisi tahunan warga Malang yang masih lestasi dan terus diperingati setiap tahunnya. Berbagai tradisi ini sekaligus menjadi kekhasan budaya di Malang.

Lestarinya tradisi di Kabupaten Malang, membuatnya tidak hanya terkenal dengan beragam wisata pantai, alam maupun kulinernya juga memiliki tradisi yang turun temurun masih bertahan sampai saat ini.

READ ALSO

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Penyelenggaraan tradisi ini terbuka bagi publik. Nah, kalau Anda tertarik untuk menyaksikannya, simak penjelasan di bawah ini dan pastikan waktunya tepat.

1. Kirab sesaji satu suro

Tahun Baru Islam atau satu Muharam diperkenalkan sejak lama oleh Sultan Agung, Raja Mataram Islam. Masyarakat Jawa lebih suka menyebutnya Satu Suro. Momen ini dianggap sebagai peristiwa sakral.

Baca Juga: Menikmati Kuliner Tradisional Jenang dengan Kemasan Kekinian Ala De Jenangs, Wajib Dicoba!

Oleh karena itu, hingga hari ini, banyak masyarakat Jawa masih memperingati hari tersebut sebagai cara untuk bersyukur kepada Tuhan.

Kirab Sesaji satu suro adalah nama perayaan di Malang untuk memperingati Satu Suro. Proses ritual dilakukan dengan mengelilingi desa di wilayah Gunung Kawi, khususnya Wonosari.

Orang-orang akan pergi ke makam Eyang Junggo dan Imam Soedjono dengan membawa sesaji. Mereka mengenakan pakaian adat Jawa.

Setelah tiba di lokasi, pemimpin upacara akan membacakan doa. Selepas itu, warga akan memperebutkan gunungan tumpeng dengan berbagai makanan.

Banyak penari dari usia anak-anak hingga dewasa memeriahkan perayaan ini. Selain itu, upacara adat ini juga melibatkan pembakaran ogoh-ogoh besar sebagai tanda menjauhkan diri dari bahaya.

2. Jalanidhipuja

Acara budaya tahunan di Malang ini terkait dengan agama tertentu yaitu Hindu. Acara Jalanidhipuja diadakan menjelang tahun baru Saka atau Nyepi.

Tempatnya berada di Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Tujuan acara ini untuk mengharapkan kelancaran dan keberkahan dari Tuhan pada tahun berikutnya.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Lebaran Ketupat, Simak Penjelasannya di Sini!

Upacara ini selalu dilakukan di air sebagai simbol keberkahan dan kelancaran dan prosesi larung adalah puncak acaranya. Makanan yang dibuat sesaji ini terdiri dari buah, sayur, dan berbagai jenis hasil pertanian lainnya. Kemudian laki-laki muda Hindu melepaskan sesaji tersebut ke laut lepas.

3. Grebek tirto aji

Masyarakat Tengger di Malang melakukan ritual Grebeg Tirto Aji. Mereka melakukan upacara adat ini untuk menyambut datangnya hari besar Yadya Kasada, yang diperingati setiap hari ke-14 bulan Kasada.

Dalam ritual ini, mereka mengarak jampana yang berisi berbagai macam buah dan sayuran ke pendopo Pemkab Malang. Setelah prosesi arak-arakan selesai, acara dilanjutkan dengan Tari Tujuh Bidadari. Acara ini dipentaskan di Sendang Widodaren Wendit.

Sambil disaksikan oleh ketua adat Suku Tengger, Bupati Malang mengambil air suci yang diberikan kepada warga pada acara tersebut. Diakhiri dengan prosesi syukuran, doa dibacakan untuk meminta keberkahan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat.

Acara Grebeg Tirto Aji berakhir dengan kemeriahan dan antusiasme masyarakat dalam memperebutkan jempana buah dan sayuran serta nasi tumpeng.

4. Upacara Kasada

Kasada berasal dari kata “kesepuluh”, yang merujuk pada bulan di mana upacara tersebut dilakukan, yaitu bulan kesepuluh pada kalender Jawa, atau tanggal empat belas. Umat Hindu Tengger mengikuti upacara adat ini.

Berdoa dan menyerahkan sesaji atau hasil bumi ke kawah Gunung Bromo di Jawa Timur adalah inti dari upacara ini. Pura Luhur Poten adalah tempat upacara adat dilakukan.

Upacara dimulai dengan tarian tradisional dari cerita Roro Anteng dan Joko Seger. Pelantikan dukun dan pemberkatan umat dilakukan setelah itu.

Dukun terpilih memimpin rombongan dengan membawa banyak sesaji dan air suci yang diambil dari 5 sumber mata air yang telah ditentukan menuju puncak Bromo. Selanjutnya, hasil bumi dimasukkan ke dalam kawah.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Hindun Atya Rahmania (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: kabupaten malangSatu SuroTradisi Tahunanumat hinduWarga Malang

Related Posts

Candi kidal
Asli Malang

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Senin, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Jumat, 7 Nov 2025
Tanaman hias
Asli Malang

4 Surga Hijau di Malang Raya: Pusat Tanaman Hias Terlengkap dari Pasar Legendaris hingga Nursery Modern

Selasa, 4 Nov 2025
Candi Sumberawan, salah satu situs sejarah di Kabupaten Malang tepatnya terletak di Kecamatan Singosari yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Candi Sumberawan/Arie Nugraha.
Asli Malang

Jejak Masa Lalu Singosari: Destinasi Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Kabupaten Malang

Sabtu, 25 Okt 2025
Next Post
Pencarian pemancing yang hilang di Pantai Tanjung Sirap. Foto: Satpolairud Polres Malang

Pencarian Pemancing yang Hilang di Pantai Tanjung Sirap Terkendala Pusaran Arus Kuat

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.