Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

3 Tradisi Unik Warga Malang yang Masih Dipertahankan hingga Sekarang

Redaksi by Redaksi
Juni 20, 2023 4:47 pm
in Budaya
Tradisi gunungan hasil bumi masih dilestarikan di beberapa daerah sampai saat ini.

Tradisi gunungan hasil bumi masih dilestarikan di beberapa daerah sampai saat ini. (Foto/Pixabay)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Selain terkenal sebagai kota pelajar dan wisata, Malang juga memiliki beberapa tradisi unik yang berbeda dengan bebera daerah lainnya di Jawa Timur. Tradisi ini unik ini masih dilestarikan sampai saat ini.

Kalau Anda berlibur atau sekedar berkunjung ke Malang pada waktu-watu tertentu bisa jadi menjumpai pagelaran budaya-budaya yang adi Kota Dingin ini. Penasaran tradisi apa saja yang ada di Malang, yuk simak penjelasannya.

READ ALSO

Coming Soon! Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Baca Juga: Mengenal Batik Malang Kucecwara, Sudah Ada Hak Patennya

1. Grebeg Tirto Aji

Grebeg Tirto Aji tidak kalah menariknya dengan berbagai tradisi lainnya, di mana ritual ini juga dilaksanakan oleh masyarakat adat Tengger di Malang. Upacara adat ini digelar untuk menyambut datangnya hari besar Yadya Kasada yang diperingati setiap hari ke-14 bulan Kasada.

Ritual ini diawali dengan mengarak jampana aneka buah dan sayur yang berasal dari hasil bumi masyarakat adat Tengger sampai pendopo Pemkab Malang.

Acara dilanjutkan dengan Tari Tujuh Bidadari sebagai simbol pengambilan air. Ritual ini dilaksanakan di Sendang Widodaren Wendit, di mana pada acara ini Bupati Malang akan mengambil air suci yang akan diberikan kepada warga dan disaksikan oleh ketua adat Suku Tengger.

Setelah acara pengambilan air suci selesai, dilanjutkan dengan prosesi syukuran yang ditandai dengan pembacaan doa untuk meminta kebaikan dan perlindungan. Warga juga memohon keberkahan serta kelancaran atas hasil tanaman selanjutnya.

Baca Juga: Parade Topeng Malangan di Kampung Topeng Tlogowaru Diwarnai Tampilnya Kesenian Jaranan

Acara ditutup dengan kemeriahan dan antusiasme masyarakat yang memperebutkan jempana buah dan sayur serta nasi tumpeng.

Dibalik ritual ini menyimpan makna yang mendalam. Selain wujud syukur masyarakat atas berkah yang diberikan Sang Pencipta, ritual ini juga untuk berbagi keberkahan dengan sesama masyarakat sekitar melalui jempana yang dibuat.

2. Entas-Entas

Tradisi Entas-Entas merupakan upacara adat yang menjadi bagian dari suku adat Tengger di Desa Tengger Ngada, yang terletak di daerah Poncokusumo Malang. Tradisi ini berlangsung sebagai bagian dari ritual upacara kematian untuk memperingati 1.000 hari masyarakat Tengger yang sudah meninggal.

Acara ini bermakna sebagai simbol untuk menyucikan arwah ruh leluhur yang sudah meninggal agar mendapatkan tempat yang lebih baik dan derajat yang lebih tinggi.

Baca Juga: Lestarikan Budaya Tionghoa, Universitas Ma Chung Gelar Festival Kampung Pecinan

Rangkaian tradisi Entas-Entas meliputi ngresik, mepek, mbeduduk, lukatan, dan bawahan. Tradisi berjalan dengan dipimpin seorang legen yang dibantu oleh dukun wanita (pedandan).

Acara akan berlangsung dengan menghadirkan arwah leluhur dalam bentuk boneka (petra) yang terbuat dari dedaunan dan bunga, selanjutnya “petra” tersebut akan disucikan oleh pemangku adat setempat.

3. Kirab Sesaji

Kirab sesaji merupakan sebuah tradisi yang dilaksanakan saat Tahun Baru Islam atau Satu Muharam. Tradisi ini sudah ada sejak zaman kerajaan, di mana ritual ini diperkenalkan oleh Sultan Agung raja Mataram Islam saat itu. Bagi masyarakat Jawa lebih mengenal tradisi ini dengan sebutan “satu suro”.

Di Malang sendiri mengenal tradisi ini dengan sebutan Kirab Sesaji. Acara berlangsung dengan mengelilingi Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang yang terletak di sekitar kawasan Gunung Kawi. Masyarakat yang berpartisipasi dalam ritual tersebut tak lupa untuk mengenakan pakaian adat Jawa.

Sambil berkeliling menggunakan pakaian adat Jawa, mereka membawa beragam sesaji yang dibawa menuju makam leluhur Eyang Djugo dan RM Iman Soedjono yang dimakamkan di Pesarean Gunung Kawi.

Setibanya di lokasi, pemimpin upacara ritual tersebut akan membacakan doa yang ditujukan untuk leluhur dan meminta keselamatan serta keberkahan bagi masyarakat sekitar.

Setelah menyelesaikan ritual dan doa, acara selanjutnya masyarakat sekitar memperebutkan gunungan yang berisikan berbagai aneka makanan dan tumpeng. Untuk memeriahkan acara, masyarakat juga membuat ogoh – ogoh raksasa kemudian dibakar.

Proses pembakaran ini menjadi simbol agar masyarakat dijauhkan dari segala macam marabahaya. Acara bertambah meriah karena masyarakat sekitar melakukan parade tarian tradisional.

Penulis: Rafida Tri Pitaloka (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: berita malangbudayaTradisiTradisi Unik Warga Malang

Related Posts

Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Coming Soon! Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Minggu, 31 Mei 2026
Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Kamis, 28 Mei 2026
Ilustrasi tradisi ater-ater di Jawa. (Foto: Instagram/ @perpusipkabtegal)
Budaya

Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi

Rabu, 27 Mei 2026
Ilustrasi Wamen Kebudayaan RI Giring Ganesha saat mengunjungi objek cagar budaya Villa Bima Shakti di Selecta Kota Batu. Foto: Azmy
Budaya

Pemkot Batu Perluas Pendataan Objek Cagar Budaya di 2026, Ada Bunker Jepang hingga Situs Petirtaan

Selasa, 12 Mei 2026
Fakta menarik busana khas Malangan yang diluncurkan pada rangkaian HUT ke-112 Kota Malang sebagai identitas baru. /Foto: Instagram @pemkotmalang
Budaya

Identitas Budaya Baru, 8 Fakta Menarik Busana Khas Malangan yang Perlu Diketahui

Senin, 6 Apr 2026
Pertunjukan di rumah kelahiran Shakespeare. Foto: Shakespeare's Birthplace
Budaya

Sastrawan di Inggris, Menyusuri Jejak Sastra Klasik di Negeri Matahari Tak Pernah Tenggelam

Selasa, 31 Mar 2026
Next Post
Imam Jazuli, ayah korban dugaan malpraktik saat berkunjung ke pusara anaknya yang meninggal dalam perawatan di RSU di wilayah Jalan Raya Karangploso Malang.

Bocah 6 Tahun Kejang Lalu Tewas Usai Disuntik di RSU Karangploso Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.