Malang, Tugumalang.id – Komunitas Kemah Keluarga Indonesia (K3I) punya cara unik dan menyenangkan untuk mengajak keluarga mencintai alam serta memperkenalkan potensi pariwisata lokal di Jawa Timur. Caranya? Dengan berkemah bersama tanpa gadget alias digital detox di alam terbuka.
Suasana itu tampak dalam kegiatan Kopdar K3I Region Jawa Timur yang digelar di kawasan Kebun Teh Wonosari, Lawang, Kabupaten Malang, pada Sabtu–Minggu, 6–7 Juli 2025. Puluhan keluarga berkumpul untuk mengikuti wisata edukatif yang mengedepankan pengalaman langsung di alam.
Kegiatan ini bukan sekadar liburan biasa. Para peserta, terutama anak-anak, diajak belajar mencintai lingkungan, membangun kemandirian, hingga mempererat ikatan keluarga lewat aktivitas kemah bersama. Semua dilakukan tanpa distraksi gadget, membuat interaksi antarkeluarga jadi lebih hangat dan bermakna.

Tak kurang dari 300 anggota K3I turut meramaikan kopdar ke-31 ini. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Malang, Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo, hingga luar provinsi seperti Bogor, Bekasi, Jawa Tengah, dan Makassar.
Bahkan dalam Kopdar ke-31 ini diikuti peserta dari luar Jatim, mulai Makassar, Bogor, Bekasi, Jawa Tengah. Tak ayal kegiatan ini juga menjadi media yang efektif dalam mengangkat potensi pariwisata berbasis alam di Jatim.
Angkat Potensi Wisata Malang Raya
Ketua Pelaksana Kopdar K3I Jatim, Bimo Kurniawan Wicaksono menerangkan jika K3I Jatim sudah terbentuk sejak 8 tahun lalu. Selama itu pula selama 3 bulan sekali, mereka sudah berkemah di sejumlah spot wisata alam di Malang Raya. Sebut saja, kata Bimo, berkemah di Trawas, Pacet – Mojokerto, Blitar, Malang Raya hingga Paltuding – Banyuwangi.
”Apalagi, banyak anggota K3I luar Jatim yang ikut karena penasaran dengan spot wisata yang kami tentukan. Dari kegiatan ini saya kira wisata di Malang Raya semakin dikenal luas, tanpa harus kami diminta promosi. Kita memang juga support soal itu, meski tanpa kerja sama dengan pemerintah,” jelas Bimo.
Baca juga: Rekomendasi Wisata Petik Buah di Kota Batu Cocok Mengisi Libur Sekolah
Komitmen ini, kata Bimo menjadi bagian komitmen yang dipegang K3I tanpa embel-embel kerja sama dengan pemerintah. Pasalnya, tujuan K3I dibentuk memang selain untuk mewadahi penghobi camping, tapi juga sebagai sarana edukasi keluarga terutama anak-anak.
Bangun Karakter Anak Sejak Dini
Di era teknologi serba gadget hari ini, pembangunan karakter kepemimpinan anak yang mandiri kerap kali dikesampingkan. Melihat dampak negatif yang ada, hal ini sangat bertolak belakang dengan cita-cita Indonesia mewujudkan Generasi Emas 2045.
”Tapi kami sebagai generasi yang bertumbuh dan berdampingan dengan alam punya cara sendiri untuk membangun karakter generasi kami. Salah satunya dengan mengajak mereka berkemah. Di acara ini sudah pasti mereka akan puasa gadget dengan sendirinya,” tegasnya.
Diketahui, selain berkemah, dalam kegiatan Kopdar ini juga diselingi edukasi yang dikemas menjadi beragam kegiatan. Mulai fun games family, kids cooking learning, outbond, mendirikan tenda, edukasi penanganan ular bahkan hingga edukasi bahaya rokok dari perusahaan rokok Sirius.
Baca juga: Libur Sekolah Semakin Seru! Ini Rekomendasi Wisata Kabupaten Malang yang Edukatif dan Menyenangkan
Founder K3I, Bharata Ceppy Asmara Lubis menambahkan jika berbagai kegiatan edukatif itu memang menjadi gagasan utama di benak para anggota. Bahkan, pihaknya juga mengenalkan berbagai macam keahlian seperti tali-menali hingga zero waste.
”Semua itu basicnya kan satu, bagaimana cara untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan alam sekitar. Di situ juga sudah komplit termasuk edukasi pembangunan karakter manusia. Back to Nature, itu yang terus kita gaungkan,” ungkapnya.
Menurut senior K3I ini, pengenalan alam sejak dini dengan berkemah sangat penting. Beraktivitas di alam mengajari manusia untuk mandiri, merangsang daya kreativitas, kemandirian dan juga karakter seseorang.
”Beda kalau hanya terbiasa hidup di kota saja, dimanjakan teknologi akan sangat berbeda jika dibanding kehidupan di alam. Dengan berkemah akan semakin memperkaya pandangan anak kita,” jelasnya.
Pilot Project Wisata Edukatif Paling Berhasil
Terlepas dari itu, Ceppy menilai aktivitas berkemah yang kaya edukasi paling berhasil diterapkan oleh K3I Jatim. Selain itu, anggotanya paling solid dan kompak. Selain itu, berbagai program lain juga dijalankan seperti penghijauan hingga bakti sosial.
”Saya kira, pilot project K3I yang paling berhasil ya di Jatim. Jatim saya kira bisa menjadi percontohan bagi K3I di Indonesia,” ujarnya.
Sebagai informasi, K3I telah memiliki anggota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sebut saja mulai di Jabodetabek, Jabar, Jateng, DIY Yogyakarta, Jatim, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan hingga Sulawesi.
Animo pesertanya terus bertambah. Bahkan pada perkembangannya pada 2016, mereka pernah mencetak rekor MURI dengan peserta kemah paling banyak mencapai 2016. Kala itu, peserta kemah mencapai 2.019 orang di Bukit Golf Cibodas, Jabar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
























