MALANG, Tugumalang.id – PT Pegadaian turut menyoroti meningkatnya isu tentang perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Di mana kini peran sektor keuangan tidak lagi sekadar menyalurkan dana dan mencari profit semata.
Kini pembiayaan juga dituntut memberikan dampak positif dalam memberikan manfaat kepada masyarakat dan menjaga kelestarian alam.
Dari sinilah hadir konsep green financing sebagai solusi pembiayaan yang mendukung kegiatan ramah lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: PT Pegadaian dan Universitas Brawijaya Resmi Luncurkan Program GARUDA, Cetak Generasi Wirausaha Muda Tangguh
Konsep ini telah banyak diterapkan oleh lembaga keuangan di Indonesia, termasuk Pegadaian. Hadirnya green financing merupakan bagian dari upaya membangun ekonomi yang lebih bertanggung jawab dalam jangka panjang.
Apa Itu Green Financing ?
Green financing atau pembiayaan hijau merupakan skema pembiayaan yang diarahkan untuk mendukung proyek, kegiatan, atau usaha yang ramah lingkungan dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Pendanaan ini biasanya digunakan untuk sektor energi terbarukan, pengelolaan limbah, efisiensi energi, pertanian berkelanjutan, serta upaya mengurangi emisi karbon. Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.
Baca Juga: PT Pegadaian Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2025, Simak Syarat Pendaftarannya di Sini!
Tujuan utama dari konsep pembiayaan ini adalah menciptakan sistem keuangan yang mendukung keberlanjutan lingkungan, tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Manfaat Green Financing
Ada banyak manfaat yang diberikan dari penerapan green financing di lembaga maupun pelaku keuangan yang ada di Indonesia, manfaat tersebut antara lain:
1. Pelestarian Lingkungan
Dana yang disalurkan melalui pembiayaan ini membantu pelaksanaan proyek yang berdampak bagi alam, seperti pengelolaan sampah, energi terbarukan, atau mitigasi perubahan iklim.
2. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan
Dengan adanya insentif pembiayaan untuk proyek ramah lingkungan, pelaku usaha dan masyarakat menjadi lebih sadar akan dampak kegiatan mereka terhadap lingkungan.
3. Dorongan Inovasi Teknologi Hijau
Investasi melalui green financing memicu pengembangan solusi baru seperti teknologi hemat energi atau bangunan ramah lingkungan.
4. Menarik Investor Berbasis ESG
Perusahaan yang menerapkan green financing memberi sinyal kepada investor tentang kepeduliannya terhadap isu keberlanjutan. Ini bisa meningkatkan reputasi dan peluang investasi yang berorientasi pada ESG (Environmental, Social, Governance).
Program TJSL Pegadaian sebagai Wujud Nyata Penerapan Green Financing
Penerapan green financing di Pegadaian dijalankan melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkaitan langsung dengan masyarakat.
Salah satu contohnya adalah The Gade Integrated Farming, di mana program ini melibatkan kelompok petani dan peternak binaan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Lewat inisiatif ini, PT Pegadaian mendorong implementasi sistem pertanian terpadu yang menghubungkan sektor pertanian, hortikultura dan pangan, perkebunan, peternakan, serta perikanan dalam satu ekosistem produksi.
Pola ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat pendapatan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam secara berkelanjutan.
Kehadiran program The Gade Integrated Farming ini memperlihatkan bagaimana pembiayaan dan dukungan Pegadaian diarahkan pada kegiatan produktif yang ramah lingkungan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, hasil dari program ini diukur dalam SRoI (Social Return on Investment) dengan nilai mencapai 3,25. Artinya setiap investasi Rp 1 yang dikeluarkan oleh Pegadaian, mampu menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi senilai Rp 3,25.
Angka ini menegaskan bahwa pembiayaan yang disalurkan tidak hanya efektif dari sisi lingkungan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Kemudian ada pula program lain, seperti program Memilah Sampah Menabung Emas (MSME) yang mendorong masyarakat mengelola sampah dan berinvestasi melalui tabungan emas, sebagai imbalan atas partisipasinya sekaligus mendukung ekonomi sirkular.
Langkah ini menunjukkan bahwa green financing dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan penguatan kepercayaan publik.
Dengan pendekatan tersebut, Pegadaian menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan sekadar kewajiban, melainkan kontribusi nyata untuk masa depan yang lebih hijau dan inklusif.
Informasi Tentang Pegadaian Jawa Timur
Untuk diketahui, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputy, yakni Deputy Bisnis Area Surabaya 1, Deputy Bisnis Area Surabaya 2, Deputy Bisnis Area Pamekasan, Deputy Bisnis Area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, Deputy Bisnis Area Jember. Sedangkan ada total 70 kantor cabang dan ribuan unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlinto. A


























