Malang, Tugumalang.id – Sebanyak 998 lulusan mengikuti wisuda ke-74 Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang digelar pada Sabtu (26/09/2026).
Mayoritas wisudawan kali ini berasal dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Polinema yang tersebar di beberapa daerah, yakni Pamekasan, Kediri, dan Lumajang.
Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., menekankan para lulusan harus mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan berbagai program.
“Jadi kita saat ini memperbanyak program-program yang sifatnya adalah penguatan untuk eksistensi keberadaan kampus itu harus bisa memberikan dampak ke masyarakat sekitar, ke lingkungannya dalam skala yang lebih luas,” ujar Supriatna.
Baca juga: Polinema Gelar Bursa Kerja Virtual 2026: Pangkas Jarak dan Biaya
Salah satu strategi yang disiapkan kampus adalah menghubungkan problem yang ada di masyarakat dengan kegiatan perkuliahan yang ditempuh mahasiswa.
Berbagai persoalan di masyarakat, baik di sekitar kampus maupun dari mitra, dapat diangkat menjadi bagian dari tugas pembelajaran. Persoalan tersebut juga dapat ditindaklanjuti menjadi fokus kegiatan magang, skripsi, laporan akhir, maupun tugas akhir mahasiswa.

“Kita perbanyak program yang sifatnya langsung berhubungan dengan masyarakat dan diangkat sebagai tema pembelajaran, dan nanti bisa dipakai tema magang ketika di industri,” urainya.
Menurut Supriatna, melalui skema tersebut mahasiswa Polinema bukan sekadar memenuhi kewajiban menyelesaikan studi akademiknya. Mereka juga diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan di masyarakat dengan menggunakan disiplin ilmu yang dipelajari.
Tidak hanya mahasiswa, pihaknya juga mendorong para dosen untuk aktif berkontribusi dan membantu mahasiswa selama berada di lingkungan masyarakat.
“Jika memang dibutuhkan peran yang lebih tinggi, kami mendorong bapak ibu dosen supaya menjadi problem solver juga,” terang Supriatna.
Baca juga: Polinema Gelar Bursa Kerja Virtual 2026: Pangkas Jarak dan Biaya
Supriatna berharap keberadaan kampus di daerah, seperti PSDKU, tidak sekadar menghasilkan lulusan yang kemudian bekerja di berbagai wilayah. Kampus juga diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pembangunan daerah tempat kampus tersebut berada.
Supriatna juga menyinggung agenda transformasi lembaga menuju kampus mandiri. Transformasi tersebut mencakup Green Campus dan Sustainable Campus yang didorong melalui pengembangan sistem dan layanan.
“Kebetulan transformasi kampus itu banyak, kita ada delapan agenda transformasi yang saat ini sedang dipersiapkan. Kita sendiri menyiapkan internal kita agar siap menjadi kampus yang lebih mandiri,” tutupnya.
Informasi mengenai Politeknik Negeri Malang dapat diakses melalui Polinema.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































