Malang, Tugumalang.id – Pernahkah Anda merasa mampu menyelesaikan sesuatu hanya karena yakin bisa, meskipun belum pernah mencobanya? Keyakinan seperti ini disebut self-efficacy, sebuah konsep yang diperkenalkan oleh psikolog terkenal Albert Bandura.
Dalam dunia psikologi, self-efficacy dianggap sebagai faktor kunci yang menentukan apakah seseorang akan mencoba, bertahan menghadapi tantangan, dan meraih keberhasilan. Artikel ini membahas pengertian self-efficacy, cara kerjanya, serta strategi membangunnya dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Self-Efficacy?
Istilah self-efficacy atau efikasi diri berarti keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk mengatasi tantangan, mencapai tujuan, dan mengendalikan peristiwa yang memengaruhi hidupnya.
Albert Bandura, profesor psikologi dari Stanford University, menjelaskan konsep ini dalam Social Cognitive Theory. Menurutnya, keyakinan diri memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, bertindak, dan mengambil keputusan.
Sebagai ilustrasi, dua orang dengan kemampuan sama bisa menunjukkan hasil berbeda karena perbedaan tingkat self-efficacy. Yang yakin akan terus mencoba, sementara yang ragu cenderung menyerah lebih cepat.
Baca juga: Introvert Bukan Antisosial: Fakta, Mitos, dan Penjelasan Psikologi
Bagaimana Self-Efficacy Mempengaruhi Keberhasilan?
Bandura memandang manusia sebagai agen aktif yang mampu memodifikasi lingkungannya. Ia memperkenalkan konsep Triadic Reciprocal Determinism – interaksi dinamis antara pikiran, tindakan, dan lingkungan.
Self-efficacy memengaruhi perilaku melalui empat mekanisme utama:
1. Proses Kognitif
Orang dengan efikasi tinggi cenderung menetapkan target menantang dan fokus pada peluang sukses, bukan risiko kegagalan.
2. Proses Motivasi
Keyakinan diri memicu semangat dan ketekunan. Mereka yang memiliki self-efficacy tinggi lebih gigih dalam berusaha.
3. Proses Afektif (Emosional)
Efikasi diri membantu mengelola stres dan kecemasan, sehingga seseorang tetap tenang saat menghadapi tekanan.
4. Proses Seleksi
Orang dengan efikasi tinggi berani mengambil peluang dan keluar dari zona nyaman, memperluas potensi diri.
Baca juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Mental Menurut Psikologi, Lengkap dengan Pandangan Para Ahli
Empat Sumber Self-Efficacy Menurut Bandura
Bandura menyebut empat sumber utama pembentuk efikasi diri, yaitu:
1. Mastery Experience (Pengalaman Langsung)
Keberhasilan nyata membangun keyakinan paling kuat. Small wins atau kemenangan kecil secara bertahap memperkuat rasa mampu.
2. Vicarious Experience (Pengamatan Sosial)
Melihat orang lain yang mirip dengan kita berhasil dapat meningkatkan keyakinan bahwa kita juga bisa.
3. Verbal Persuasion (Dukungan Sosial)
Dorongan dan pengakuan dari guru, atasan, atau orang terdekat dapat memotivasi untuk mencoba dan bertahan.
4. Physiological & Emotional States
Kondisi fisik dan emosi memengaruhi persepsi kemampuan. Energi positif dan rasa tenang memperkuat keyakinan diri.
Kesimpulan
Self-efficacy bukan sekadar rasa percaya diri, tetapi keyakinan yang dibangun melalui pengalaman, pengamatan, dukungan sosial, dan kemampuan mengelola emosi.
Dengan efikasi diri yang kuat, seseorang dapat mengarahkan hidupnya secara aktif, bertahan dalam tantangan, dan meraih tujuan yang sebelumnya dianggap sulit.
Di tengah ketidakpastian hidup, membangun self-efficacy adalah langkah penting untuk bergerak dari keraguan menuju pencapaian.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis : Risma Elina (Magang)
redaktur: jatmiko
























