Malang, Tugumalang.id-Kehadiran pendakwah internasional kontroversial, Dr. Zakir Naik, di Kota Malang kembali memicu perbincangan hangat di tengah masyarakat. Jadwal ceramahnya yang digelar di Stadion Gajayana pada Kamis (10/7/2025) menimbulkan beragam reaksi, mulai dari dukungan antusias hingga penolakan keras dari sejumlah kelompok sipil.
Dikenal karena gaya ceramahnya yang tegas dan penuh argumentasi ilmiah, Zakir Naik telah menjadi tokoh yang memantik pro dan kontra di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di tengah keberagaman sosial dan agama di Malang, kehadirannya menjadi sorotan publik sekaligus ujian atas toleransi dan kebebasan berpendapat.
Berikut sejumlah fakta menarik seputar Zakir Naik serta dinamika yang menyertai kedatangannya di Malang:
1. Ceramah di Malang Disambut Pro dan Kontra
Zakir Naik dijadwalkan memberikan ceramah akbar di Stadion Gajayana. Namun, kehadirannya memicu penolakan dari sejumlah ormas dan individu yang menilai gaya dakwahnya berpotensi menyinggung keyakinan umat beragama lain.
Baca juga: Meski Diwarnai Isu Penolakan, Intimate Dinner Zakir Naik di Malang Lancar
Meski begitu, tak sedikit masyarakat yang menyambut positif kedatangannya. Banyak yang menilai Zakir Naik sebagai sosok intelektual muslim yang mampu memberikan pencerahan keagamaan dengan pendekatan ilmiah dan logis.
2. Respons Tokoh Agama dan Organisasi Keagamaan
Ketua PCNU Kota Malang, KH Isroqunnajah atau akrab disapa Gus Is, menyampaikan bahwa secara kelembagaan NU tidak menolak kehadiran Zakir Naik. Namun, ia mengingatkan pentingnya penyelenggara bersikap bijak karena ceramah Zakir kerap menimbulkan dua respons ekstrem: diterima atau ditolak.
“Selama tidak provokatif dan tidak melanggar konstitusi, maka sah-sah saja. Tapi penyelenggara harus menjamin kondusivitas,” ujar Gus Is.
3. Latar Belakang: Dari Dokter Menjadi Pendakwah Dunia
Zakir Naik lahir di Mumbai, India, dan merupakan seorang dokter medis sebelum memutuskan fokus pada dakwah sejak 1991. Ia dikenal luas karena kemampuannya mengutip ayat-ayat dari kitab suci berbagai agama dan menjadikannya sebagai bahan dialog antaragama.
Ia mendirikan Islamic Research Foundation (IRF) dan kanal Peace TV yang telah menjangkau jutaan pemirsa di seluruh dunia. Uniknya, Zakir Naik tidak pernah menerima bayaran untuk setiap ceramahnya—a prinsip yang ia pegang teguh sejak awal berdakwah.
Baca juga: PCNU Kota Malang: Kehadiran Zakir Naik Tak Masalah Asal Tak Provokatif
4. Kontroversi dan Pelarian ke Malaysia
Pada 2016, Zakir Naik meninggalkan India setelah menghadapi tuduhan terkait ujaran kebencian dan pencucian uang. Ia kemudian mendapatkan status penduduk tetap di Malaysia dan melanjutkan kegiatan dakwahnya di negara tersebut.
Meskipun mendapat perlindungan dari pemerintah Malaysia, kontroversi tetap membayangi, terutama saat ia berbicara soal isu-isu sensitif lintas agama dan ras.
5. Ujian Toleransi di Tengah Keberagaman Malang
Sebagai kota dengan keberagaman budaya dan agama yang kuat, Malang menghadapi ujian tersendiri dengan hadirnya tokoh seperti Zakir Naik. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana kebebasan beragama, hak berekspresi, dan komitmen menjaga kerukunan harus dikelola dengan bijak.
Zakir Naik dikenal sebagai pendakwah internasional yang sering membahas perbandingan agama dan menggunakan pendekatan ilmiah dalam dakwahnya. Namun, ia juga kerap menuai kontroversi bahkan dilarang berceramah di sejumlah negara seperti Malaysia dan India, karena dianggap menyebarkan ujaran kebencian sera pernyataan rasis.
Ia juga pernah dikaitkan dengan insiden teror di Dhaka, Bangladesh karena salah satu pelaku mengaku terinspirasi oleh pidatonya. Meski Zakir Naik membantah mendorong kekerasan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























