MALANG, Tugumalang.id – Di tengah dunia yang terus berubah dan semakin terhubung, batas antarbidang keilmuan kian cair. Hal itu dibuktikan Deonaldo Maria Pacheco, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Islam Malang (UNISMA), yang berhasil menapaki panggung kepemimpinan energi di tingkat regional Asia Tenggara.
Berangkat dari ruang-ruang kelas di UNISMA, Deonaldo membangun fondasi akademik yang kuat di bidang linguistik, komunikasi lintas budaya, serta kepemimpinan pendidikan. Baginya, bahasa Inggris bukan sekadar mata kuliah, melainkan jembatan strategis untuk menghubungkan Timor-Leste, tanah kelahirannya, dengan dunia internasional. Ia meyakini kemampuan berbahasa menjadi kunci membuka akses terhadap pengetahuan global sekaligus jejaring internasional.

Baca juga: Ratusan Cendekiawan Dunia Berbagi Inovasi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unisma di ICON-ELT 2024
Dari Linguistik ke Isu Energi Global
Perjalanan profesionalnya semakin berkembang ketika ia bergabung dengan Iyuno sebagai subtitler. Di lingkungan kerja multibahasa yang dinamis, Deonaldo berkolaborasi dengan para profesional dari berbagai negara untuk menghadirkan konten dalam lebih dari 100 bahasa.
Pengalaman tersebut tidak hanya mengasah ketelitian linguistiknya, tetapi juga memperluas perspektifnya terhadap isu-isu global, termasuk krisis energi dan perubahan iklim yang kian mendesak. Paparan terhadap berbagai konten internasional membuatnya semakin sadar akan urgensi transisi energi dan peran generasi muda dalam agenda keberlanjutan.
Konsistensi pada Agenda SDGs dan Energi Terbarukan
Didorong komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), Deonaldo mulai mendalami isu energi terbarukan secara mandiri. Ia mempelajari berbagai topik teknis seperti Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) serta analisis data guna memahami dinamika transisi energi secara komprehensif.
Transformasi akademiknya membawanya menghadiri IRENA Youth Forum 2026 di Abu Dhabi. Dalam forum tersebut, ia berdialog dengan para pemimpin dunia sekaligus mengadvokasi keterlibatan generasi muda dalam agenda keberlanjutan global.
Baca juga: Kisah Prof. Drs. H. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D, Guru Besar FKIP Unisma Lulusan Terbaik Program Magister dan Gelar PhD dari Monash University Australia
Representasi Timor-Leste di Forum Energi Asia Tenggara
Puncak kiprahnya berlangsung pada 10–12 Oktober 2025 dalam Southeast Asia Youth Energy Forum (SAYEF) di Malaysia. Dalam forum tersebut, Deonaldo mewakili Timor-Leste sekaligus UNISMA pada sesi Youth Ideation Lab.
Salah satu momen krusial terjadi saat sesi Handover Declaration, ketika ia bersama para pemimpin muda Asia Tenggara menandatangani dokumen rekomendasi kebijakan strategis untuk percepatan implementasi SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Keterlibatan tersebut menjadi bukti nyata kontribusi pemuda Timor-Leste dalam agenda dekarbonisasi kawasan dan pengembangan teknologi energi terbarukan.
Kisah Deonaldo menunjukkan bahwa program studi bukanlah batas akhir potensi seseorang. Dengan mengintegrasikan kompetensi Pendidikan Bahasa Inggris dan kepedulian terhadap isu energi global, ia membangun identitas profesional yang relevan dengan tantangan zaman.
Kini, sebagai Co-Founder Global Language Community UNISMA dalam kolaborasi lintas budaya, Deonaldo terus mendorong mahasiswa untuk berani melampaui batas disiplin ilmu dan berkontribusi di tingkat global. Perjalanannya menegaskan bahwa mahasiswa dengan perspektif global dan semangat pengabdian mampu menjadi agen perubahan yang berdampak luas bagi masyarakat dan dunia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Unisma
redaktur: jatmiko
























